Erman Syarif
State University of Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Degradasi Nilai-nilai Budaya Tarian Dero Dikecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Putri Damayanti; Erman Syarif; Ramli Umar; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/xwm0dz89

Abstract

Degradasi budaya merujuk pada kemerosotan nilai-nilai, norma, tradisi, dan praktik budaya dalam suatu masyarakat. Persepsi masyarakat sangat penting dalam upaya pelesatarian budaya lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Persepsi masyarakat terhadap degradasi nilai-nilai budaya tarian Dero di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai- nilai budaya tarian. 3) Untuk mengetahui dampak dari degradasi budaya tarian Dero terhadap identitas budaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian ini yaitu Tokoh Adat, Masyarakat, dan Pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai budaya pada tarian dero itu menghasilkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Faktor yang menyebabkan adalah modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat, berkurangnya komunitas dero dan kurangnnya perhatian dari pemerintah  setempat. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya perilaku menyimpang. Hilangnya keaslian budaya juga menjadi dampak dari degradasi nilai budaya ini terlihat dari perubahan makna nilai, perubahan gerakan serta musik yang dipakai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pelestarian agar budaya lokal tetap dipertahankan dengan nilai yang terkandung didalamnya.
Partisispasi Masyarakat Dalam Kegiatan  Pariwisata Di Kawasan Adat Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Erman Syarif; Hasriyanti; Reski Natalia Dua Padang; Husnul Khotimah Ihsan; Nirmala Nasir; Dwi Putri Yuni Lamart
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan di kawasan adat Ammatoa, Kajang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan, teknik pengumpulan datanya yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bentuk partisipasi masyarakat di kawasan adat Ammatoa dalam kegiatan pariwisata dimulai pada tahun 2018 dan diresmikan pada tahun 2019, bentuk partisipasi proses awal kepariwisataan karena kunjungan wisata yang meningkat, bentuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan berdasarkan sejarah pembentukan kelompok adat, bentuk partisipasi dalam pelaksanaan dengan sesuai aturan adat yang berlaku, dan bentuk partisipasi dalam pengembangan dilakukan dengan cara memelihara yang sudah ada.
Peranan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Meningkatkan Pendapatan Kawasan Kebun Raya Massenrempulu Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Hasriyanti; Erman Syarif; Sartina
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i2.20244

Abstract

Environmental education plays an important role in increasing the understanding and awareness of the community, including visitors, about the urgency of nature conservation in Massenrempulu Botanical Garden. This research aims to identify effective environmental education strategies that can increase the income of the botanical garden area as well as how to develop an environmental education model that can be implemented sustainably. The type of research applied is qualitative with a case study approach. developing Massenrempulu Botanical Garden as an effective and sustainable environmental education centre, there are three main strategies that must be integrated: diversification of funding sources, efficient management of funds, and advocacy for budget increases. These three strategies proved complementary and played an important role in supporting the botanical garden's conservation and education objectives.
Analisis Spasial Aksesibilitas Terhadap Keterjangkauan Fasilitas Pendidikan Pada Wilayah Permukiman Di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Reynaldy Almuhaimin; Ramli Umar; Sukri Nyompa; Abdul Malik; Erman Syarif
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v3i1.256

Abstract

Tingkat aksesibilitas suatu wilayah merupakan faktor yang penting dalam hal keterjangkauan untuk menuju suatu fasilitas khususnya pada bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana tingkat aksesibilitas menuju fasilitas Pendidikan yang dilihat berdasarkan jarak dan waktu tempuh yang diperlukan dari wilayah permukiman di Kecamatan Pallangga. Adapun jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis spasial, yaitu menggunakan network analysis, dan overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aksesibilitas sebaran Sekolah Dasar (SD) cenderung memiliki kriteria dekat, pada sebaran fasilitas Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) cenderung dikriteria cukup dekat, dan pada sebaran fasilitas Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) cenderung dikriteria cukup dekat
Pemetaan Sebaran Potensi Wisata Alam Untuk Pengembangan Ekowisata diKecamatan Tombolo Pao Berbasis SIG Nurul Azizah Az-zahroh; Sulaiman Zhiddiq; Erman Syarif
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kqtvzw73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi wisata alam, mengidentifikasi daya tarik wisata, menganalisis aksesibilitas serta ketersediaan fasilitas penunjang, dan mengkaji potensi pengembangan ekowisata berdasarkan empat prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dan analisis spasial melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Informan kunci ditentukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan responden masyarakat dihitung menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dari total populasi 31.096 jiwa. Instrumen penelitian meliputi peta administrasi wilayah, perangkat GPS atau telepon genggam, komputer, alat tulis, serta perangkat lunak ArcGIS 10.8, Microsoft Word, Google Maps, ArcGIS Story Maps, dan Strikingly. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 titik wisata alam yang tersebar di tujuh desa/kelurahan dengan karakteristik berupa air terjun, sungai, pegunungan, bukit, lembah, dan padang rumput yang memiliki keindahan lanskap, keunikan ekologi, serta nilai budaya dan sejarah lokal. Dari aspek aksesibilitas, jarak lokasi wisata berkisar antara 1,2–16,31 km dari pusat kecamatan dan 75–88 km dari pusat Kabupaten Gowa dengan kondisi jalan yang bervariasi. Fasilitas wisata masih terbatas dan hanya tersedia di beberapa lokasi tertentu. Berdasarkan empat prinsip ekowisata, kondisi lingkungan relatif terjaga, partisipasi masyarakat mulai berkembang meskipun kelembagaan belum optimal, peluang ekonomi lokal telah muncul, serta potensi edukasi lingkungan dan budaya cukup besar namun belum dikelola secara maksimal. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan kapasitas masyarakat, serta strategi pengelolaan dan promosi yang lebih terintegrasi.