Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAAFAN HAKIM (RECHTERLIJK PARDON) DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) BARU DI SISTEM PEMIDANAAN INDONESIA Anza Ronaza Bangun
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 9, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jic.v9i2.13035

Abstract

Judicial Pardon (Rechterlijke Pardon) refers to the authority granted to judges to forgive a person who is guilty of committing a minor criminal offense before a verdict is rendered. This research aims to explore in greater depth the regulatory system of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) in Indonesia’s Criminal Code (KUHP), compare it with similar provisions in other countries, examine the urgency of incorporating Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) into the new Criminal Code (KUHP), and identify the types of criminal offenses that may be resolved through Judicial Pardon. The method used in this study is a normative juridical research method with a descriptive-analytical character. Theories employed include the theory of comparative law, the theory of judicial pardon, and the theory of law enforcement. The research uses secondary data, which includes primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The techniques and tools for data collection include library research, involving the study of various literature sources such as books, legislation, and course materials related to law, as well as documentary research. The data in this research is analyzed using qualitative data analysis methods. The findings of the study reveal thatJudicial Pardon (Rechterlijk Pardon)has been included in Article 54 paragraph (2) of Law Number 1 of 2023 concerning the National Criminal Code (KUHP). The regulation of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) in Indonesia, compared to that in several European countries such as Greece, Portugal, and the Netherlands, demonstrates that each country’s legal framework has its own strengths and weaknesses regarding the concept and implementation of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon).
PENYELAMATAN KEUANGAN NEGARA DARI KEBERADAAN BAKAMLA RI (INDONESIA COAST GUARD) DENGAN TOLOK UKUR INDEKS KEAMANAN LAUT NASIONAL (IKLN) Rinaldo Dwi Putra; Sayed Fauzan Riyadi; Ilham Yuri Nanda; Anza Ronaza Bangun; Euis Ammelia
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i5.856

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan strategis terhadap tata kelola keamanan laut melalui optimalisasi Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN). Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola wilayah yurisdiksinya, di mana stabilitas keamanan laut menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan ekonomi nasional. Sebagai leading sector, Bakamla RI (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia) memiliki peran krusial dalam menyinergikan penyelenggaraan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di perairan Indonesia. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan relevansi antara parameter IKLN dengan perlindungan sumber daya maritim. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penguatan dimensi kepastian hukum dalam IKLN tidak hanya meningkatkan standar keamanan regional, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penyelamatan pendapatan negara. Keamanan laut yang stabil secara langsung berkontribusi pada peningkatan kas negara melalui optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan, dan investasi. Dengan demikian, sinkronisasi kinerja Bakamla RI dan standarisasi IKLN menjadi prasyarat mutlak dalam mewujudkan paradigma Ekonomi Biru yang berkelanjutan di Indonesia.