Quarter-life crisis merupakan krisis psikologis dan emosional pada masa transisi yang dirasakan oleh individu dengan rentang usia 20-30 tahun berkaitan dengan keadaan stres, depresi, dan ketakutan akan masa depan, sebagai respons diri terhadap perubahan konstan, ketidakstabilan yang memuncak, serta dihadapkan banyaknya pilihan hidup. Dampak negatif quarter-life crisis membuat individu mengalami kesepian mendalam yang memicu untuk mulai mempertanyakan kebesaran dan kuasa Allah, meragukan kasih sayang-Nya, merasa tidak ditolong, serta merasa sendirian dalam menghadapi ketidakberdayaan dalam hidup, sehingga menciptakan jarak yang memperlemah hubungannya dengan Allah. Pada kondisi ini, resiliensi sangat diperlukan oleh individu untuk dapat bangkit, bertahan, mengatasi berbagai rintangan, dan beradaptasi dengan situasi yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kandungan Q.S. Ad-Dhuha ayat 3-4 terhadap penguatan karakter resilien dalam pendidikan Islam di era quarter-life crisis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Ad-Dhuha ayat 3-4 mengandung nilai-nilai pendidikan yang membangun karakter resilien, yaitu personal competence, trust in one’s instincts, positive acceptance of change, sense of control, dan spiritual influence berlandaskan nilai tauhid. Q.S. Ad-Dhuha ayat 3-4 memiliki relevansi kuat sebagai landasan penguatan karakter resilien dalam pendidikan Islam sehingga dapat membentuk generasi yang optimis, tangguh, serta berorientasi positif.