Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Viktimologi Terhadap Prajurit TNI Pelaku Desersi Akibat Kekerasan Senioritas: Ditinjau Dari Hukum Pidana Militer Muhammad Fadil Muzakki; Yudi Widagdo Harimurti; Rusmilawati Windari
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v6i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana desersi yang dilakukan oleh prajurit TNI melalui perspektif viktimologi, khususnya mengenai peran victim precipitation dalam memicu terjadinya kejahatan. Fokus utama penelitian ini adalah apakah kekerasan yang dilakukan oleh senior atau kegagalan institusi dalam memberikan perlindungan bagi anggotanya merupakan faktor kontributif terhadap keputusan prajurit untuk melakukan desersi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan kasus dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam banyak kasus desersi yang diawali oleh konflik internal, senior yang menjadi korban "pemukulan balik" sering kali berperan sebagai provocative victim melalui penyalahgunaan wewenang dan kekerasan fisik. Selain itu, institusi dapat dipandang sebagai pelaku viktimisasi pasif akibat kegagalan sistem pengawasan terhadap praktik pembinaan yang menyimpang. Secara hukum pidana militer, meskipun desersi merupakan pelanggaran murni, pertimbangan viktimologis ini sangat penting bagi hakim militer dalam memberikan putusan yang adil guna mewujudkan keadilan restoratif dan perbaikan sistemik dalam lingkungan TNI.
DAMPAK PERKAWINAN DINI TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN Mohammad Rafli Syarifudin; Galang Robbiansyah; Muhammad Fadil Muzakki
Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi) Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Studi GESI - UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gesi.v4i2.194

Abstract

16 Tahun 2019 telah menetapkan usia minimal menikah pada 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Fenomena ini terutama terjadi di daerah pedesaan dan dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, serta pemahaman agama yang belum menyeluruh. Perempuan menjadi pihak yang paling terdampak, dengan konsekuensi berupa terputusnya pendidikan, risiko kesehatan reproduksi, ketimpangan dalam rumah tangga, serta potensi mengalami kekerasan dan ketergantungan ekonomi. Dalam perspektif hukum Islam, meskipun usia minimal tidak disebutkan secara eksplisit, prinsip maqashid al-syari’ah menekankan perlindungan terhadap jiwa, akal, dan keturunan, yang menuntut kematangan fisik dan psikis dalam pernikahan. Artikel ini menganalisis secara yuridis dan normatif dampak perkawinan dini terhadap hak-hak perempuan serta menegaskan pentingnya harmonisasi antara hukum Islam, hukum nasional, dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan. Melalui pendekatan nilai-nilai keadilan dalam Islam, artikel ini menekankan bahwa pernikahan seharusnya hanya dilakukan oleh individu yang telah matang secara menyeluruh demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.