Nurnaningsih Hamzah
a:1:{s:5:"en_US";s:21:"Universitas Halu Oleo";}

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) GANTARA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Nurnaningsih Hamzah; Wa Ode Hastiani Fahidu; Abigael Kabe
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.37

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit, dan memperbaiki organ yang sakit. Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tumbuhan herbal yang telah digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat sekitar KPH Gantara, Waru (Hibiscus tiliaceus) sebagai obat penurun demam dan mengurangi ketombe pada rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa (fitokimia) daun waru (Hibiscus tiliaceus) di KPH Gantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Waru mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid, sehingga efektif digunakan sebagai obat bagi masyarakat. Kata Kunci : tumbuhan obat, Waru, KPH Gantara
POTENSI DAUN BAKALA (Alstonia spectabilis) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; niken pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Abigael Kabe
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit, dan memperbaiki organ yang sakit. Bakala (Alstonia spectabilis) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai obat malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa (fitokimia) daun bakala (Alstonia spectabilis). Penelitian diawali dengan pembuatan simplisia kering daun waru kemudian ekstrak menggunakan etanol 70%, dilanjutkan uji kandungan fitokimia di Laboratorium Farmasi UHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Bakala mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid, sehingga efektif digunakan sebagai obat bagi masyarakat.
Analisis Senyawa Fitokimia pada Limbah Kulit Kayu Bakala (Alstonia spectabilis) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Obat Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; Dewi Fitriani; Wiwin Rahmawati Nurdin; Awaluddin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit kayu Alstonia spectabilis sebagai sumber potensial untuk bahan obat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua pelarut yang berbeda, yaitu etanol 70% dan air suling, untuk mengekstraksi senyawa bioaktif yang ada dalam kulit kayu. Proses ekstraksi diikuti dengan uji fitokimia untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan fenol, sementara ekstrak air hanya mengandung saponin, flavonoid, dan tanin. Ekstrak etanol menunjukkan rendemen yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari Alstonia spectabilis. Keberadaan senyawa-senyawa ini menunjukkan potensi aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba, yang mendukung potensi kulit kayu ini sebagai obat alami. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan mengenai Alstonia spectabilis sebagai tanaman obat dan menyoroti pentingnya pemilihan pelarut dalam ekstraksi senyawa fitokimia.