Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Framing Pan & Kosicki pada Pemberitaan Stok Cadangan BBM Indonesia di Media Tribunnews.com Citra Rotama Sihombing; Yosia R. E Sianturi; Almarisa Berutu; Christina Natalia T; Vita Nancy Manurung; Syahrial Fahmi Daulay
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian berita mengenai isu stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang dimuat oleh media Tribunnews.com dengan judul “Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari Picu Panic Buying di Bondowoso, Pertamina Buka Suara.” Latar belakang penelitian ini adalah munculnya kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi mengenai keterbatasan stok BBM yang memicu panic buying di beberapa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Analisis dilakukan melalui empat struktur pembingkaian berita, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan tersebut menekankan klarifikasi dari pihak Pertamina untuk meredam kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan stok BBM. Struktur berita lebih banyak menonjolkan pernyataan resmi dari pihak terkait serta menjelaskan bahwa panic buying terjadi akibat informasi yang belum tentu benar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media membingkai isu tersebut dengan tujuan memberikan penjelasan kepada publik serta menenangkan kekhawatiran masyarakat mengenai stok BBM di Indonesia.
Ketika Satu Kabel Melumpuhkan Pulau: Blackout Sumatera 2026 dan Krisis Tata Kelola Infrastruktur Publik Retno Agustina Lumban Siantar; Mory Nadya Ompusunggu; Ecka Lybertyta Sitepu; Irna Renata Sembiring; Vita Nancy Manurung; M Oky Ferdian Gafari
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernitas Pemadaman listrik massal (Blackout) yang terjadi di wilayah Sumatera pada tahun 2026 menjadi peristiwa yang menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat modern terhadap infrastruktur kelistrikan. Gangguan yang berawal dari kerusakan pada jaringan transmisi menyebabkan terhentinya berbagai aktivitas publik, mulai dari transportasi, komunikasi, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis Blackout Sumatera 2026 sebagai refleksi krisis tata kelola infrastruktur publik dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kritis terhadap berbagai pemberitaan media. Hasil kajian menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak semata-mata merupakan kegagalan teknis, tetapi juga mengungkap persoalan tata kelola berupa minimnya mitigasi risiko, lemahnya sistem redundansi jaringan, serta tingginya ketergantungan pada satu titik infrastruktur vital. Blackout Sumatera 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menuntut perluasan jaringan, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada ketahanan pelayanan publik. Oleh karena itu, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kebijakan infrastruktur nasional guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.
Representasi Citra Perempuan dalam Produk Sastra Populer Bergenre Romance pada Novel Jodoh untuk Nirmala Adira Cahya; Nazwa Annisa; Putri Dhea Sapitri; Vita Nancy Manurung; Tomi Arianto
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/29xxp330

Abstract

This study analyzes the representation of women in the novel Jodoh untuk Nirmala by Lis Susanawati using Barbara Welter’s The Cult of True Womanhood theory. The study highlights how the character Nirmala embodies the values of piety, purity, submissiveness, and domesticity as constructed within a patriarchal society. The novel reveals that women are often judged based on their virginity and domestic roles, while men are not held to the same standards. Additionally, it illustrates how patriarchy legitimizes male control over women in marriage. However, beyond portraying women as submissive to social norms, the novel also conveys a feminist message through Nirmala’s struggle to break free from patriarchal constraints. Her decision to divorce Brian represents a form of resistance against oppressive norms. Thus, the novel critiques gender inequality and emphasizes the importance of women’s freedom in determining their own lives.