Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Pengurangan Siswa Sekolah Dasar Rita Solihah; Rayi Siti Fitriani; Agus Muharam
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 46 siswa kelas II SDIT Albina Purwakarta yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian pretest dan posttest serta dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada skor posttest (t = 3,127; sig. = 0,003 < 0,05). Selain itu, peningkatan kemampuan pemahaman konsep pengurangan pada kelas eksperimen juga lebih tinggi, dengan hasil uji N-gain menunjukkan signifikansi < 0,001. Dengan demikian, model CTL efektif meningkatkan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar.
Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Negeri Cibeunying Adinda Jamustika Jaisy; Agus Muharam; Ihsan Rizali; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3004

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Cibeunying melalui penggunaan media flash card. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, observasi, angket, dan wawancara, lalu dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan secara bertahap. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 56 pada pra tindakan menjadi 72 pada siklus I dan 83 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 56% menjadi 67% dan mencapai 89% pada siklus II. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Dengan demikian, media flash card efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.
Model Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas V SDN 2 Cipelah Novia Oktaviani; Agus Muharam; Annisa Nurfitriani
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar, khususnya pada materi data. Kondisi tersebut menunjukan perlunya penggunaan model pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model Contextual Teaching and learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, Tindakan, observasi, dan refleksi. Intrumen yang digunakan meliputi tes, lembar observasi, serta dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas V SDN Cipelah 2. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Sebelum tindakan, nilai rata-rata sebesar 38 dengan ketuntasan klasikal 12,5%. Pada siklus I meningkat menjadi 52 dengan ketuntasan 37,5%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 85 dengan ketuntasan mencapai 100%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar.
Pengaruh Media Display  terhadap Hasil Belajar  Siswa Sekolah Dasar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Rika Rahim; Agus Muharam; Ihsan Rizali
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3067

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Media Display terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila”. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila khususnya materi denah, guru menggunakan media pembelajaran berupa media gambar yang di tempel di papan tulis sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami denah secara konkret. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media display terhadap hasil belajar kognitif siswa. Metodologi yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan memberikan tes sebelum dan sesudah menggunakan media display. Berdasarkan uji hipotesis sig. (2-tailed) skor posttest pada hasil belajar materi denah adalah 0,000 berarti kedua kelas memiliki nilai sig. (2-tailed) skor posttest pada hasil belajar materi denah adalah 0,000 berarti k sesudah menggunakan media display
Penerapan Media Big Book untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Kelas III di Sekolah Dasar Desi Wulansari; Agus Muharam; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SD melalui penerapan media Big Book. Metode yang digunakan adalah tindakan kelas yang dilaksanakan dalam beberapa siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Media Big Book dipilih karena memiliki tampilan visual menarik dengan teks besar dan ilustrasi yang mendukung isi cerita, sehingga dapat meningkatkan minat dan fokus siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan kemampuan pemahaman membaca, ditandai dengan bertambahnya jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan kemampuan siswa dalam menyebutkan tokoh cerita, mengenali masalah, serta menyimpulkan bacaan moral pesan. Media Big Book terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran yang komunikatif dan kontekstual untuk memperbaiki pemahaman membaca siswa kelas III SD
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Media Komik Digital terhadap Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Sonia Kamelia; Agus Muharam; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3119

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas II SD Negeri 1 Pagerwangi melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media komik digital. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes membaca pemahaman, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan komik digital mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, motivasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 50 pada pretest menjadi 72 pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 44%. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menemukan informasi penting, memahami urutan peristiwa, menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan, serta menceritakan kembali isi teks. Dengan demikian, model CTL berbantuan komik digital efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Materi Pecahan Kelas III Sekolah Dasar Nenis Ati Rohayati; Agus Muharam; Annisa
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pecahan di kelas III SDN 2 Cibogo. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika konseptual yang membutuhkan kreativitas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Sampel berjumlah 32 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen belajar menggunakan PBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data diperoleh melalui pretest, posttest, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelompok eksperimen mencapai 80, sedangkan kelompok kontrol 70, dengan beberapa siswa masih berada pada nilai 60. Uji-t menghasilkan signifikansi 0,0006 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan indikator Guilford dan Torrance, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, kelompok PBL memperoleh skor lebih tinggi. Dengan demikian, PBL berpengaruh positif dalam meningkatkan berpikir kreatif siswa. 
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Firman Hidayatullah; Agus Muharam; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Panundaan berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, tes berpikir kritis, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari pra-siklus hingga siklus II. PBL terbukti mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan evaluatif, serta meningkatkan hasil belajar IPAS. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan alternatif pembelajaran kontekstual dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Pengurangan Siswa Sekolah Dasar Rita Solihah; Rayi Siti Fitriani; Agus Muharam
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 46 siswa kelas II SDIT Albina Purwakarta yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian pretest dan posttest serta dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada skor posttest (t = 3,127; sig. = 0,003 < 0,05). Selain itu, peningkatan kemampuan pemahaman konsep pengurangan pada kelas eksperimen juga lebih tinggi, dengan hasil uji N-gain menunjukkan signifikansi < 0,001. Dengan demikian, model CTL efektif meningkatkan pemahaman konsep pengurangan siswa sekolah dasar.
Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Negeri Cibeunying Adinda Jamustika Jaisy; Agus Muharam; Ihsan Rizali; Asep Nurhuda
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i1.3004

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Cibeunying melalui penggunaan media flash card. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, observasi, angket, dan wawancara, lalu dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan secara bertahap. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 56 pada pra tindakan menjadi 72 pada siklus I dan 83 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 56% menjadi 67% dan mencapai 89% pada siklus II. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi. Dengan demikian, media flash card efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.