Lilis Heri Mis Cicih
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Hypnotherapy in Reducing Anxiety and Enhancing Work Motivation among Employees: A Phenomenological Study of Clients at Rumah Terapi Kita Hypnotherapy Center: Peranan Hipnoterapi Dalam Mengatasi Kecemasan Dan Meningkatkan Motivasi Kerja Pada Karyawan; Studi Fenomenologis Klien Di Rumah Terapi Kita Hipnoterapi Sofiana Dewi Indriati; Ajeng Tias Endarti; Lilis Heri Mis Cicih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3267

Abstract

Mental health in the workplace plays a crucial role in sustaining organizational performance and productivity. Untreated anxiety can impair concentration, reduce motivation, and diminish work effectiveness. Hypnotherapy has emerged as a potential alternative intervention to address these challenges, although its application in Indonesia remains limited. This study aims to explore the subjective experiences of employees undergoing hypnotherapy, particularly in relation to reducing anxiety and enhancing work motivation.Method: Using a qualitative phenomenological approach, six informants were selected based on their General Anxiety Disorder-7 (GAD-7) scores. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation at Rumah Terapi Kita Hypnotherapy in July 2025. Thematic analysis was applied, with validity ensured through source triangulation and member checking. The findings reveal that before therapy, employees experienced anxiety symptoms such as sleep disturbances, fatigue, difficulty concentrating, and decreased motivation. During hypnotherapy, participants reported deep relaxation, reduced negative thoughts, and a sense of calm. After therapy, anxiety levels significantly declined, work motivation increased, concentration and sleep quality improved, and emotional regulation became more stable.This study concludes that hypnotherapy is an effective, efficient, safe, and sustainable alternative intervention for alleviating anxiety and enhancing work motivation. These findings are expected to serve as a valuable reference for practitioners, organizations, and future research in developing workplace mental health programs.
The Relationship Between Knowledge and Attitudes Towards Employee Behavior in Completeness of Electronic Medical Record Filling at Cibatu Community Health Center: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Pegawai Dalam Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Cibatu Malikul Mansur; Nur Asniati Djaali; Lilis Heri Mis Cicih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3093

Abstract

Transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan menuntut adanya implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) secara optimal di setiap fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Cibatu, Purwakarta. Namun, kelengkapan pengisian RME masih menghadapi kendala yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pegawai dalam kelengkapan pengisian Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Cibatu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif korelasional, melibatkan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Cibatu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dianalisis dengan uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pengetahuan serta sikap dengan perilaku pengisian kelengkapan RME. Pegawai dengan sikap positif memiliki peluang sekitar 24 kali lebih besar untuk berperilaku baik dalam pengisian RME dibandingkan yang bersikap negatif. Selain itu, pegawai dengan tingkat pengetahuan baik memiliki peluang sekitar 17 kali lebih besar untuk menunjukkan perilaku pengisian RME yang lengkap dibandingkan pegawai dengan pengetahuan rendah, meskipun dalam analisis lanjutan pengaruh sikap tetap menjadi yang paling dominan. Sikap merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku pengisian RME di Puskesmas Cibatu, didukung oleh pengetahuan yang tinggi. Intervensi yang efektif untuk meningkatkan kelengkapan pengisian RME sebaiknya berfokus pada penguatan sikap melalui pelatihan, motivasi, dan role modeling, serta didukung peningkatan pengetahuan teknis pegawai.