Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dengan air, sanitasi, higiene, dan perilaku kesehatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap sanitasi lingkungan untuk pencegahan stunting serta menggambarkan keterkaitannya dengan praktik pada masyarakat. Penelitian menggunakan desain observasional analitik potong lintang melalui analisis data kuesioner satu kali pada 32 responden di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah, Kota Padang. Skor pengetahuan dan sikap yang berdistribusi normal dianalisis dengan korelasi Pearson, sedangkan hubungan yang melibatkan skor praktik dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hubungan pengetahuan dengan sikap diuji lebih lanjut menggunakan regresi linear dengan bootstrap 5.000 replikasi. Pengetahuan berkorelasi positif sedang dengan sikap (r=0,512; p=0,003), sedangkan pengetahuan tidak berkorelasi dengan praktik (ρ=0,151; p=0,409) dan sikap tidak berkorelasi dengan praktik (ρ=-0,025; p=0,894). Setiap peningkatan satu poin skor pengetahuan berhubungan dengan peningkatan 1,05 poin skor sikap (B=1,047; β=0,512; 95% CI: 0,421-1,674; p=0,001), dengan R²=0,262. Pengetahuan yang lebih tinggi berhubungan dengan sikap sanitasi lingkungan yang lebih positif, tetapi hubungan tersebut tidak terlihat pada praktik yang dilaporkan.