Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategic Leadership Transformation through the Integration of Artificial Intelligence in Organizational Decision Systems: A Comparative Study on Technology Companies in Indonesia Vika Fransisca; Wahyu Eko Saputro
Return : Study of Management, Economic and Bussines Vol. 5 No. 1 (2026): Return: Study of Management, Economic and Business
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/return.v5i1.453

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has driven transformation in various aspects of the organization, including in strategic leadership roles and patterns. In the midst of the digital acceleration that has occurred in Indonesia's technology sector, organizational leaders are required to be able to integrate AI in the strategic decision-making process to remain adaptive and competitive. This study aims to analyze how strategic leadership transformation occurs through AI integration, as well as compare its approaches across five technology companies in Indonesia. The approach used is a mixed methods with a sequential explanatory design, involving 100 quantitative respondents and 10 qualitative informants from the managerial and executive levels. The results show that the integration of AI in strategic decisions is still limited to a small percentage of companies and is highly dependent on digital literacy, leadership style, and organizational cultural readiness. Leaders who are adaptive to technology demonstrate the ability to optimize AI as a strategic partner, not just a technical tool. In addition, organizations with open structures and collaborative cultures are experiencing data-driven leadership transformations faster. The research also produced a conceptual model that illustrates the linkages between leadership, AI, and organizational readiness as a framework for sustainable digital transformation. The findings are expected to be a reference both practically and theoretically for the development of strategic leadership in the era of artificial intelligence.
Cloud-Based ERP Integration in Regional Hospitals: A Critical Analysis Success Factors and Change Management in Indonesia Wahyu Eko Saputro; Vika Fransisca
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/4c23t524

Abstract

Digital transformation in the public health sector has become increasingly urgent to meet demands for efficiency, transparency, and integrated services. In this context, the implementation of cloud-based Enterprise Resource Planning (ERP) systems represents a strategic solution for Regional Hospitals (RSD) in Indonesia. This study aims to identify the Critical Success Factors (CSFs) and examine the role of change management using the ADKAR model in supporting successful cloud ERP implementation. A qualitative case study approach was employed across several regional hospitals, with data collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The findings indicate that the success of cloud ERP implementation is strongly influenced by digital readiness, leadership support, user training, and the quality of vendor partnerships. Furthermore, the ADKAR model effectively facilitates the transition process by guiding organizational change from awareness to reinforcement. The implementation also contributes to operational efficiency, including reduced inventory costs, faster HR administrative processes, and improved reporting transparency. However, several challenges persist, such as user resistance, limited sustainable budgets, and disparities in digital infrastructure across regions. This study concludes that successful cloud ERP implementation requires an integrative approach that combines technological, organizational, and human factors to achieve sustainable outcomes in public healthcare systems.
Development of Hierarchical Bayesian Statistical Model For Prediction of Multidimensional Poverty Patterns: Application of Spatial-Temporal Analysis to Disadvantaged Village Data in Eastern Indonesia Vika Fransisca; Wahyu Eko Saputro
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 1 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i1.550

Abstract

Multidimensional poverty in Eastern Indonesia is still a serious problem that is not only influenced by economic factors, but also by educational, health, infrastructure, and complex spatial conditions. Disadvantaged villages in the region face high development inequality, while the approaches to poverty measurement and prediction used so far are still conventional and less adaptive to spatial and temporal variations. This study aims to develop a Hierarchical Bayesian statistical model based on spatial-temporal analysis to predict multidimensional poverty patterns more accurately and contextually. The method used was a quantitative approach with spatial-temporal hierarchical Bayesian modeling, using multivariate panel data from 450 disadvantaged villages in East Nusa Tenggara, Maluku, and West Papua during the period 2015–2022. The model was analyzed using Markov Chain Monte Carlo (MCMC) and Integrated Nested Laplace Approximation (INLA) techniques for parameter estimation and risk prediction. The results show that the model is able to map poverty risk clusters spatially with high accuracy and capture significant temporal dynamics, especially during the pandemic. The largest contribution comes from indicators of sanitation and access to clean water. This model generates predictive risk and trend maps that can be used to support microdata-based development policies, as well as strengthen the accuracy of interventions in high-risk villages more effectively.
Dilema Etis Kepemimpinan Humanistik di Era AI-Driven Decision Making: Analisis Keseimbangan antara Kecerdasan Buatan dan Intuisi Pemimpin dalam Konteks Organisasi Milenial Vika Fransisca; Wahyu Eko Saputro
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/1rz50a21

