Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Patriot Program in Fostering Nationalism Among High School Students at SMAIT Peradaban Al Izzah in Sorong as a Strategy for Preventing Social Conflict in Papua: A Review of Ernest Renan’s Theory of Nationalism Heru Sujaryanto; Winarno; Machmud Al Rasyid
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 3 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i3.53006

Abstract

This condition affects the way the younger generation, especially Indigenous Papuan students, interpret their identity as part of the Indonesian nation. On the one hand, there is a historical narrative of inequality and marginalization that has developed in society, while on the other hand, the state seeks to strengthen national integration through education. This study aims to analyze the role of the Patriot Program in shaping student nationalism at SMAIT Peradaban Al Izzah in Sorong City. This study uses a qualitative approach with an ethnographic design in education. The data in this study were collected through several techniques, namely observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that the Patriot Program has an important role in shaping the nationalism of Indigenous Papuan students at SMAIT Peradaban Al Izzah in Sorong City through three main mechanisms: as an agent of socialization of national values that is dialogical and inclusive; as a medium of cross-ethnic interaction that encourages cooperation, reduces prejudice, and increases empathy between Papuan and non-Papuan students; and as a means of identity construction that allows the simultaneous integration of Papuan and Indonesian identities. These findings also show the relevance of Ernest Renan’s theory of nationalism, especially the concept of the nation as a “daily plebiscite,” which emphasizes the sustained will to live together. However, in the Papuan context, the theory needs to be complemented by a critical perspective that considers the factors of economic and political inequality in the process of forming nationalism.
Peran Program Patriot dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan Generasi Muda Heru Sujaryanto; Winarno Winarno; Triana Rejekiningsih
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7693

Abstract

Menurunnya nasionalisme generasi muda menjadi tantangan serius bagi kehidupan berbangsa, ditandai oleh lemahnya pemahaman nilai dasar negara, rendahnya kepedulian terhadap kondisi bangsa, dan melemahnya semangat kebangsaan. Kondisi ini semakin diperparah oleh perkembangan teknologi informasi yang memudahkan akses terhadap konten radikalisasi, sehingga diperlukan pendidikan dan pembinaan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Patriot dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda dan mengevaluasi efektivitas program tersebut dalam memperkuat kesadaran nasional dan karakter bangsa yang inklusif.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap dokumen program, kurikulum, modul kegiatan, serta laporan pelaksanaan Program Patriot. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Patriot berperan penting dalam menanamkan nilai kebangsaan melalui sosialisasi nilai, interaksi sosial lintas kelompok, serta pembentukan kesadaran identitas kebangsaan yang inklusif. Program ini juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter untuk mendorong generasi muda memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan tanggung jawab. Program Patriot efektif dalam memperkuat kesadaran nasional, meningkatkan kohesi sosial, dan menumbuhkan komitmen generasi muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.