Tantangan baru anak usia dini di Era Digital yaitu adanya risiko cyberbullying dan pemisahan sosial karena ketergantungan dari Gadget. Landasan sosiologis PAUD yang meliputi nilai,norma dan interaksi sosial merupakan menjadi hal yang penting untuk membangun resiliensi anak agar mampu beradaptasi secara positif di Era Digital.Untuk metode pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Adapun untuk data sekundernya dikumpulkan dari artikel jurnal nasional maupun internasional yaitu yang diterbitkan dari tahun 2017 sampai 2025 yang melalui basis data Google Scholar, ERIC, ResearchGate, dan DOAJ.Analisisnya dilakukan dengan teknik sintesis tematik untuk mengintegrasikan temuan dari berbagai sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Landasan sosiologis PAUD secara stabil memberikan peran positif terhadap resiliensi anak.Dan untuk Strategi integratifnya yaitu melalui program PAUD Holistik Integratif yang melibatkan saling mendukung antara guru, sekolah, dan orang tua dan itu menjadi kunci utama. Selain itu, penerapan pola asuh partisipatif dan pengasuhan teknologi pintar atau intelligent technoparenting terbukti sangat efektif dalam meminimalisir dampak negatif digital serta dapat menanamkan nilai karakter pada anak seperti mampu bekerja sama, mandiridan kepedulian pada Generasi Alpha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Landasan sosiologis berfungsi sebagai ketahanan sosial yang mengubah membentuk individu beretika. Keberhasilan resiliensi anak di era digital bukan hanya hasil kekuatan internal, Melainkan hasil kolaborasi holistik antar lingkungan sosial yang saling mendukung.