Siti Marlina
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SETS-Based Physics Learning Workshop: Strengthening Teachers’ Role in Fostering Students’ Scientific Literacy Abdul Salam M; Mustika Wati; Sri Hartini; Sarah Miriam; Dewi Dewantara; Surya Haryandi; Isnaini Agus Setiono; Siti Marlina; Rahmah Andriani
Carmin: Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/carmin.v5i2.224

Abstract

The Physics Learning Workshop based on Science, Environment, Technology, and Society (SETS) was carried out to enhance the ability of physics teachers in the MGMP of Hulu Sungai Selatan Regency to foster students’ scientific literacy. The background of this activity is the low achievement of Indonesian students’ scientific literacy as reported by PISA, as well as the tendency of physics learning in schools to focus heavily on memorizing formulas and practicing problems, which makes it less relevant to real-life contexts. Partner teachers also experienced difficulties in designing contextual teaching materials, making an assistance program through an applied workshop necessary. The workshop was conducted in five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability. The training materials included strengthening the concept of scientific literacy, introducing the SETS approach, and practicing the development of contextual SETS-based physics teaching modules. Teachers not only received material but were also guided in designing teaching tools that engage students in linking physics concepts with real phenomena in their environment, including local issues such as annual floods and wetland utilization. The evaluation results showed an improvement in teachers’ skills in designing and implementing SETS-based learning that encourages students to be more active, critical, and reflective in understanding physics concepts. More than 80% of teachers expressed satisfaction with the activity, while the implementation of learning practices reached the “good” category. This workshop successfully strengthened the role of teachers as facilitators who are able to cultivate students’ scientific literacy through contextual, innovative, and relevant physics learning in daily life.
Telaah Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Pergerakan Bumi dan Pandangan Ilmuan Muslim terhadap Teori Gravitasi Siti Marlina; Siti Nikmatul Ajna
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2024): Mei Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i3.1021

Abstract

Artikel ini membahas Telaah Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Pergerakan Bumi dan Pandangan Ilmuan Muslim terhadap Teori Gravitasi. Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang membahas gerakan bumi yaitu rotasi. Pandangan Al-Qur’an terhadap bumi dianggap sebagai benda mati yang dijadikan oleh Allah SWT untuk menjadi tempat tinggal makhluk-Nya. Akan tetapi, ada beberapa ayat yang menunjukkan bahwa bumi mengalami pergerakan. Seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an surah al-Anbiya ayat 33. Pandangan Al-Qur’an terhadap rotasi bumi sesuai dengan ilmu fisika modern terkait gerakan bumi. Di antara banyaknya teori alam semesta yang paling terkenal adalah teori gravitasi, sebagian orang mengetahui tentang teori gravitasi yang ditemukan oleh Isaac Newton. Meskipun jauh sebelum Newton menemukan teori gravitasi ini ada seorang ilmuan muslim yang menemukan teori gravitasi, yaitu Al-Khazini. Newton menemukan bahwa gravitasi menjadikan matahari sebagai pusat tata surya dan mebuat manusia mampu berdiri di atas permukaan bumi, menurut Al-Khazini bahwa kekuatan gravitasi disebabkan oleh jarak antara dua benda kedua teori yang dikemukakan hampir sama