Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Penerapan Breathing Exercise Pranayama pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Putri, Eliza; Yani, Emul; 'Irfan, M. Zul; Hendra, Donny
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.25

Abstract

Isu kesehatan jiwa menjadi masalah yang serius dan mengkhawatirkan di banyak Negara termasuk Indonesia. Salah satu masalah kesehatan jiwa yang perlu perhatian lebih adalah risiko perilaku kekerasan. Pasien dengan risiko perilaku kekerasan akan memberikan dampak bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Dampak perilaku kekerasan yang dilakukan pasien terhadap dirinya adalah dapat mencederai dirinya sendiri atau merusak lingkungannya. Dalam mengurangi risiko perilaku kekerasan tindakan yang dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) dan terapi non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat dilakukan yaitu latihan pernapasan seperti breathing exercise pranayama. Breathing exercise pranayama dapat menurunkan tanda dan gejala pada pasien risiko perilaku kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan asuhan keperawatan jiwa dengan penerapan breathing exercise pranayama pada pasien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan teknik eksperimen (perlakuan) pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 2 orang. Instrumen yang digunakan berupa Skala Respons Umum Fungsi Adaptif (RUFA) dengan proses pengujian pre test dan post test. Waktu pelaksanaan dilakukan selama 4 hari dimana setiap hari dilakukan 1 kali latihan pada pagi hari selama 10 putaran. Tempat pelaksanaan di Ruangan Kuantan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di nilai pre test sebelum dilakukan terapi breathing exercise pranayama dan post test setelah dilakukan breathing exercise pranayama.
Penerapan Terapi Suara Alam terhadap Penurunan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Kuantan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Hendri, Khairani Rahmi; Yani, Emul; Irfan, M. Zul'; Hendra , Donny
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.27

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan pengalaman mendengar suara tanpa adanya stimulus nyata. Gejala ini dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang signifikan, termasuk kecemasan, isolasi sosial, dan risiko perilaku agresif. Penanganan umumnya dilakukan secara farmakologis menggunakan antipsikotik, namun intervensi nonfarmakologis seperti terapi suara alam mulai dilirik sebagai pendekatan komplementer yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi suara alam dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di Ruangan Kuantan, Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus berbasis Evidence Based Practice terhadap dua pasien dengan diagnosis skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dengan satu sesi per hari selama 10 menit menggunakan perangkat Virtual Reality (VR) yang menyajikan suara aliran sungai dan kicauan burung. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor AHRS pada pasien pertama dari 11 menjadi 8 dan pasien kedua dari 12 menjadi 7. Perubahan ini mencerminkan penurunan frekuensi, durasi, dan intensitas halusinasi, serta peningkatan kontrol diri pasien terhadap gejala. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi suara alam melalui media VR efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mendukung penanganan halusinasi pendengaran dalam praktik keperawatan jiwa.
Hubungan Activity Daily Living dengan Pengontrolan Gula Darah Lansia dengan DM di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Pitriani, Pitriani; Putri, Veni Dayu; Ezalina, Ezalina; Yani, Emul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6980

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan memerlukan pengontrolan gula darah yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam pengontrolan gula darah pada lansia dengan DM adalah kemampuan melakukan Activity of Daily Living (ADL), karena aktivitas harian berhubungan dengan penggunaan glukosa dan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Activity of Daily Living dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 24 Desember 2025-20 Januari 2026 menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia penderita dm dengan kunjunga di Puskesmas payung Sekaki Kota Pekanbaru sebanyak 201 pada 3 bulan terakhir bulan juli, Agustus, September tahun 2025, Dengan jumlah sempel 132 lansia penderita DM yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Activity of Daily Living (Barthel Index) dan lembar observasi pengontrolan gula darah berdasarkan kartu sehat lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value bernilai < 0,001, Berarti pada nilai p value didapatkan hasil <0,05 maka H0 ditolak, yang berarti ada huabungan Activity Daily Living (ADL) dengan pengontrolan gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik lansia melakukan aktifitas sehari-hari, maka semakin baik pengontrolan gula darahnya.
SOSIALISASI MITIGASI TANGGAP BENCANA BANJIR MELALUI SOSIALISASI DAN INOVASI POSTER DI DESA RANAH Yani, Emul; Rahmi, Laila Maulida; Safitr, Naysa Dwiva; Puja, Puja; Khansa, Zahwa Auzura
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57011

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang berpotensi terjadi di Desa Ranah, Kabupaten Kampar, mengingat kondisi geografis desa tersebut yang membentang di sepanjang Sungai Kampar dan dekat dengan PLTA XIII Koto Kampar. Curah hujan yang tinggi selama musim hujan menyebabkan peningkatan debit air sungai akibat pembukaan pintu bendungan, sehingga meningkatkan risiko banjir yang dapat mengancam keselamatan dan aktivitas masyarakat. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana banjir merupakan faktor yang dapat memperburuk dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu, Kelompok KKN-Tematik Desa Ranah, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, melakukan kampanye penyadaran mitigasi bencana banjir menggunakan poster edukasi yang didistribusikan di lokasi-lokasi strategis di desa tersebut. Poster poster tersebut berisi informasi tentang risiko banjir dan langkah-langkah yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah terjadi banjir. Metode yang digunakan adalah sosialisasi mitigasi bencana dan edukasi melalui selebaran poster berisi informasi pentingnya mitigasi banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan masyarakat Desa Ranah dalam menghadapi potensi bencana banjir sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Setelah sosialisasi dan penyampaian materi, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tingkat pengetahuan siswa meningkat hingga 81% dan sikap kesiapan mencapai 76%. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan diterima dan dipahami