p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Dewi Rizzky Mutiarasari
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Asupan Lemak Dalam Ultra Processed Food (UPF) Dengan Kejadian Status Gizi Lebih Di SMA Negeri 2 Sleman Siska Rahmawati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.256

Abstract

Status gizi lebih adalah kondisi akumulasi cadangan lemak berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan kalori yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu lama. Remaja cenderung menerapkan pola konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menyebabkan peningkatan resiko status gizi lebih. Ultra Processed Food (UPF) merupakan salah satu makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi remaja karena lezat, mudah diproses, mudah didapat, dan kemasan unik. Kandungan UPF dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan asupan lemak dalam UPF dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 62 responden. Data asupan lemak dalam UPF diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ dalam periode waktu 1 bulan. Data antropometri diukur menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoise. Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian status gizi lebih sebanyak 21 responden (33,87%). Responden dengan asupan lemak dalam UPF kategori lebih yang mengalami status gizi lebih sebanyak 11 responden (61,11%). Rata-rata asupan lemak dalam UPF yang dikonsumsi remaja adalah 40,8 gram/hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dalam UPF dengan kejadian status gizi lebih di SMA Negeri 2 Sleman dengan p-value 0,004. Nilai OR diperoleh yaitu 5,34. Remaja dapat lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi asupan makanan UPF.
Hubungan Sarapan Pagi Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja Di SMA Negeri 6 Yogyakarta Fitrayanti B; Dewi Rizzky Mutiarasari; Kurnia Mar’atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.302

Abstract

Gastritis merupakan keadaan peradangan mukosa lambung disebabkan proteksi dalam lambung berkurang. Gastritis dipengaruhi oleh pola makan tidak teratur, faktor stres, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, NSAID, dan Helicobacter Pylori. Tujuan: mengetahui hubungan sarapan pagi dengan kejadian gastritis pada remaja di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 288 siswa/i kelas XI SMA Negeri 6 Yogyakarta dengan penentuan sampel menggunakan Quota sampling sebanyak 83 responden. Analisis data menggunakan uji fisher exact test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan sarapan pagi siswa kelas XI mayoritas baik sebanyak 68 orang (81,93%), kejadian gastritis sebanyak 8 orang (9,64%). Hasil uji fisher exact test didapatkan nilai p-value 1,000 dengan nilai α>0,05 tidak terdapat hubungan sarapan pagi dengan kejadian gastritis. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan sarapan pagi dengan kejadian gastritis pada remaja.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Overweight Pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta Bari Sofyana; Dewi Rizzky Mutiarasari; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.313

Abstract

Overweight saat ini masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia hingga dunia bahkan WHO mengumumkan sebagai epidemic global. Berbagai macam faktor yang menyebabkan overweight/obesitas pada remaja diantaranya adalah asupan makan, faktor genetik/keturunan, pola tidur tidak teratur dan aktivitas fisik yang kurang. Tujuan: mengetahui adanya hubungan aktivitas fisik terhadap overweight pada remaja di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dengan total sampel 42 responden. Data aktivitas fisik pada remaja di ukur menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data antropometri diukur menggunakan alat timbangan berat badan dan alat ukur tinggi badan (Mikrotoise). Analisa data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi kejadian remaja usia 13-14 tahun yang mengalami overweight dengan aktivitas fisik cukup dengan overweight sebanyak 11 responden (61 %), sedangkan responden yang tidak mengalami overweight dengan aktivitas fisik kurang sebanyak 13 responden (54 %). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik remaja dengan kejadian overweight.