Hasriyanti
State University of Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Identifikasi Kawasan Rentan Terhadap Abrasi di Wilayah Pesisir Kabupaten Takalar Ade Erika Putri; Hasriyanti; Abdul Malik; Abdul Mannan; Dinil Qaiyimah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/p65q8166

Abstract

Abrasi pantai merupakan permasalahan penting di wilayah pesisir yang dapat mengancam ekosistem, infrastruktur, dan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan abrasi di pesisir Kabupaten Takalar menggunakan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan enam parameter utama, yaitu perubahan garis pantai, geomorfologi, kemiringan pantai, tinggi gelombang, pasang surut, dan kenaikan muka air laut. Data diperoleh dari citra Landsat 8, DEMNAS, ECMWF, CMEMS, dan BIG, kemudian dianalisis secara spasial menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pesisir Takalar memiliki tingkat kerentanan tinggi hingga sangat tinggi. Kecamatan Mangarabombang menjadi wilayah paling rentan dengan laju abrasi –39,36 m/tahun, diikuti Galesong Selatan (–18,78 m/tahun) dan Galesong (–14,84 m/tahun). Kerentanan abrasi dipengaruhi oleh kemiringan pantai yang landai, substrat pantai yang lemah, energi gelombang tinggi, serta minimnya vegetasi pelindung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode CVI efektif untuk mengidentifikasi wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN DIGITAL MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 12 MAKASSAR Imanuela; Rosmini Maru; Maddatuang; Amal Arfan; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/hqt9kg91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem- based learning berbantuan digital mind mapping terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar. Merupakan penelitian eksperimen, nonequivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen, yaitu kelas XI.10 dan kelas kontrol, yaitu kelas XI.9. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes soal pilihan ganda berupa pre-test dan post-test serta angket berupa kemandirian belajar awal dan kemandirian belajar akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik. Melalui analisis uji independent sample T-test dan MANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai rata-rata signifikansi < 0.005. Dengan demikian, model pembelajaran problem-based learning efektiv terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMAN 12 Makassar.
Persepsi Masyarakat Terhadap Degradasi Nilai-nilai Budaya Tarian Dero Dikecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Putri Damayanti; Erman Syarif; Ramli Umar; Hasriyanti; Maddatuang
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/xwm0dz89

Abstract

Degradasi budaya merujuk pada kemerosotan nilai-nilai, norma, tradisi, dan praktik budaya dalam suatu masyarakat. Persepsi masyarakat sangat penting dalam upaya pelesatarian budaya lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1) Persepsi masyarakat terhadap degradasi nilai-nilai budaya tarian Dero di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi nilai- nilai budaya tarian. 3) Untuk mengetahui dampak dari degradasi budaya tarian Dero terhadap identitas budaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Informan penelitian ini yaitu Tokoh Adat, Masyarakat, dan Pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai budaya pada tarian dero itu menghasilkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Faktor yang menyebabkan adalah modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat, berkurangnya komunitas dero dan kurangnnya perhatian dari pemerintah  setempat. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya perilaku menyimpang. Hilangnya keaslian budaya juga menjadi dampak dari degradasi nilai budaya ini terlihat dari perubahan makna nilai, perubahan gerakan serta musik yang dipakai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk pelestarian agar budaya lokal tetap dipertahankan dengan nilai yang terkandung didalamnya.
Pengaruh Pembelajaran Geografi Terhadap Pemahaman Masalah Lingkungan Di SMA Negeri 9 Bulukumba Vivi Amanda Aulia; Abdul Malik; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pdx4ax61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran geografi terhadap pemahaman masalah lingkungan pada siswa SMA Negeri 9 Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan metode kasual komparatif dan melibatkan 58 siswa yang dipilih secara simple random sampling data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, korelasi person, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran geografi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap masalah lingkungan serta mendorong terbentuknya sikap peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran geografi dengan pendekatan kontekstual sangat direkomendasikan untuk mendukung pemahman tersebut.
PROFIL KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN MANDIRI DI DESA BONTO SUNGGU KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Sartina; Hasriyanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil kehidupan sosial ekonomi nelayan mandiri yang ada di Desa Bonto Sunggu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di desa Bonto Sunggu dengan profesi sebagai nelayan, dari populasi tersebut ditarik sampel dengan teknik non propability sampling dengan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja  banyak sampel yang di ambil adalah 30 orang dari keseluruhan populasi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal dipesisir Desa Bonto Sunggu sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Sebagian besar berumur 41-50 tahun dengan pendidikan terakhir sekolah dasar (SD), rata-rata beban tanggungan anggota keluarga sebanyak 4-6 orang dengan pendapatan > Rp. 1.000.000/bulan. Jika kita mencoba untuk membagi hasil pendapat tersebut dengan jumlah  hari dalam sebulan maka kira-kira setiap 1 rumah tangga nelayan dengan jumlah pendapatan Rp. 1.000.000/bulan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 34.000 per hari, jika jumlah tanggungan sebanyak 3 orang maka setiap individu dalam rumah tangga nelayan tersebut mendapatkan uang sebanyak Rp. 11.000. Hal ini terjadi karena tekonologi penangkapan ikan yang digunakan masih sangat sederhana. Olehnya itu kepada seluruh nelayan yang ada di Desa  Bonto Sunggu agar menggunakan teknologi-teknologi penangkapan ikan yang lebih baik, agar memperoleh hasil yang memuaskan. Dan hendaknya pemerintah setempat lebih memperhatikan peningkatan kesejahteraan nelayan setempat.
Partisispasi Masyarakat Dalam Kegiatan  Pariwisata Di Kawasan Adat Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Erman Syarif; Hasriyanti; Reski Natalia Dua Padang; Husnul Khotimah Ihsan; Nirmala Nasir; Dwi Putri Yuni Lamart
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan di kawasan adat Ammatoa, Kajang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan, teknik pengumpulan datanya yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bentuk partisipasi masyarakat di kawasan adat Ammatoa dalam kegiatan pariwisata dimulai pada tahun 2018 dan diresmikan pada tahun 2019, bentuk partisipasi proses awal kepariwisataan karena kunjungan wisata yang meningkat, bentuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan berdasarkan sejarah pembentukan kelompok adat, bentuk partisipasi dalam pelaksanaan dengan sesuai aturan adat yang berlaku, dan bentuk partisipasi dalam pengembangan dilakukan dengan cara memelihara yang sudah ada.
Peranan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Meningkatkan Pendapatan Kawasan Kebun Raya Massenrempulu Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Hasriyanti; Erman Syarif; Sartina
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i2.20244

Abstract

Environmental education plays an important role in increasing the understanding and awareness of the community, including visitors, about the urgency of nature conservation in Massenrempulu Botanical Garden. This research aims to identify effective environmental education strategies that can increase the income of the botanical garden area as well as how to develop an environmental education model that can be implemented sustainably. The type of research applied is qualitative with a case study approach. developing Massenrempulu Botanical Garden as an effective and sustainable environmental education centre, there are three main strategies that must be integrated: diversification of funding sources, efficient management of funds, and advocacy for budget increases. These three strategies proved complementary and played an important role in supporting the botanical garden's conservation and education objectives.