Cindy Swastika Rahmania
Universitas Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Hukum Digital bagi Ibu PKK Desa Selogabus: Bijak Bermedia Sosial dan Transaksi Online: Digital Legal Literacy for Women's Group of PKK in Selogabus Village: Promoting Responsible Social Media Use and Safe Online Transactions Hanin Alya' Labibah; Gesa Bimantara; Cindy Swastika Rahmania
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9270

Abstract

Media sosial kini juga berperan besar dalam membentuk opini publik dan interaksi sosial di tingkat komunitas desa, melalui platform seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram, ibu-ibu PKK sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi kegiatan, bahkan mempromosikan produk lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum digital dan kesadaran etika bermedia sosial serta transaksi online bagi ibu-ibu PKK di desa Selogabus. Metode yang kami terapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu metode sosialisasi hukum dimana tim dari pengabdian kepada Masyarakat memberikan materi terkait dengan literasi hukum digital, diskusi ringan serta diakhiri dengan quiz serta mini games untuk melihat sebagaimana responsif peserta dalam menerima materi yang telah disampaikan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta memahami bahwa aktivitas di dunia maya memiliki konsekuensi hukum yang nyata, baik dalam penggunaan media sosial maupun transaksi online. Setelah kegiatan, para peserta menunjukkan perubahan sikap lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial. Serta bahwa pemberdayaan ibu-ibu PKK merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang melek hukum, cerdas digital, dan beretika dalam dunia maya, dengan pemahaman hukum digital yang baik, masyarakat dapat terhindar dari pelanggaran hukum serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif dan produktif.
Penguatan Nilai-Nilai Kebudayaan melalui Pendidikan dan Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi: Strengthening Cultural Values through Education and Young Generation to Face the Challenges of Globalization Teguh Wibowo; Vira K Destia; Cindy Swastika Rahmania; Selviana A Nur
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8947

Abstract

Globalisasi membawa perubahan signifikan dalam pola kehidupan, pemikiran, dan perkembangan budaya masyarakat, terutama pada generasi muda yang menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh budaya global. Tantangan yang muncul berupa melemahnya identitas budaya, hilangnya nilai-nilai lokal, serta meningkatnya homogenisasi budaya akibat perkembangan teknologi dan media digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebudayaan melalui pendidikan dan sosialisasi yang diberikan kepada generasi muda agar memiliki kesadaran budaya yang kuat dalam menghadapi dinamika globalisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan peserta dari kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) GAMA Kedungadem kabupaten Bojonegoro dengan jumlah peserta sebanyak 115 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai urgensi pelestarian kebudayaan serta tantangan globalisasi terhadap eksistensi budaya lokal. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan mampu mengidentifikasi strategi pelestarian budaya, seperti digitalisasi karya budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas budaya sekolah. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu membangun kesadaran kritis peserta terhadap pentingnya mempertahankan identitas budaya serta mempersiapkan generasi muda menjadi agen pelestarian budaya di era globalisasi.