Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kritis Diskriminasi Dalam Sistem Peradilan Pidana Terhadap Penyandang Disabilitas Mental Sebagai Korban Kekerasan Seksual Marina; Erna Dewi; Emilia Susanti; A. Irzal Fardiansyah; Aisyah Muda Cemerlang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diskriminasi dalam sistem peradilan pidana serta mengkaji upaya perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas mental sebagai korban kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur terkait. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi terjadi dalam berbagai tahapan proses peradilan pidana, mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Korban menghadapi hambatan komunikasi, keterbatasan aksesibilitas, serta stigma negatif yang melemahkan posisi dalam pembuktian. Meskipun perlindungan hukum telah diatur dalam berbagai peraturan, implementasinya masih belum optimal akibat hambatan struktural, kultural, dan substantif. Temuan juga menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman aparat penegak hukum berkontribusi terhadap perlakuan yang tidak setara. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi hukum serta penyediaan akomodasi yang layak guna menjamin akses keadilan yang setara.
Penyitaan Kendaraan Bermotor dalam Penegakan Hukum terhadap Balap Liar(Studi pada Unit Gakkum Polres Pringsewu) Yehezkiel Diko Ardiyansah; Rinaldy Amrullah; Aisyah Muda Cemerlang; Heni Siswanto; Mamanda Syahputra Ginting
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 4 No. 1 (2026): Juli - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jkhkp.v4i1.2363

Abstract

Illegal street racing is a traffic violation that frequently occurs, posing risks to road user safety and public order. Motor vehicle seizure is a law enforcement measure employed by the police to address this violation. This study aims to examine the implementation of motor vehicle seizures involving illegal street racers by the Law Enforcement Unit (Unit Gakkum) of the Pringsewu Resort Police (Polres Pringsewu) and to analyze the factors influencing the effectiveness of this implementation. The study employs both normative-juridical and empirical-juridical approaches, gathering data through literature reviews and interviews with the Head of the Law Enforcement Unit at Polres Pringsewu. The collected data were analyzed using a descriptive-qualitative method. The results indicate that the seizure process has been carried out in accordance with Law Number 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation and the Criminal Procedure Code (KUHAP). However, the effectiveness of the seizure measures is still constrained by suboptimal criminal sanction regulations, limited personnel and storage facilities for seized items, low public legal awareness, and a persistent culture of illegal street racing among adolescents. These conditions demonstrate that the success of seizure as a law enforcement instrument requires adequate facilities, continuous supervision, and preventive measures to reduce illegal street racing violations within the jurisdiction of Polres Pringsewu.