Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERNIKAHAN SIRI’ DAN KERENTANAN HAK PEREMPUAN: Analisis Maqashid Syariah Terhadap Perlindungan Perempuan Muh. Haras Rasyid; Ahmad Badwi
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2158

Abstract

Pernikahan siri merupakan fenomena sosial-keagamaan yang masih bertahan dalam masyarakat Muslim Indonesia. Praktik ini sering dianggap sah secara agama karena terpenuhinya rukun dan syarat nikah, tetapi tidak memiliki kekuatan administratif karena tidak dicatatkan pada lembaga negara. Akibatnya, perempuan dalam pernikahan siri berada pada posisi rentan dalam pemenuhan nafkah, perlindungan hukum, akses terhadap hak ekonomi, serta perlindungan martabat dan status sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis kerentanan hak perempuan dalam pernikahan siri melalui perspektif maqashid syariah, khususnya pada aspek perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), harta (ḥifẓ al-māl), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan kehormatan (ḥifẓ al-‘irdh). Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan konseptual dan maqashid syariah, menggunakan studi kepustakaan terhadap literatur fiqh, karya maqashid (al-Syatibi dan Ibn ‘Ashur), serta regulasi perkawinan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan siri cenderung melahirkan mafsadah yang bertentangan dengan tujuan syariah karena memperlemah perlindungan perempuan secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan pencatatan perkawinan sebagai instrumen maslahat yang sejalan dengan maqashid syariah, serta penguatan literasi hukum keluarga Islam dan akses pemulihan melalui mekanisme isbat nikah.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal: Relevansi Konsep Doi’ Pallawa Wanua dalam Pembentukan Karakter Bangsa Muh Sudirman; Mustaring Mustaring; Muh. Haras Rasyid
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam tradisi Doi’ Pallawa Wanua serta relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Permasalahan ini penting dikaji dalam konteks upaya memperkuat karakter bangsa berbasis moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Doi’ Pallawa Wanua mengandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap otoritas, tanggung jawab sosial, ukhuwah, tawakkul, dan ta’awun. Nilai-nilai tersebut mencerminkan keterpaduan antara norma adat dan ajaran Islam, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter kolektif masyarakat Bugis. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan informal yang mentransmisikan nilai-nilai moral lintas generasi. Temuan ini menegaskan bahwa Doi’ Pallawa Wanua dapat diposisikan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan nilai keislaman yang relevan untuk penguatan karakter bangsa dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan.