p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Mejuajua
Yona Putri Karinia
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampung Bebas Demam Berdarah Melalui Program Ecohealth Village Berbasis Education For Sustainable Development Armaita Armaita; Linda Marni; Hidayati Hidayati; Rika Wulandari; Yona Putri Karinia
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.357

Abstract

Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan salah satu wilayah dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) yang tinggi dan fluktuatif sejak tahun 2016. Tingginya kasus DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan Aedes aegypti, antara lain kondisi rumah, pengelolaan sampah, jarak antar rumah, keberadaan tempat penampungan air, tanaman hias, pekarangan, serta genangan air sebagai tempat perindukan alami. Upaya pengendalian yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pembentukan kader juru pemantau jentik (jumantik) dan penggunaan larvasida abate, belum menunjukkan hasil yang optimal. Bahkan, penggunaan abate secara berulang diduga telah menyebabkan resistensi larva, sehingga pengendalian vektor menjadi semakin sulit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan DBD di Nagari Pakandangan tidak hanya berkaitan dengan faktor lingkungan, tetapi juga rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan. Sebagai upaya penyelesaian, dilaksanakan program pengabdian masyarakat selama tiga tahun melalui pembentukan Kampung Bebas Demam Berdarah berbasis Ecohealth Village dan Education for Sustainable Development. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kader jumantik melalui sosialisasi DBD, penyuluhan mengenai tugas dan tanggung jawab kader, pelatihan pembuatan formulir jumantik, pemantauan dan pemberantasan jentik, serta pembuatan media edukasi berupa poster. Hasil kegiatan tahun pertama menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader jumantik. Luaran kegiatan meliputi video kegiatan, publikasi media daring, artikel pada jurnal terakreditasi nasional, serta perbaikan tata nilai masyarakat di bidang kesehatan.
Penerapan Model Lingkungan Sehat Berbasis Health Education Sebagai Pencegahan Tuberculosis (TB) Di Nagari Punggung Kasiak Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Linda Marni; Armaita Armaita; Vivi Yuderna; Rika Wulandari; Yona Putri Karinia; Rika Armalini
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.359

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Kabupaten Padang Pariaman termasuk kabupaten dengan kejadian TB tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Barat.Nagari Punggung Kasiak cendrung memiliki angka suspek TB dengan rata-rata >35%. Temuan ini meunjukkan bahwa masyarakat tidak menyadari sudah terkena Tb. Permasalahan di Nagari Punggung Kasiak lebih kepada kondisi lingkungan yang tidak sehat dan masyarakat yang tidak peduli jika ada keluarga ataupun tetangga yang mengalami batuk yang bisa saja berindikasi Tb, maka diberikan solusi dengan menerapkan model lingkungan sehat melalui health eduation. Kegiatan ini difokuskan pada permasalahan kesadaran masyarakat yang kurang karena rendahnya pengetauan dan kesalahan persepsi masyarakat mengenai Tb. mengatasi lingkungan tidak sehat yang menjadi sarang potensi penyakit Tb. Untuk pencegahan berkembang biaknya kuman tb maka dilakukan dengan sosialisasi melalui workshop kemudian dilanjutkan pemberian health education kepada tokoh masyarakat dan guru, pembentukan Tim Siaga Tb dan penyusunan atribut health education.