Suryani Suryani
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita Putri Arvina Kurniawati; Suryani Suryani; Suri Salmiyati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2636

Abstract

Bacground: Malnutrition in Indonesia remains a major challenge in public health development. Malnutrition in toddlers can cause brain development disorders that affect learning abilities and future productivity. Growth disorders in toddlers are not only influenced by nutritional intake, but also by parenting patterns. Parenting practices play an important role in determining children's nutritional status, as good parenting practices can support optimal nutritional needs and growth and development. Purpose: To determine the relationship between parenting practices and the nutritional status of toddlers. Method: This was a non-experimental quantitative study using a cross-sectional approach. The study population consisted of parents and toddlers who actively attended health center activities at the Melati Kwarasan Nogotirto Health Center in Gamping District, Sleman, with a total of 80 respondents. The sampling technique used total sampling with 80 respondents. The research instruments were a parental care questionnaire and a calibrated digital weighing scale to determine the nutritional status of toddlers. Data analysis was performed using Fisher's Exact Test because the assumptions of the Chi-Square test were not met. Results: Statistical test results using Fisher's Exact Test show a significant relationship between parenting patterns and toddler nutritional status (p = 0.000) with a strong correlation (0.709). Conclusion: There is a significant and strong relationship between parenting patterns and the nutritional status of toddlers.   Keywords: Nutritional Status; Parenting Patterns;  Toddler.   Pendahuluan: Masalah gizi buruk di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Kekurangan gizi pada balita dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak yang berdampak pada kemampuan belajar serta produktivitas di masa depan. Gangguan pertumbuhan pada balita tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh pola asuh orang tua. Pola asuh memiliki peran penting dalam menentukan status gizi anak, karena praktik pengasuhan yang baik dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua dan balita yang aktif menghadiri kegiatan posyandu di Posyandu Melati Kwarasan Nogotirto Kecamatan Gamping Sleman dengan jumlah 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua dan timbangan berat badan digital terkalibrasi untuk penentuan status gizi balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test karena asumsi uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil: Uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan status gizi balita (p = 0.000) dengan keeratan hubungan kuat (0.709). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita.   Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Status Gizi.
Lansia, stres, dan hipertensi: Studi komunitas Muhammad Dhimas Alghifari Perdana; Suryani Suryani; Agustina Rahmawati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2940

Abstract

Background: Hypertension is a major health problem experienced by many elderly people. Every year, hypertension becomes a leading cause of death worldwide, especially among the elderly. This condition not only impacts physical health but can also cause stress in the elderly, as they must cope with activity limitations, concerns about complications, and the pressure of undergoing long-term treatment. Purpose: To determine the relationship between stress levels and the incidence of hypertension in the elderly. Method: This study used a quantitative descriptive correlation design, and a cross-sectional approach. Results: Data analysis using Spearman rank correlation yielded a correlation coefficient of 0.192 (very weak) with a significance of 0.172 because the p-value was >0.05, indicating no relationship between stress levels and the incidence of hypertension in the elderly in Nglegi Hamlet, Gunungkidul. Conclusion: Stress levels do not affect the incidence of hypertension in the elderly.   Keywords: Elderly; Hypertension; Stress.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak dialami oleh kelompok lansia. Setiap tahun, hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan stres pada lansia, karena mereka harus menghadapi keterbatasan aktivitas, kekhawatiran terhadap komplikasi, serta tekanan untuk menjalani pengobatan jangka panjang. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, dan pendekatan waktu yang digunakan adalah cross-sectional. Hasil: Analisa data menggunakan spearman rank diperoleh nilai koefisien korelasi 0,192 (sangat lemah) dengan signifikansi sebesar 0.172 karena nilai p value >0.05 yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat stress dan kejadian hipertensi lansia di Dusun Nglegi Gunungkidul. Simpulan: Tingkat Stres tidak mempengaruhi kejadian hipertensi lansia.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Stres.
The relationship between anxiety levels and hypertension among older adults Jita Gabela; Suryani Suryani; Zubaida Rohmawati
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i2.3321

Abstract

Background: Hypertension is known as the silent killer because it often does not cause specific complaints or symptoms. Normally, a person's blood pressure ranges from 100-140 mmHg systolic and 60-90 mmHg diastolic. Blood pressure is not only influenced by physical factors, but also psychological conditions. Anxiety is one psychological aspect that is closely related to hypertension. The prevalence of hypertension in Yogyakarta was highest in 2022 at 28.420 cases and lowest in 2018 (18.057 people). Purpose: To determine the relationship between anxiety levels and hypertension among older adults. Method: A quantitative research design with an analytical observation method and a cross-sectional approach on 75 elderly people suffering from hypertension using total sampling. The measurement tools used to collect data on anxiety levels were the GAI questionnaire and blood pressure measurements using a digital sphygmomanometer. The data analysis used was univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis used Kendall's tau test. Results: The results showed that 53.3% of respondents had stage 2 hypertension, and 60% of them experienced severe anxiety. The bivariate test on the variable of anxiety level with the incidence of hypertension was p value = 0.001 with a significance level of α = 0.05, which means that there is a significant relationship between anxiety level and the incidence of hypertension in the elderly. Conclusion: There is a relationship between anxiety levels and the incidence of hypertension in the older adults. Keywords: Anxiety; Blood Pressure; Elderly; Hypertension.
Pengaruh Buerger Allen Exercise (Bae) Terhadap Hipertensi Pada Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta Yulfikra Nursabela; Zubaida Rohmawati; Suryani Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.629

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg dan diastolik ≥80 mmHg yang ditetapkan melalui dua kali pengukuran pada waktu berbeda. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE), yaitu latihan untuk meningkatkan perfusi perifer melalui kombinasi elevasi dan gerakan ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan pendekatan randomized pretest–posttest control group design. Populasi berjumlah 30 lansia dengan hipertensi usia ≥60 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel dibagi menjadi 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi tensimeter digital OneMed yang telah dikalibrasi, lembar observasi, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan (microtoise), dan lembar informed consent. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pagi dari 146,33 mmHg menjadi 140,67 mmHg dan sore dari 145,67 mmHg menjadi 142 mmHg. Uji Mann–Whitney menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Perempuan Tuberculosis Di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman Suriani Suriani; Yuli Isnaeni; Suryani Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.645

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, serta terjadinya resistensi obat yang berdampak serius bagi pasien maupun sistem pelayanan kesehatan. Permasalahan ini menjadi lebih kompleks pada pasien perempuan, mengingat adanya peran ganda dalam keluarga dan masyarakat yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pengobatan. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, informasi, penghargaan, serta dukungan instrumental yang dapat membantu pasien dalam menjalani proses pengobatan secara teratur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien perempuan tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik serta tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan program pengendalian tuberkulosis.