Helena Devi Ariyani
Politeknik Maritim Negeri Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Smart Mom Project: Meningkatkan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak melalui Literasi Digital: Smart Mom Project: Enhancing Mothers’ Role in Children’s Education through Digital Literacy Ahmad Umam Aufi; Dhesi Wulan Sari; Helena Devi Ariyani; Deri Herdawan; Khoirotun Nafillah; Kirtyana Nindita
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9401

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Smart Mom Project: Meningkatkan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak melalui Literasi Digital” dilaksanakan di RT 9 RW 1 Krajan, desa Wringinputih, kecamatan Bergas, kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital ibu rumah tangga yang berdampak pada kurang optimalnya pendampingan belajar anak serta pengelolaan penggunaan gawai (gawai) di lingkungan keluarga. Hasil observasi awal menunjukkan keterbatasan kemampuan ibu dalam mengoperasikan smartphone, memahami platform pembelajaran daring, serta rendahnya pemahaman terkait keamanan digital dan pengelolaan waktu layar anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi digital ibu rumah tangga agar mampu mendampingi pendidikan anak secara lebih aktif, bijak, dan terarah di era digital. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan klasikal, demonstrasi langsung, praktik mandiri, diskusi kelompok, serta pendampingan melalui kunjungan rumah dan komunikasi daring. Materi yang diberikan mencakup literasi digital dasar, pemanfaatan gawaigawai untuk pembelajaran, pengaturan parental control, pemilihan konten edukatif, serta pengelolaan screen time anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan digital peserta. Secara kuantitatif, 85% peserta mampu mengatur fitur keamanan digital, 90% mampu membedakan konten edukatif dan non-edukatif, serta 80% berhasil menerapkan pengelolaan screen time anak secara lebih terstruktur. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mendampingi anak belajar, interaksi keluarga yang lebih positif, serta penurunan konflik terkait penggunaan gawaigawai. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran ibu dalam pendampingan pendidikan anak berbasis literasi digital dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar keluarga yang lebih sehat.