Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN METODE KONSTRUKTIVISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS IX E SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 MARGA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Nanik Puspadi
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 19 No 2 (2019): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.046 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v19i2.97

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menulis teks pidato menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa yang dapat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. Menulis teks pidato dapat membantu siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan, pendapat dan perasaan tentang suatu permasalahan. Banyak siswa mengatakan keterampilan menulis teks pidato sangatlah sulit. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada saat penelitian awal hanya sebesar 61,78 atau di bawah kriteria ketuntasan minimal. Rendahnya nilai yang diperoleh siswa disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya ketidaktepatan guru menggunakan metode pembelajaran, guru lebih banyak berteori dan kurang memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk melatih kemampuannya dalam menulis teks pidato. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode konstruktivistik dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa metode pembelajaran konstruktivistik dapat meningkatkan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebelum menggunakan metode konstruktivistik atau pada prasiklus 61,78. Pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 70,00 dengan mengalami peningkatan sebesar 13,30%. Pada siklus II, kemampuan menulis tek pidato juga mengalami peningkatan menjadi 80,35 dengan mengalami peningkatan sebesar 14,78%. Dengan demikian, melalui metode konstruktivistik kemampuan siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI DALAM BERDISKUSI DI SEMESTER 1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA IKIP SARASWATI Ni Luh Nanik Puspadi
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 20 No 1 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.953 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan morfologi yang dilakukan mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Saraswati selama berdiskusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Saraswati tahun akademik 2019/2020 sedangkan objeknya adalah kesalahan morfologi yang dilakukan oleh mahasiswa ketika berdiskusi dalam mata kuliah umum Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode perekaman dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis data deskriptif-kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa ragam kesalahan morfologi yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat berdiskusi. Wujud kesalahan morfologi yang peneliti temukan adalah penghilangan afiks sebanyak 7 buah (53,84%), peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh 2 buah (15,39%) penyingkatan morf sebanyak 1 buah (7,69%), penggunaan afiks yang tidak tepat sebanyak 1 buah (7,69%), dan penentuan bentuk dasar yang tidak tepat sebanyak 2 buah (15,39%); sedangkan wujud kesalahan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, penggantian morf, dan penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata tidak ditemukan dalam diskusi mahasiswa. Berdasarkan hal itu, dapat dikatakan bahwa kesalahan mahasiswa dari segi morfologi didominasi oleh penghilangan afiks.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MATA KULIAH ENGLISH GRAMMAR PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Ni Putu Meri Dewi Pendit; Ni Luh Nanik Puspadi
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.118 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa program studi Pendidikan bahasa Inggris IKIP Saraswati dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di IKIP Saraswati, subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan jumlah 17 mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memperoleh rata-rata 53 dalam pretest, kemudian mengalami peningkatan pada test kedua yang dilakukan dalam siklus satu yaitu 70.8, dan pada siklus kedua, rata-rata nilai mahasiswa adalah 78. Ketuntasan klasikal pada skor dasar 23.5% (4 mahasiswa). Pada test siklus I, terjadi peningkatan ketuntasan menjadi 64.7% (11 mahasiswa). Pada test siklus II, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88% (15 mahasiswa). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN TEKS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 6 TABANAN Ni Luh Nanik Puspadi
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 21 No 2 (2021): WACANA SARASWATI
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v21i1.382

Abstract

Learning to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts has been taught in class VII B State Junior High School 6 Tabanan according to the 2013 curriculum. the average obtained by students is still relatively low. This happens because of the inaccuracy of the learning method applied by the teacher when the learning process takes place. Teachers theorize more, so students feel bored and less interested in participating in learning. This study aims to describe students' abilities in identifying the structure and linguistic elements of fantasy story texts before and after applying the discovery learning method and improving learning outcomes obtained by class VII B students of State Junior High School 6 Tabanan in the 2021/2022 academic year. Data collection methods used, namely the method of observation, test method and method of recording documents. Observation method was used to obtain data about students' attitudes and behavior. The test method is used to determine the students' ability to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts. The data analysis method used is descriptive analysis method. Based on the data analysis that has been carried out, the results obtained are, the average value of students in the pre-cycle is 65.00 then in the first cycle it increases to 73.82 with a percentage increase of 14.76% and in the second cycle it increases again to 84.41 with a percentage increase of 14.76%. an increase of 15.51%. Thus, if it is connected with the action hypothesis, the ability to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts by applying the discovery learning method for class VII B students of State Junior High School 6 Tabanan in the 2021/2022 school year increases significantly. Key words: Identifying, Structure and Language Elements, Fantasy Story Text, Discovery Learning Method
Perkembangan Bahasa Anak Umur 0-3 Tahun dalam Lingkungan Keluarga Ni Luh Nanik Puspadi
WACANA : MAJALAH ILMIAH TENTANG BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 22 No 1 (2022): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v22i1.396

