Gema Ariprahara
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN DESTINASI WISATA MUSEUM BATIK INDONESIA BERSAMA BRAND DANAR HADI DI KOTA JAKARTA Perancangan Media Promosi untuk Museum Batik Indonesia Indira Nayyara Surosudiro; Gema Ariprahara; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Batik Indonesia merupakan museum yang didirikan dengan tujuan pelestarianwarisan dan identitas budaya masyarakat terlebihnya pada kain batik. Museum Batik berlokasipada Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Ditengah ramainya kunjungan museum,Museum Batik Indonesia masih sangat jarang untuk menjadi pilihan utama pengunjung dalammendatangi sebuah museum. Selain itu Museum Batik Indonesia terletak dibagian yang tidaksering diakses oleh wisatawan. Dengan posisi yang terpencil, Museum Batik Indonesia tidakmemiliki signage atau penunjuk arah yang dapat dibaca dengan mudah oleh wisatawan. Promosiyang dilakukan oleh Museum Batik Indonesia juga sangat minim dan tidak menyentuh targetaudiens potensial. Dari pemaparan fenomena serta masalah diatas, perancangan ini akan berfokuspada perancangan media promosi untuk Museum Batik Indonesia. Penelitian ini berfokus padaperancangan media promosi dari brand yang akan diangkat. Target Audience dari perancanganmedia promosi ini adalah usia 21-28 tahun kisaran usia remaja hingga dewasa baik perempuanatau laki-laki. Secara psikografis, perancangan ini ditargetkan untuk pecinta batik yang inginmemperluas wawasan tentang batik.Kata kunci: Museum, Wisata, Awareness, Promosi, Desain
Perancangan Iklan Destinasi Wisata Gunung Puntang “Every Adventure Tells A Story” Untuk Meningkatkan Awareness Bersama Eiger Di Kota Bandung Daviano Ade Pangestu; Gema Ariprahara; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata alam menjadi salah satu sektor yang berpotensi besar dalammeningkatkan perekonomian dan kesadaran lingkungan, terutama di wilayah Bandungyang kaya akan destinasi alam. Gunung Puntang, sebagai salah satu objek wisata alamyang memiliki nilai sejarah dan keindahan alam, belum banyak dikenal oleh generasimuda, khususnya Gen Z di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk merancangstrategi promosi efektif yang dapat meningkatkan kesadaran dan minat Gen Z terhadapdestinasi wisata alam Gunung Puntang melalui kolaborasi dengan brand lokal outdoorternama, Eiger. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka.Teori yang digunakan dalam analisis meliputi teori promosi, segmentasi pasar, sertapendekatan strategi kolaborasi brand. Hasil dari penelitian ini diharapkan menghasilkandesain strategi promosi terpadu yang dapat diterapkan secara nyata dan relevan dengangaya hidup serta media yang digunakan oleh Gen Z. Penelitian ini juga diharapkan dapatmenjadi acuan dalam promosi destinasi alam lainnya dengan pendekatan kolaboratifbersama brand lokal.Kata kunci: Kampanye Iklan, Wisata Alam, Promosi Digital, Destinasi Branding, GunungPuntang
PERANCANGAN IKLAN DESTINATION BRANDING SITU DAN CANDI CANGKUANG “KETENANGAN ALAMI DALAM SEJARAH DAN TRADISI” BERSAMA TRAVELOKA DI KOTA BANDUNG Dhafin Qinthara; Gema Ariprahara; Sri Maharani Budi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata sejarah di Indonesia memiliki potensi besar sebagai mediaedukasi dan pelestarian budaya, terutama bagi generasi muda. Situ dan CandiCangkuang di Garut merupakan salah satu destinasi yang menggabungkan nilaihistoris, keindahan alam, serta kearifan lokal. Namun, kurang kuatnya destinasibranding, rendahnya brand awareness, dan jumlah kunjungan wisatawanmenunjukkan bahwa promosi destinasi ini masih belum optimal. Penelitian inibertujuan untuk merancang kampanye iklan visual kreatif yang dapat meningkatkandaya tarik dan kunjungan ke Wisata Situ dan Candi Cangkuang. Pendekatan dilakukanmelalui strategi promosi digital dan media cetak dengan menggunakan teorikomunikasi pemasaran, AISAS, analisis SWOT, serta desain komunikasi visual.Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka. Hasil perancangan berupa konsep visual kampanye promosi kolaboratifbersama Traveloka yang dirancang untuk menjangkau target audiens usia 20–28tahun di wilayah Bandung dan sekitarnya. Diharapkan strategi ini dapatmeningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya lokal serta mendorongpertumbuhan pariwisata berbasis sejarah di Jawa Barat.Kata kunci: Kampanye iklan, Promosi Wisata, Situ dan Candi Cangkuang, Destinasi Branding Brand Awareness, Traveloka.
