Raihan Anwar Thaha
Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Agricultural Engineering and Technology, IPB University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fluktuasi Iklim Mikro Dalam Rumah Pembibitan Tanaman Berventilasi Alami Raihan Anwar Thaha; Budi Indra Setiawan; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.014.1.32-48

Abstract

Produksi kayu dari hutan tanaman industri di Indonesia meningkat dari 18,8 menjadi 49,6 juta m³ pada periode 2015–2022. Peningkatan ini menuntut ketersediaan bibit dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Umumnya, pembibitan dilakukan menggunakan biji atau stek di dalam greenhouse, kemudian dipindahkan ke luar ruangan saat mendekati waktu tanam. Keberhasilan pembibitan di dalam greenhouse sering terkendala oleh suhu yang melebihi batas toleransi tanaman, sehingga menghambat pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fluktuasi suhu di dalam greenhouse pembibitan Eucalyptus sebagai sumber bahan baku industri pulp dan kertas, serta mengembangkan model pindah panas yang sesuai dengan kondisi greenhouse tersebut. Kondisi iklim di dalam dan di luar greenhouse diukur menggunakan automatic weather station dengan interval 30 menit selama lima bulan. Model pindah panas yang dikembangkan menjelaskan pengaruh perubahan iklim luar terhadap suhu di dalam greenhouse. Berdasarkan kondisi greenhouse, perbedaan suhu antara lantai dan atap diabaikan sehingga model menjadi lebih sederhana. Model menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9051 dan root mean square error (RMSE) 1,31°C. Fluktuasi suhu di dalam greenhouse relatif lebih stabil, dengan rata-rata suhu 0,1°C lebih rendah dan kelembapan relatif 2,9% lebih tinggi dibandingkan di luar. Keterbatasan model ini adalah ketidakmampuannya memprediksi suhu ekstrem di luar secara akurat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut, termasuk mempertimbangkan kemungkinan perubahan nilai parameter pindah panas pada kondisi suhu yang lebih ekstrem.