Maddatuang
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN DIGITAL MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 12 MAKASSAR Imanuela; Rosmini Maru; Maddatuang; Amal Arfan; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/hqt9kg91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem- based learning berbantuan digital mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar. Merupakan penelitian eksperimen, nonequivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen, yaitu kelas XI.10 dan kelas kontrol, yaitu kelas XI.9. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes soal pilihan ganda berupa pre-test dan post-test serta angket berupa kemandirian belajar awal dan kemandirian belajar akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik. Melalui analisis uji independent sample T-test dan MANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai rata-rata signifikansi < 0.005. Dengan demikian, model pembelajaran problem-based learning efektiv terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar.
Persepsi Masyarakat Terhadap Degradasi Nilai-nilai Budaya Tarian Dero Dikecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Putri Damayanti; Erman Syarif; Ramli Umar; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/xwm0dz89

Abstract

Degradasi budaya merujuk pada kemerosotan nilai-nilai, norma, tradisi, dan praktik budaya dalam suatu masyarakat. Persepsi masyarakat sangat penting dalam upaya pelesatarian budaya lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Persepsi masyarakat terhadap degradasi nilai-nilai budaya tarian Dero di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai- nilai budaya tarian. 3) Untuk mengetahui dampak dari degradasi budaya tarian Dero terhadap identitas budaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian ini yaitu Tokoh Adat, Masyarakat, dan Pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai budaya pada tarian dero itu menghasilkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Faktor yang menyebabkan adalah modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat, berkurangnya komunitas dero dan kurangnnya perhatian dari pemerintah  setempat. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya perilaku menyimpang. Hilangnya keaslian budaya juga menjadi dampak dari degradasi nilai budaya ini terlihat dari perubahan makna nilai, perubahan gerakan serta musik yang dipakai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pelestarian agar budaya lokal tetap dipertahankan dengan nilai yang terkandung didalamnya.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Tradisional dalam Pemenuhan Kebutuhan Keluarga di Kelurahan Biringkassi Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Amal; Maddatuang; Fitri Handayani; Irwansyah Sukri; Muhammad Faisal Juanda
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202305

Abstract

Secara geografis masyarakat nelayan merupakan masyarakat yang hidup tumbuh dan berkembang pada wilayah peisisir yaitu suatu kawasan transisi antara wilayah darat dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana kondisi sosial ekonomi nelayan tradisional di Kelurahan Biringkassi. 2). Kendala yang dihadapi oleh nelayan tradisional dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. 3). Strategi nelayan tradisional dalam pemenuhan kebutuhan keluarga di Kelurahan Biringkassi Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah 78 responden. Teknik pengumpulan pada penelitian ini terdiri dari teknik observasi, kuesioner serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Berdasarkan kondisi sosial ekonomi tingkat pendidikan nelayan tradisional di Kelurahan Biringkassi masih tergolong rendah dimana sebagian besar responden yaitu tamat SD/Sederajat, nelayan tradisional di Kelurahan Biringkassi memiliki tingkat pendapatan sedang dengan persentase 44,87 persen, rata-rata keluarga memiliki jumlah tanggungan 3-4 orang, status kepemilikan rumah merupakan milik sendiri dengan jenis rumah papan/kayu. (2) Kendala yang dihadapi nelayan diantaranya adalah cuaca buruk, rusak peralatan yang digunakan nelayan dalam bekerja seperti rusaknya mesin dan jaring. (3) Strategi yang dilakukan nelayan tradisional di Kelurahan Biringkassi adalah melibatkan anggota keluarga dalam bekerja, melakukan pekerjaan sampingan, membiasakan hidup hemat, melakukan pinjaman uang ke kerabat (keluarga), tetangga, bank serta memanfaatkan program bantuan pemerintah.