Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Pengurangan Siswa Sekolah Dasar Rita Solihah; Rayi Siti Fitriani; Agus Muharam
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 46 siswa kelas II SDIT Albina Purwakarta yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian pretest dan posttest serta dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada skor posttest (t = 3,127; sig. = 0,003 < 0,05). Selain itu, peningkatan kemampuan pemahaman konsep pengurangan pada kelas eksperimen juga lebih tinggi, dengan hasil uji N-gain menunjukkan signifikansi < 0,001. Dengan demikian, model CTL efektif meningkatkan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar.
Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Negeri Cibeunying Adinda Jamustika Jaisy; Agus Muharam; Ihsan Rizali; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3004

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Cibeunying melalui penggunaan media flash card. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, observasi, angket, dan wawancara, lalu dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan secara bertahap. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 56 pada pra tindakan menjadi 72 pada siklus I dan 83 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 56% menjadi 67% dan mencapai 89% pada siklus II. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Dengan demikian, media flash card efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.
Model Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas V SDN 2 Cipelah Novia Oktaviani; Agus Muharam; Annisa Nurfitriani
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar, khususnya pada materi data. Kondisi tersebut menunjukan perlunya penggunaan model pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model Contextual Teaching and learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, Tindakan, observasi, dan refleksi. Intrumen yang digunakan meliputi tes, lembar observasi, serta dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas V SDN Cipelah 2. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Sebelum tindakan, nilai rata-rata sebesar 38 dengan ketuntasan klasikal 12,5%. Pada siklus I meningkat menjadi 52 dengan ketuntasan 37,5%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 85 dengan ketuntasan mencapai 100%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar.