Riska Subhianti Putri
Universitas Medika Suherman

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Asep Toha Mustopa Ahmad; Yudo Triono; Riska Subhianti Putri; Cecilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.449

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Kesimpulan: Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Siklus Kemoterapi dengan Status Nutrisi pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Desi Purnamasari; Gian Endra Puspita Sari; Riska Subhianti Putri; Retno Anggraeni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23217

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is one of the most common types of cancer worldwide and often requires chemotherapy as part of its treatment. However, chemotherapy can affect the nutritional status of patients due to side effects such as nausea, vomiting, and loss of appetite. This study aims to analyze the relationship between chemotherapy cycles and nutritional status in breast cancer patients undergoing chemotherapy at Sentra Medika Cibinong Hospital. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach, using univariate and bivariate data analysis with the chi-square test. The sampling technique used was purposive sampling, involving 40 respondents out of 64 breast cancer patients who underwent chemotherapy in January 2025. Nutritional status was assessed using the Malnutrition Screening Tool (MST) questionnaire. The results showed that 55% of respondents were in their third chemotherapy cycle (with drug administration lasting 6–8 hours), 50% had a normal body mass index (BMI), and 52.5% had good nutritional status. A significant relationship was found between chemotherapy cycles and nutritional status, with a p-value of 0.010 (p 0.05). Future researchers are advised to include other variables such as daily food intake, physical activity, stress levels, and social support, which may also influence nutritional status. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy Cycle, Nutritional Status, Malnutrition Screening Tool (MST).  ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di dunia dan sering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat memengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang dari 64 pasien yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p = 0,010 (p 0,05). Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti asupan makanan harian, aktivitas fisik, tingkat stres, dan dukungan sosial yang dapat memengaruhi status nutrisi. Kata Kunci: Kanker Payudara, Siklus Kemoterapi, Status Nutrisi, Malnutrition Screening Tool (MST).
Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani Vivi Nila Sari; Riska Subhianti Putri; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.738

Abstract

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Stature Meter, timbangan berat badan, dan juga menggunakan Medline. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja tengah. Selain itu terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000) serta terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi Restu Syifa Meliyana; Riska Subhianti Putri; Tri Wahyuni Ismoyowati; Hana Pricilla Frudence Sohilait
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.757

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masihmenjadi masalah kesehatan global. Tingginya angka kejadian tuberkolosis dipengaruhi oleh berbagai faktor,diantaranya status sosial ekonomi dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas CibarusahKabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain descriptive correlation danpendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 pasien TB paru dengan sampel sebanyak 92responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerstatus sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson Smoking Behavioral Questionnaire). Analisis datamenggunakan uji korelasi spearmen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara statussosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru (p-Value 0,000; r = -0,607) serta terdapat hubungan antaraperilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru (p-Value 0,031; r = 0,225). Disimpulkan bahwa statussosial ekonomi dan perilaku merokok berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru.
Hubungan Pola Makan Rendah Natrium Dalam Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang Muhamad Ryan Sahwal; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Riska Subhianti Putri; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v9i1.471

Abstract

Hypertension is a major health problem that carries a risk of serious complications such as stroke, heart disease, and kidney disorders, one of which is triggered by excessive sodium intake in the diet. Therefore, adopting a low-sodium diet as a nonpharmacological intervention is important to help control blood pressure in patients with hypertension. This study aims to determine the relationship between a low-sodium diet and blood pressure in hypertensive patients at the Tambelang Community Health Center. This study employed a quantitative analytical method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 95 respondents selected using purposive sampling. Data on low-sodium dietary patterns were obtained via the Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), while blood pressure was measured using a sphygmomanometer. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. The study findings indicate that respondents with a good-category low-sodium diet were predominantly in stage 1 hypertension, totaling 35 respondents (63.6%). Respondents in the “poor” category were predominantly in stage 2 hypertension, totaling 25 respondents (62.5%). The results of the Chi-Square test showed a p-value of 0.012 (p < 0.05), indicating a significant association between low-sodium dietary patterns and blood pressure.