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan organisasi, namun sekaligus memunculkan dilema etis bagi pemimpin dalam menjaga keseimbangan antara rekomendasi algoritmik dan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pemimpin generasi milenial menyeimbangkan penggunaan AI dengan intuisi personal dalam pengambilan keputusan strategis serta mengidentifikasi strategi etis yang digunakan untuk menghadapi ketegangan antara logika algoritma dan nilai kemanusiaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang merupakan pemimpin pada organisasi berbasis teknologi di Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan praktik kepemimpinan dalam pemanfaatan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin memandang AI sebagai alat pendukung keputusan, bukan sebagai penentu akhir. Pemimpin mengembangkan strategi berupa refleksi moral, konsultasi kolektif, integrasi rekomendasi AI dengan intuisi kepemimpinan, serta penguatan literasi etika digital guna menjaga akuntabilitas dan nilai kemanusiaan dalam proses pengambilan keputusan. Budaya organisasi yang partisipatif dan inklusif turut memperkuat praktik kepemimpinan yang adaptif. Penelitian ini mengusulkan model kepemimpinan humanistik adaptif sebagai kerangka konseptual dalam mengintegrasikan AI secara etis, sekaligus memberikan implikasi bagi penyusunan kebijakan organisasi dan pengembangan kepemimpinan berbasis teknologi yang tetap berorientasi pada nilai, empati, dan tanggung jawab moral.
Strategi Kompetitif Hyperlocal melalui Integrasi Big Data Analytics dan Agile Management: Studi Longitudinal pada Startup Unicorn Indonesia dalam Menghadapi Disrupsi Pasar ASEAN Vika Fransisca; Wahyu Eko Saputro
International Journal of Social Research Vol. 4 No. 3 (2026): Insight : International Journal of Social Research
Publisher : Worldwide Research Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/insight.v4i3.119

Abstract

Pesatnya perkembangan ekonomi digital di kawasan ASEAN telah menciptakan tekanan kompetitif yang signifikan bagi startup unicorn Indonesia, terutama dalam menghadapi disrupsi pasar yang cepat dan kompleks. Dalam konteks ini, strategi hyperlocal menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan fragmentasi pasar dan dinamika konsumen lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi Big Data Analytics (BDA) dan Agile Management mampu membentuk strategi hyperlocal yang adaptif dan kompetitif pada startup unicorn Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi longitudinal, penelitian ini melibatkan tiga startup dari sektor fintech, e-commerce, dan logistik digital yang beroperasi di beberapa negara ASEAN. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi internal, serta dokumentasi strategis dari tahun 2020 hingga 2023. Penelitian ini melibatkan sembilan informan kunci, dan data dianalisis menggunakan teknik pengodean tematik (open, axial, dan selective coding). Temuan paling signifikan menunjukkan bahwa integrasi penuh BDA dan agile menurunkan waktu pengembangan produk dari rata-rata enam bulan menjadi enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi BDA dan agile menciptakan mekanisme inovasi yang cepat, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan pasar lokal. Integrasi keduanya juga memungkinkan perusahaan menurunkan waktu pengembangan produk, meningkatkan relevansi layanan, serta memperkuat akurasi dalam pengambilan keputusan strategis. Strategi hyperlocal yang dijalankan secara adaptif terbukti meningkatkan keberhasilan ekspansi regional dan daya saing dalam lanskap ASEAN yang sangat dinamis. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam pengembangan strategi digital berbasis data dan adaptasi organisasi lintas negara.