Supono
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Penerapan Pola Hidup Sehat Terhadap Kualitas Hidup Penyintas Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Moza Fadzila Hayyunur Astantri; Supono; Tri Nataliswati; Taufan Arif; Tri Anjaswarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.412

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk kepatuhan minum obat, pola makan sehat, dan aktivitas fisik yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel dependen (kepatuhan minum obat, pola makan, aktifitas fisik) dengan variabel dependen (kualitas hidup) terhadap penyintas hipertensi di Desa Glanggang, wilayah kerja Puskesmas Pakisaji. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat, FFQ untuk pola makan, GPAQ untuk aktivitas fisik, dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan pola kepatuhan minum obat kategori sedang, pola makan kategori baik, pola aktivitas fisik kategori berat, kualitas hidup penyintas hipertensi kategori sedang, sedangkan analisis hubungan antar varaibel terdapat hubungan signifikan positif semua, antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (r = 0,345; p = 0,011), pola makan dengan kualitas hidup (r = 0,388; p = 0,004), dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r = 0,287; p = 0,037). Kesimpulannya Penyintas hipertensi di desa glanggang dalam kategori sedang untuk pola kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Pola makan baik, pola aktivitas fisik berat. Terdapat hubungan yang signifikan dari tiga pola hidup sehat yang masing-masing diuji korelasi dengan kualitas hidup penyintas hipetensi.
Pengaruh Pemberian Terapi Massage Kaki Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien DM Tipe II Di Wilayah Puskesmas Pakisaji Malang Soraya Qonita Zakia Athuf; Supono; Nurul Hidayah; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.431

Abstract

Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, terapi massage kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang minim resiko dan fleksibel serta dapat diterapkan dengan mudah untuk mengatasi masalah neuropati perifer namun jarang sekali di implementasikan sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage kaki terhadap nilai Ankle Brachial Index dan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe II. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre-post test control group design. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji sebanyak 126 orang, dengan sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan terapi massage kaki selama 5–10 menit setiap pagi dan sore selama dua hari. Variabel yang diamati adalah nilai ABI dan sensitivitas kaki, menggunakan instrumen berupa SOP pijat kaki, stetoskop, tensimeter, monofilamen 10g, dan lembar observasi. Rata-rata peningkatan nilai ABI sebesar 0,05 dan sensitivitas kaki sebesar 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage kaki efektif sebagai tindakan alternatif dalam mencegah komplikasi neuropati diabetic. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value = 0,008 (α < 0,05), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh terhadap sensitivitas kaki dengan p-value = 0,020 (α < 0,05). Dengan demikian, terapi massage kaki dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan yang bersifat preventif dan promotif dalam penanganan neuropati diabetik. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih lama dan pengukuran lanjutan disarankan untuk melihat efek jangka panjangnya.
Sholawat Listening Therapy Reduces Anxiety of Preoperative Patients Undergoing General Anesthesia Devi Ayu Oktavia; Taufan Arif; Rudi Hamarno; Supono
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i1.ART.p083-092

Abstract

Anxiety experienced by pre-general anesthesia patients increases respiratory frequency and heart rate, potentially leading to surgery cancellation. This study aims to evaluate the effect of listening to sholawat on anxiety of pre general anesthesia patients at Karsa Husada Hospital Batu, East Java, in March 2024. Quasi-experimental method. Non-Equivalent Group Pre and Post Test design and purposive sampling. The sample consisted of 20 patients divided into control and treatment groups. The independent variable is listening, with anxiety as the dependent variable. Therapy was given before surgery for 5-10 minutes. Data analysis used paired t test and independent t test. The study showed a significant difference between the pre-test and post-test results of the control group (p-value: 0.000). However, the post-test results in the control group showed a non-significant difference (p-value: 0.083). Independent t-test confirmed the effect between the two variables, with the significance value of the post-test of both groups <0.05. Ear stimulation, the pituitary gland and the right brain release endorphins that lower blood levels of stress hormones such as adrenocorticotropic hormone and increase feelings of happiness. It is expected that health workers apply non-pharmacological therapy listening to sholawat to reduce the anxiety of pre general anesthesia patients. Keywords: listening to prayers, anxiety, pre operative general anasthesia.
Hubungan Beban Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Lansia Menjalani Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Pandanwangi Starla Wyanti Resdianto; Nurul Hidayah; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1073

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap terapi farmakologis dan non-farmakologis. Namun, kepatuhan lansia dalam menjalani terapi diabetes masih menjadi permasalahan utama yang menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, komplikasi, hingga kematian. Kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya beban keluarga dan efikasi diri. Keluarga sebagai pendukung utama berperan penting dalam perawatan lansia, namun beban fisik, emosional, dan finansial yang berlebihan dapat menurunkan kualitas dukungan. Selain itu, efikasi diri lansia menentukan keyakinan dan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 235 pasien beserta pendapingnya, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik purpovive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Caregiver Burden Scale, Diabetes Management Self-Efficacy Scale, dan Modifikasi Morisky Medication Scale 8. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan Regresi Linear Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban keluarga dengan kepatuhan lansia (p-value = 0,018; r = -0,194) serta hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan lansia (p-value = 0,0001; r = 0,269). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa beban keluarga dan efikasi diri berhubungan signifikan dengan kepatuhan lansia. Namun dilihat dari nilai koefisien korelasi, efikasi diri merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan beban keluarga dalam memengaruhi kepatuhan lansia. Oleh karena itu, diperlukan pemberian edukasi kepada keluarga dan lansia oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam pengelolaan diabetes guna meningkatkan kepatuhan menjalani terapi.
Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan dan Diet Rendah Garam dengan Hipertensi Intradialitik pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Indah Permata Nurhayati; Sulastyawati; Taufan Arif; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1071

Abstract

Hipertensi intradialitik merupakan komplikasi yang terjadi pada pasien hemodialisis ditandai dengan peningkatan tekanan darah selama atau menjelang akhir sesi dialisis. Hipertensi intradialitik dapat dipengaruhi oleh retensi cairan dan natrium, pengaturan ultrafiltrasi, serta peningkatan aktivitas Renin-Angiotensin-Aldosterone System (RAAS). Kondisi ini berdampak serius karena dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian. Untuk mencegah terjadinya hipertensi intradialitik pasien perlu melakukan pembatasan cairan dan pengurangan asupan garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan diet rendah garam dengan kejadian hipertensi intradialitik pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional pada 64 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Fluid Control in Hemodialysis Patients Scale (FCHPS) dan Dietary Salt Reduction Self-Care Behavior (DSR-SCB). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan pembatasan cairan dengan hipertensi intradialitik (p = 0,000) dan terdapat hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan hipertensi intradialitik (p = 0,000). Kepatuhan pembatasan cairan dan diet rendah garam berperan penting dalam menurunkan risiko hipertensi intradialitik. Ketidakpatuhan dapat memicu kelebihan volume cairan yang berdampak pada peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, edukasi dan pemantauan kepatuhan diet pada pasien hemodialisis menjadi langkah penting dalam mencegah hipertensi intradialitik.