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of Indonesian for children aged 0-3 years in terms of phonological development and the effect of using Indonesian in pronouncing vocabulary and simple sentences. The subject was 2 years 3 months baby named Made Hanindya Adhisti. The data were obtained by using the techniques of observation and interviews then analyzed qualitatively. The results of this study showed that the pronunciation of the language spoken by Hanin at the age of 0-2 years 3 months was pronouncing the words ma..ma.-[ma] [ma], and pa..pa..- [pa ] [pa] and pronouncing other words even though the pronunciation is still not correct, such as the words ajus – [ajus], seali – [sǝali], tatak – [tata?], inga – [[iŋa], ata – [ata], aki – [aki], eyut – [eyut], anum – [anum], ambin – [ambin], acing – [aciŋ], seaka – [sǝaka], uah – [uah], ciaya – [ ciaya], Itus – [itus], kanguyu – [kaŋuyu], aya [aya] these words undergo omission and replacement of phonemes that should be good – [good], once – [skali], brother – [kaka?], ear – [teliŋa], eyes – [eyes], legs – [legs], stomach – [stomach], drink – [drink], take – [take], cat – [kuciŋ], watermelon – [sǝmaŋka], fruit – [ fruit], w olf – [wolf], mouse – [rat], kangaroo - [kaŋguru], crocodile – [crocodile]. This child's language development is influenced by environmental factors, especially, the family applying motherese, recasting, echoing, and expanding.
PENERAPAN METODE KONSTRUKTIVISTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS IX E SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 MARGA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Nanik Puspadi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 19 No 2 (2019): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.046 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v19i2.97

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menulis teks pidato menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa yang dapat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. Menulis teks pidato dapat membantu siswa dalam mengungkapkan ide, gagasan, pendapat dan perasaan tentang suatu permasalahan. Banyak siswa mengatakan keterampilan menulis teks pidato sangatlah sulit. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada saat penelitian awal hanya sebesar 61,78 atau di bawah kriteria ketuntasan minimal. Rendahnya nilai yang diperoleh siswa disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya ketidaktepatan guru menggunakan metode pembelajaran, guru lebih banyak berteori dan kurang memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk melatih kemampuannya dalam menulis teks pidato. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode konstruktivistik dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa metode pembelajaran konstruktivistik dapat meningkatkan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebelum menggunakan metode konstruktivistik atau pada prasiklus 61,78. Pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 70,00 dengan mengalami peningkatan sebesar 13,30%. Pada siklus II, kemampuan menulis tek pidato juga mengalami peningkatan menjadi 80,35 dengan mengalami peningkatan sebesar 14,78%. Dengan demikian, melalui metode konstruktivistik kemampuan siswa kelas IX E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Marga Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI DALAM BERDISKUSI DI SEMESTER 1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA IKIP SARASWATI Ni Luh Nanik Puspadi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 1 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.953 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i1.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan morfologi yang dilakukan mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Saraswati selama berdiskusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP Saraswati tahun akademik 2019/2020 sedangkan objeknya adalah kesalahan morfologi yang dilakukan oleh mahasiswa ketika berdiskusi dalam mata kuliah umum Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode perekaman dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis data deskriptif-kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa ragam kesalahan morfologi yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat berdiskusi. Wujud kesalahan morfologi yang peneliti temukan adalah penghilangan afiks sebanyak 7 buah (53,84%), peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh 2 buah (15,39%) penyingkatan morf sebanyak 1 buah (7,69%), penggunaan afiks yang tidak tepat sebanyak 1 buah (7,69%), dan penentuan bentuk dasar yang tidak tepat sebanyak 2 buah (15,39%); sedangkan wujud kesalahan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, penggantian morf, dan penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata tidak ditemukan dalam diskusi mahasiswa. Berdasarkan hal itu, dapat dikatakan bahwa kesalahan mahasiswa dari segi morfologi didominasi oleh penghilangan afiks.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MATA KULIAH ENGLISH GRAMMAR PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Ni Putu Meri Dewi Pendit; Ni Luh Nanik Puspadi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.118 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa program studi Pendidikan bahasa Inggris IKIP Saraswati dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di IKIP Saraswati, subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan jumlah 17 mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memperoleh rata-rata 53 dalam pretest, kemudian mengalami peningkatan pada test kedua yang dilakukan dalam siklus satu yaitu 70.8, dan pada siklus kedua, rata-rata nilai mahasiswa adalah 78. Ketuntasan klasikal pada skor dasar 23.5% (4 mahasiswa). Pada test siklus I, terjadi peningkatan ketuntasan menjadi 64.7% (11 mahasiswa). Pada test siklus II, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88% (15 mahasiswa). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN TEKS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 6 TABANAN Ni Luh Nanik Puspadi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 2 (2021): WACANA SARASWATI
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v21i1.382

