p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Supono
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penerapan Pola Hidup Sehat Terhadap Kualitas Hidup Penyintas Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Moza Fadzila Hayyunur Astantri; Supono; Tri Nataliswati; Taufan Arif; Tri Anjaswarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.412

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk kepatuhan minum obat, pola makan sehat, dan aktivitas fisik yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel dependen (kepatuhan minum obat, pola makan, aktifitas fisik) dengan variabel dependen (kualitas hidup) terhadap penyintas hipertensi di Desa Glanggang, wilayah kerja Puskesmas Pakisaji. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat, FFQ untuk pola makan, GPAQ untuk aktivitas fisik, dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan pola kepatuhan minum obat kategori sedang, pola makan kategori baik, pola aktivitas fisik kategori berat, kualitas hidup penyintas hipertensi kategori sedang, sedangkan analisis hubungan antar varaibel terdapat hubungan signifikan positif semua, antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (r = 0,345; p = 0,011), pola makan dengan kualitas hidup (r = 0,388; p = 0,004), dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r = 0,287; p = 0,037). Kesimpulannya Penyintas hipertensi di desa glanggang dalam kategori sedang untuk pola kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Pola makan baik, pola aktivitas fisik berat. Terdapat hubungan yang signifikan dari tiga pola hidup sehat yang masing-masing diuji korelasi dengan kualitas hidup penyintas hipetensi.
Pengaruh Pemberian Terapi Massage Kaki Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien DM Tipe II Di Wilayah Puskesmas Pakisaji Malang Soraya Qonita Zakia Athuf; Supono; Nurul Hidayah; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.431

Abstract

Neuropati atau kerusakan saraf adalah komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus, terapi massage kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang minim resiko dan fleksibel serta dapat diterapkan dengan mudah untuk mengatasi masalah neuropati perifer namun jarang sekali di implementasikan sebagai intervensi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage kaki terhadap nilai Ankle Brachial Index dan sensitivitas kaki pada pasien DM tipe II. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre-post test control group design. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji sebanyak 126 orang, dengan sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan terapi massage kaki selama 5–10 menit setiap pagi dan sore selama dua hari. Variabel yang diamati adalah nilai ABI dan sensitivitas kaki, menggunakan instrumen berupa SOP pijat kaki, stetoskop, tensimeter, monofilamen 10g, dan lembar observasi. Rata-rata peningkatan nilai ABI sebesar 0,05 dan sensitivitas kaki sebesar 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage kaki efektif sebagai tindakan alternatif dalam mencegah komplikasi neuropati diabetic. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value = 0,008 (α < 0,05), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh terhadap sensitivitas kaki dengan p-value = 0,020 (α < 0,05). Dengan demikian, terapi massage kaki dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan yang bersifat preventif dan promotif dalam penanganan neuropati diabetik. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih lama dan pengukuran lanjutan disarankan untuk melihat efek jangka panjangnya.