Islamic Aesthetics in the Visual Branding of Padang Ampera Restaurants in Java Gema Ariprahara; Sunarmi Sunarmi; Handriyotopo Handriyotopo
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v11i1.7088

Abstract

Padang Ampera restaurants, as diaspora manifestations of Minangkabau culture in urban Java, do not merely display decorative visual elements for commercial attraction. Their logos, colors, spatial markers, ornaments, halal labels, and typographic choices function as a system of signs through which identity is communicated, negotiated, and legitimized This study integrates Islamic aesthetics to explain the ethical and formal boundaries of visual expression with cultural semiotics to interpret branding as a cultural text. To achieve this objective, a qualitative descriptive-analytical approach was implemented, involving field observations at 45 Padang Ampera restaurants across Bandung, Yogyakarta, and Malang, alongside in-depth interviews with 15 informants, including 5 owners and 10 patrons. These methods allow for a systematic decoding of how Minangkabau memory, Islamic values, and the social meaning of hospitality are materialized in contemporary commercial spaces. Through this combined framework, the branding of Padang Ampera restaurants can be understood not only as a marketing strategy but also as a signifying practice that transforms everyday commercial space into a visible expression of Muslim cultural identity. This article contributes to Islamic anthropology in at least three ways. First, it extends the discussion of Islam beyond ritual and doctrinal domains into the sphere of everyday material culture by showing how Islamic values are embodied in visual branding practices. Second, it demonstrates that restaurants can function as vernacular sites of religious-cultural expression, where design choices become a medium for articulating piety, propriety, and communal identity. Third, it highlights how Minangkabau migrants in Java negotiate continuity and adaptation through visual symbols that are both commercially effective and culturally meaningful. In this sense, the study offers a practical contribution by showing that branding in Muslim cultural enterprises may operate not only as an economic instrument but also as a medium of cultural transmission, identity preservation, and ethical representation in diaspora settings.
PERANCANGAN IKLAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG ORANG SRIWEDARI “ASIKNYA, BELAJAR, LEWAT WAYANG ORANG SRIWEDARI” UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI SURAKARTA Cinta Swanovsky Prasetyo; Gema Ariprahara; Putu Raka Setya Putra
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang Orang Sriwedari merupakan seni pertunjukan dari Kota Surakarta.Namun, kurangnya promosi menjadikan minimnya pengetahuan masyarakatterhadap kebudayaan tersebut. Upaya dalam mengatasi tantangan ini dilakukanpenyusunan kampanye iklan yang bekerjasama dengan brand besar untukberpromosi. Menggunakan metode analisis data primer (kuesioner) terhadap 122responden dan data sekunder (studi literatur). Pemilihan jenis media menjadi dasarstrategi visual, dengan media ATL untuk menjangkau audiens lebih luas dan mediaBTL untuk membangun interaksi langsung. Penerapan strategi promosi mengacupada pendekatan AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) dengan mediayang di kelompokkan di setiap tahap. Tahap Attention (poster, umbul-umbul, streetfurniture, Youtube Ads, dan billboard). Tahap Interest (Instagram post dan story,transit advertising, TikTok, Leaflet dan poster). Tahap Search (Instagram Reels,Spotify Ads, website, Google Ads, flyer, brosur, wobbler, floor sticker, dan TwitterAds). Tahap Action (event dan x-banner). Tahap share (merchandise dan filterInstagram). Implementasi media dilakukan secara bertahap dan terarah agar terciptaalur komunikasi yang efektif. Hasil perancangan yang terstruktur menunjukkanbahwa strategi komunikasi visual mampu meningkatkan kesadaran dan memperluasjangkauan audiens sehingga membantu meningkatkan kunjungan wisata ke WayangOrang Sriwedari sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Kata kunci: Kampanye, Promosi, Destinasi Wisata Budaya, Desain Komunikasi Visual,AISAS, Media ATL dan BTL, Tokopedia.
PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN MUSEUM KERATON SUMENEP “TEMUKAN CERITA DI BALIK DINDING KERATON” UNTUK MEMBANGUN AWARENESS TENTANG DESTINASI WISATA MUSEUM KERATON SUMENEP BERSAMA TIKET.COM DI KOTA SURABAYA Syifa Nur Izzatulqolbi; Gema Ariprahara; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata budaya dan sejarah memiliki potensi besar untukdikembangkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.Salah satu destinasi yang kaya akan nilai sejarah dan budaya adalah MuseumKeraton Sumenep di Madura, Jawa Timur. Meskipun menyimpan koleksiartefak penting dan memiliki nilai edukatif tinggi, museum ini masihmenghadapi permasalahan rendahnya brand awareness, khususnya dikalangan generasi muda dan masyarakat urban seperti di Kota Surabaya.Untuk menjawab tantangan ini, penulis merancang kampanye iklan denganpendekatan digital dan kreatif melalui kolaborasi strategis bersama platformwisata nasional Tiket.com. Kampanye ini mengusung konsep eventexperience bertajuk Ajherang Keraton Sumenep yang dirancang agar mampumenarik perhatian dan meningkatkan minat kunjungan dengan menghadirkanmedia interaktif, booth, merchandise, serta promosi melalui platform digitalseperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Penelitian dilakukan di Kota Surabayadan Sumenep dengan menggunakan metode kualitatif yang bersumber daridata studi pustaka, wawancara, dan observasi. Analisis perancangan inididukung oleh teori AISAS dan SWOT sebagai dasar strategi komunikasi yangefektif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan awarenessterhadap Museum Keraton Sumenep di kalangan target audiens melaluikampanye yang informatif dan inspiratif, serta menjadikannya sebagaidestinasi wisata budaya unggulan yang mampu bersaing di era digital. Kata kunci: Museum Keraton Sumenep, kampanye iklan, brand awareness,AISAS, Tiket.com, Era digital
PERANCANGAN KATALOG SEPATU SEBAGAI STRATEGI PROMOSI BRAND VENTELA “GERAK NYAMAN SEHARIAN” DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE UNTUK KALANGAN GENERASI Z DI KOTA BANDUNG Rafi Jauhar Zahron; Gema Ariprahara; I Gusti Agung Rangga Lawe
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tren fashion yang dinamis di kalangan Generasi Z menuntutbrand lokal untuk terus berinovasi dalam membangun citra merek. Ventela, sebagai brandsepatu lokal yang berdiri sejak 2017, menghadapi tantangan dalam menyajikan katalogproduk yang mampu mencerminkan identitas brand serta menarik minat Generasi Z diKota Bandung. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah katalog Ventela belumkomprehensif, kurang menarik secara visual, dan minim elemen interaktif. Tujuan daripenelitian ini adalah merancang katalog sepatu Ventela yang informatif, menarik secaravisual, dan relevan bagi target audiens. Metode pengumpulan data dilakukan melaluiobservasi, wawancara, dan kuesioner, dengan analisis menggunakan model AISAS danSWOT. Hasil menunjukkan bahwa katalog yang disusun dengan pendekatan visual yangkuat, informasi produk lengkap, serta fitur interaktif mampu meningkatkan ketertarikandan kepercayaan konsumen. Kesimpulannya, perancangan katalog ini efektif dalammembangun brand image Ventela di benak Generasi Z. Manfaat dari penelitian ini adalahmemberikan panduan strategis dalam pengembangan media promosi katalog yang lebihrelevan dan berdampak terhadap citra dan pemasaran brand lokal.Kata kunci: Brand image, katalog sepatu, Generasi Z, strategi promosi, desain komunikasivisual