Abstract

Learning to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts has been taught in class VII B State Junior High School 6 Tabanan according to the 2013 curriculum. the average obtained by students is still relatively low. This happens because of the inaccuracy of the learning method applied by the teacher when the learning process takes place. Teachers theorize more, so students feel bored and less interested in participating in learning. This study aims to describe students' abilities in identifying the structure and linguistic elements of fantasy story texts before and after applying the discovery learning method and improving learning outcomes obtained by class VII B students of State Junior High School 6 Tabanan in the 2021/2022 academic year. Data collection methods used, namely the method of observation, test method and method of recording documents. Observation method was used to obtain data about students' attitudes and behavior. The test method is used to determine the students' ability to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts. The data analysis method used is descriptive analysis method. Based on the data analysis that has been carried out, the results obtained are, the average value of students in the pre-cycle is 65.00 then in the first cycle it increases to 73.82 with a percentage increase of 14.76% and in the second cycle it increases again to 84.41 with a percentage increase of 14.76%. an increase of 15.51%. Thus, if it is connected with the action hypothesis, the ability to identify the structure and linguistic elements of fantasy story texts by applying the discovery learning method for class VII B students of State Junior High School 6 Tabanan in the 2021/2022 school year increases significantly. Key words: Identifying, Structure and Language Elements, Fantasy Story Text, Discovery Learning Method
Perkembangan Bahasa Anak Umur 0-3 Tahun dalam Lingkungan Keluarga Ni Luh Nanik Puspadi; Sukraningsih Gusti Ayu Gede; NI Made Wina Kariasih
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 22 No 1 (2022): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.287 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v22i1.396

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of Indonesian for children aged 0-3 years in terms of phonological development and the effect of using Indonesian in pronouncing vocabulary and simple sentences. The subject was 2 years 3 months baby named Made Hanindya Adhisti. The data were obtained by using the techniques of observation and interviews then analyzed qualitatively. The results of this study showed that the pronunciation of the language spoken by Hanin at the age of 0-2 years 3 months was pronouncing the words ma..ma.-[ma] [ma], and pa..pa..- [pa ] [pa] and pronouncing other words even though the pronunciation is still not correct, such as the words ajus – [ajus], seali – [sǝali], tatak – [tata?], inga – [[iŋa], ata – [ata], aki – [aki], eyut – [eyut], anum – [anum], ambin – [ambin], acing – [aciŋ], seaka – [sǝaka], uah – [uah], ciaya – [ ciaya], Itus – [itus], kanguyu – [kaŋuyu], aya [aya] these words undergo omission and replacement of phonemes that should be good – [good], once – [skali], brother – [kaka?], ear – [teliŋa], eyes – [eyes], legs – [legs], stomach – [stomach], drink – [drink], take – [take], cat – [kuciŋ], watermelon – [sǝmaŋka], fruit – [ fruit], w olf – [wolf], mouse – [rat], kangaroo - [kaŋguru], crocodile – [crocodile]. This child's language development is influenced by environmental factors, especially, the family applying motherese, recasting, echoing, and expanding.