Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Biochar Plus sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Biomassa pada Kelompok Tani Suka Maju Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra; Rahman Rahman; Yosie Andriani; Suniti Suniti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1767

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
INOVASI PANGAN LOKAL RIMBANG SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU Efriyana Oksal; Abdul Hadjranul Fatah; Febrianto Afli; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Rahman Rahman; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34691

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dengan prevalensi mencapai 27,4%. Permasalahan utama di Kelurahan Habaring Hurung adalah rendahnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya rimbang (Solanum ferox Linn). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pengolahan rimbang menjadi jajanan sehat bergizi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum, dengan melibatkan 20 kader posyandu sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berupa soal pilihan ganda sebanyak 5 soal dan 5 soal untuk tipe soal skala point 1-5, serta penilaian keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 65% dan keterampilan pengolahan meningkat hingga 70%. Selain itu, 40% kader mulai memasarkan produk olahan rimbang sebagai usaha rumahan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berhasil memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan menyediakan alternatif pangan sehat berbasis potensi lokal.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, especially in Central Kalimantan, with a prevalence of 27.4%. The main problem in Habaring Hurung Village is the low utilization of local food resources that are rich in nutrients, one of which is rimbang (Solanum ferox Linn). This community service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in preventing stunting through training in processing rimbang into healthy and nutritious snacks. The methods used included socialization, counseling, workshops, and practical training, involving 20 posyandu cadres as partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 5 multiple-choice questions and 5 questions on a 1-5 point scale, as well as practical skills assessment. The results of the activity showed a 65% increase in the cadres' knowledge and a 70% increase in their processing skills. Additionally, 40% of the cadres began marketing processed rimbang products as a home-based business, thereby contributing to improved family economics. This program successfully empowered posyandu cadres as agents of change capable of educating the community and providing healthy food alternatives based on local potential.