Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MEMINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA SMK Ni Made Wina Kariasih; Ni Luh Nanik Puspadi; Elsita Lisnawati Guntar; I Wayan Agus Wiratama; I Wayan Sumahardika
Wacana : Majalah Ilmiah Tentang Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya Vol. 25 No. 1 (2025): Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v25i1.849

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks anekdot dipengaruhi oleh belum optimalnya proses pembelajaran yang digunakan, khususnya metode ceramah yang masih mendominasi. Selain itu, minimnya penggunaan media pendukung seperti gambar menyebabkan siswa kesulitan dalam mengembangkan ide dan menyusun struktur teks yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X P4 SMK Saraswati 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 61,03 pada prasiklus, menjadi 71,38 pada siklus I. Peningkatan dari prasiklus ke siklus I sebesar 16,96%. Pada siklus II seluruh siswa telah tuntas (100%) dengan nilai rata-rata 83,10. Peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 16,42%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa secara signifikan. Dengan demikian, guru disarankan untuk menerapkan model ini sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis
Ketimpangan Linguistik di Ruang Kelas: Analisis Wacana Kritis terhadap Konstruksi Dosen tentang Kecakapan Akademik Mahasiswa Multibahasa I Gede Gita Wiastra; Ni Putu Parmini; I Wayan Sumahardika; I Wayan Agus Wiratama; I Gst Agung Ayu Nova Dwi Marhaeni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa dari perspektif dosen, representasi ketimpangan linguistik dalam konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa, dan dampak konstruksi diskursif dosen terhadap partisipasi dan pembentukan identitas akademik mahasiswa multibahasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengadopsi Analisis Wacana Kritis dalam perspektif Fairclough. Sumber data dikonstruksi dari wawancara semi-terstruktur dengan dosen dan mahasiswa di IKIP Saraswati. Data tersebut kemudian dianalisis dengan memanfaatkan konsep modalitas linguistik, konstruksi identitas pembelajar, serta pembedaan antara kompetensi bahasa akademik dan kemampuan kognitif, guna mengkaji dinamika relasi kuasa dan proses legitimasi bahasa dalam konteks praktik akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen mengonstruksi kecakapan akademik terutama melalui indikator performa lisan, seperti kelancaran, keruntutan, dan kejelasan argumentasi. Konstruksi tersebut merepresentasikan ketimpangan linguistik karena bahasa akademik dominan diposisikan sebagai standar legitimasi, sementara variasi bahasa mahasiswa multibahasa cenderung dinilai kurang memadai. Mahasiswa multibahasa memaknai wacana tersebut sebagai tekanan simbolik yang membatasi partisipasi dan memengaruhi pembentukan identitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa akademik berfungsi sebagai mekanisme seleksi simbolik yang mereproduksi ketimpangan di ruang kelas sehingga diperlukan praktik pedagogis yang lebih inklusif.