Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Kondisi Fisik Pemain Futsal Amatir di Lingkungan Lahan Basah Tingkat Suhu Lingkungan dan Kelembapan Udara pada Performa Kuncoro Darumoyo; Arie Rakhman; Fadli Suardhana Eka Putra; Muhammad Ridho Illahi; Reno Saputra Ramadani
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v6i2.44823

Abstract

Lingkungan lahan basah, yang seringkali memiliki suhu dan kelembapan tinggi dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kondisi fisik pemain futsal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitaian sejumlah 30 pemain futsal, melibatkan serangkaian tes fisik yang dirancang untuk mengukur daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, fleksibilitas, dan keseimbangan pada kondisi suhu dan kelembapan yang berbeda. Terdapat perbedaan performa kondisi fisik pemain futsal pada saat pagi dan siang hari, dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,031 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai kelompok pagi dan kelompok siang. Nilai rata-rata kelompok pagi adalah sebesar 3,5 dan kelompok siang sebesar 3,333. Perbedaan selisih nilai rata-rata adalah 0,166667. Hal ini disebabkan oleh kondisi suhu dan kelembapan tempat yang digunakan untuk penelitian. Mengabaikan faktor ini sama saja dengan membiarkan performa kondisi fisik tim futsal menurun drastis dan menempatkan pemain pada risiko kesehatan. Abstract Wetland environments, which often have high temperatures and humidity, can present unique challenges to the physical condition of futsal players. This study will use a quantitative approach with a research sample of 30 futsal players, involving a series of physical tests designed to measure endurance, strength, speed, agility, flexibility, and balance at different temperature and humidity conditions. There is a difference in the performance of the physical condition of futsal players in the morning and afternoon, with a Sig. (2-tailed) value of 0.031 < 0.05, so it can be concluded that there is a significant difference between the average values โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹of the morning group and the afternoon group. The average value of the morning group is 3.5 and the afternoon group is 3.333. The difference in the average value is 0.166667. This is caused by the temperature and humidity conditions of the place used for the study. Ignoring this factor is tantamount to allowing the physical condition of the futsal team to decline drastically and putting the players at health risk.
PELATIHAN GERAKAN FUNDAMENTAL (SQUAT DAN PLANK) BAGI ATLET FUTSAL REMAJA Mahir Dwi Nugroho; Fadli Suardhana Eka Putra; Antonius Tuan Tana Ruron
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal tidak selalu identik dengan latihan teknis, namun latihan fisik juga sangat penting untuk pondasi agar atlet futsal remaja berkembang dengan baik tentu dengan form gerakan yang benar seperti Squat dan Plank. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang gerakan fundamental latihan fisik yang benar khusunya Squat dan Plank agar atlet futsal remaja punya perkembangan yang benar. Metode yang digunakan adalah teori dan praktik. Hasil dari kegiatan ini menunjukan antusiasme atlet futsal remaja terhadap edukasi form gerakan Squat dan Plank yang benar sekaligus menambah insight yang selama ini kurang benar dalam melakukan gerakan Squat dan Plank. Kedepannya diharapkan ada pelatihan yang lebih detail tentang pelatihan kondisi fisik dan teknis kepada atlet futsal remaja dan pelatih dengan pendekatan Sport Science sehingga ilmu pengetahuan tentang olahraga dan praktiknya terjembatani dan menghasilkan praktik latihan futsal yang baik, atlet futsal remaja juga akan paham tentang pengetahuan-pengetahuan latihan yang mana itu akan menjadi nilai plus dalam prespektif literasi fisik domain kognitif.
KESIAPAN FISIK DAN MANAJEMEN CEDERA SISWA PADA PROGRAM KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) Muhammad Hafiz Ihsanul Haqqi; Sunarno Basuki; Aryadi Rachman; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas latihan siswa Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang menuntut kesiapan fisik optimal dan manajemen cedera yang baik agar proses pembinaan olahraga berlangsung aman dan efektif. Kesiapan fisik diperlukan untuk mendukung daya tahan siswa dalam mengikuti latihan, sedangkan manajemen cedera penting untuk mencegah, menangani, dan memantau kondisi fisik selama aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kesiapan fisik dan manajemen cedera siswa Program KKO di SMAN 2 Amuntai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 40 siswa KKO tahun ajaran 2025/2026. Data kesiapan fisik dikumpulkan melalui Progressive Aerobic Cardiovascular Endurance Run (PACER Test), sedangkan data manajemen cedera dikumpulkan menggunakan kuesioner 32 item berbasis skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, skor tertinggi, skor terendah, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan fisik siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata PACER Test sebesar 61,90; sebanyak 50% siswa berada pada kategori cukup. Sementara itu, manajemen cedera berada pada kategori baik, dengan rata-rata 125,75; sebanyak 55% siswa berada pada kategori baik dan 45% sangat baik. Kesimpulannya, kesiapan fisik siswa KKO masih perlu ditingkatkan, sedangkan manajemen cedera sudah tergolong baik sebagai dasar pembinaan olahraga yang aman serta kebutuhan latihan siswa KKO di sekolah secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PERMAINAN JUMP CONE TERHADAP KEMAMPUAN STANDING BROAD JUMP PADA PESERTA DIDIK SMP M. Taufik Firdaus; Mita Erliana; Perdinanto; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6970

