Weny Fibrianti
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kearsipan Kelas XI Manajemen Perkantoran SMK Negeri 1 Ponorogo Weny Fibrianti; Reizky Rino Dwi Prasetyo; Ribowo Abdullathif Wahid; Mega Shakti Pratiwi Putri; Susiani Nurtyastuti; Arief Rahman Yusuf
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7878

Abstract

Motivasi dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran kearsipan di Sekolah Menengah Kejuruan masih menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan vokasional Indonesia. Rendahnya partisipasi aktif dan capaian hasil belajar yang belum optimal menuntut adanya strategi pedagogis yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi sistem reward dan punishment serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas XI Manajemen Perkantoran SMK Negeri 1 Ponorogo pada mata pelajaran kearsipan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 32 peserta didik sebagai subjek utama, satu guru mata pelajaran kearsipan, kepala program keahlian, dan tiga peserta didik informan terpilih berdasarkan kategori prestasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terstruktur dengan indikator motivasi belajar dan interaksi pembelajaran, wawancara mendalam semi-terstruktur, serta dokumentasi prestasi belajar dan aktivitas pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, dan peer debriefing. Temuan menunjukkan peserta didik memberikan respons positif terhadap sistem reward dan punishment dengan preferensi lebih tinggi terhadap reward. Reward verbal dan sosial terbukti efektif menumbuhkan motivasi intrinsik, sementara punishment edukatif berkontribusi pada pembentukan regulasi diri. Faktor internal peserta didik dan faktor eksternal berupa dukungan orang tua serta konsistensi pendidik menjadi determinan keberhasilan implementasi. Penelitian merekomendasikan pengembangan pedoman standar, pelatihan pendidik berkelanjutan, dan mekanisme evaluasi sistematis untuk mengoptimalkan efektivitas sistem dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik.
Implementasi Project-Based Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI BD di SMKN 1 Ponorogo Weny Fibrianti; Mega Shakti Pratiwi Putri; Reizky Rino Dwi Prasetyo; Sumaji Sumaji
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif implementasi model Project-Based Learning (PjBL) serta menganalisis peningkatan hasil belajar mata pelajaran Komunikasi Bisnis pada tiga domain kompetensi siswa kelas XI Bisnis Digital (BD) di SMKN 1 Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar yang autentik. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XI BD dan satu guru pengampu, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran, seperti modul ajar, perangkat asesmen, dan produk proyek siswa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi metode, triangulasi sumber, dan member checking untuk memastikan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL dilaksanakan melalui enam tahapan sistematis, mulai dari penentuan pertanyaan pemantik, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pelaksanaan dan monitoring, pengujian hasil, hingga refleksi dan evaluasi. Tahapan tersebut mampu memfasilitasi pembelajaran yang autentik, kolaboratif, dan kontekstual dengan dunia kerja. Penerapan PjBL terbukti meningkatkan hasil belajar secara holistik, yakni pada domain kognitif melalui penguatan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis, domain afektif melalui pengembangan sikap profesional, tanggung jawab, dan motivasi intrinsik, serta domain psikomotor melalui penguasaan keterampilan teknis komunikasi bisnis. Adapun tantangan implementasi meliputi adaptasi paradigma pembelajaran, heterogenitas kemampuan siswa, keterbatasan teknologi, dan manajemen waktu. Tantangan tersebut diatasi melalui pemberian scaffolding intensif, penerapan sistem akuntabilitas kelompok, penyediaan fasilitas pendukung, serta koordinasi pembelajaran lintas mata pelajaran guna menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan tuntutan industri.
Building Teacher Literacy Culture in Vocational Schools: a Case Study of the SAKA Guru Program at The Vocational High School Level Weny Fibrianti; Alip Sugianto; Sutrisno Sutrisno
Gawi: Journal of Action Research Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v6i1.315

Abstract

Despite the extensive proliferation of the School Literacy Movement, current operational paradigms remain predominantly student-oriented, thereby failing to substantively position teachers as primary agents of literacy production, particularly within the purview of vocational education. This study aims to describe the implementation, the supporting and inhibiting factors, and the impact of the SAKA Guru Program (One Teacher One Literary Work) in holistically building teacher literacy culture at SMK Negeri 1 Ponorogo. Adopting a qualitative approach with a case study design, empirical data were harvested via semi-structured interviews, participant observation, and documentary analysis utilizing six key informants. The data were analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis through six stages: data familiarization, generating initial codes, searching for themes, reviewing themes, defining themes, and producing the research report; their validity was strengthened through source triangulation, method triangulation, and member checking. The empirical findings delineate three primary insights. First, the program's implementation produced a work-production-based teacher literacy model that positions teachers as the principal actors in the transformation of vocational literacy culture. Second, the program's success and sustainability were determined by the balance between systemic supporting factors (leadership support, facilities, training, a sharing culture, and appreciation) and inhibiting factors rooted in individuals and time constraints. Third, the program's impact emerged through a cycle of participation, work production, strengthening of professional identity, and replication of literacy culture, thereby encouraging the creation of literary works, reinforcing reading and writing habits, and cultivating a literacy culture among teachers. This study advances the theoretical paradigms of literacy as a social practice and the School Literacy Movement by translating these concepts into the realm of vocational teachers, while concurrently offering a holistic, teacher-centered literacy implementation model with teachers as producers of works that can be effectively replicated within analogous vocational contexts.