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan Standing Broad Jump peserta didik dalam pembelajaran PJOK, terutama karena variasi pembelajaran yang kurang menarik dan belum sepenuhnya mendorong aktivitas lompatan secara optimal. Standing Broad Jump penting dikembangkan karena berkaitan dengan daya ledak otot tungkai, koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan gerak eksplosif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan Jump Cone terhadap kemampuan Standing Broad Jump peserta didik SMPN 5 Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 peserta didik kelas VII yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 peserta didik kelas eksperimen dan 20 peserta didik kelas kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan permainan Jump Cone selama enam pertemuan, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran PJOK seperti biasa. Instrumen penelitian menggunakan tes Standing Broad Jump, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 145,75 menjadi 157,00 dengan gain 11,25, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 136,75 menjadi 145,00 dengan gain 8,25. Hasil paired sample t-test memperoleh p = 0,001 dan independent sample t-test memperoleh p = 0,037. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,32 kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,21 kategori rendah. Temuan ini menunjukkan perlakuan memberi pengaruh lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa. Dengan demikian, permainan Jump Cone efektif dalam meningkatkan kemampuan Standing Broad Jump peserta didik SMP secara signifikan.
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI SD Alfisah; Rahmadi; Eka Purnama Indah; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6986

Abstract

Pembelajaran PJOK pada Fase C Kurikulum Merdeka perlu memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, memodifikasi, dan mengembangkan variasi gerak secara mandiri. Namun, hasil studi pendahuluan di SDN Kelayan Timur 8 menunjukkan bahwa kreativitas gerak siswa masih rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan siswa lebih banyak meniru gerakan yang dicontohkan. Kondisi ini perlu diatasi agar siswa percaya diri, aktif, dan mampu menghasilkan ide gerak yang beragam sesuai tuntutan pembelajaran sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas gerak siswa setelah diterapkan metode Discovery Learning dalam pembelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri atas 38 siswa Fase C yang dibagi ke dalam enam kelompok belajar. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kreativitas gerak berdasarkan empat aspek kreativitas, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Perlakuan dilakukan selama enam kali pertemuan melalui tahapan stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kreativitas gerak meningkat dari 19,92 pada pretest menjadi 44,29 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 24,37 poin. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga peningkatan tersebut dinyatakan signifikan. Dengan demikian, metode Discovery Learning dapat meningkatkan kreativitas gerak siswa dalam pembelajaran PJOK dan menjadi alternatif pembelajaran yang aktif, kreatif, serta berpusat pada siswa.
Relevansi Nilai Kooperatif Kepramukaan terhadap Aspek Afektif Pembelajaran PJOK Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Muhammad Ihsan Fadil; Rahmadi Rahmadi; Syamsul Arifin; Fadli Suardhana Eka Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4278

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam agenda pendidikan global dalam kebijakan Education 2030 Framework for Action. Dalam konteks pendidikan Indonesia, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek keterampilan fisik, tetapi juga pada aspek afektif untuk pembentukan karakter melalui aktivitas gerak. Dalam Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya, PJOK diposisikan sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai sosial seperti kerjasama, sportivitas, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Gerakan Pramuka sebagai pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan nilai-nilai karakter terkhusus dalam nilai kooperatif seperti kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK pada siswa UPTD SMP Negeri 2 Bati-Bati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto non eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan observasi dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara nilai kooperatif kepramukaan dengan aspek afektif pembelajaran PJOK dengan nilai r = 0,323 dan signifikansi 0,045 < 0,05. Kontribusi nilai kooperatif terhadap aspek afektif sebesar 8%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kooperatif siswa dalam kegiatan kepramukaan, maka semakin baik pula aspek afektif dalam pembelajaran PJOK. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti motivasi belajar, hasil belajar, atau menggunakan metode penelitian yang berbeda agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.