Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL : CASE STUDY Suryanti, Anik; Sarwinanti, Sarwinanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56542

Abstract

Edukasi manajemen laktasi merupakan intervensi keperawatan penting dalam mendukung keberhasilan menyusui, khususnya pada ibu post sectio caesarea yang sering mengalami hambatan fisik dan kurangnya pengetahuan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan maternitas melalui pemberian edukasi manajemen laktasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien post sectio caesarea di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.  Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang pasien nifas hari pertama post sectio caesarea dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan disusun berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dengan fokus pada edukasi manajemen laktasi.  Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi manajemen laktasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan kesiapan pasien dalam menyusui, ditandai dengan kemampuan pasien menjelaskan kembali materi edukasi dan sikap positif terhadap pemberian ASI. Studi ini menyimpulkan bahwa edukasi manajemen laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu post sectio caesarea dan dapat dijadikan intervensi keperawatan yang aplikatif dalam praktik keperawatan maternitas.
The relationship between spousal support and anxiety in third trimester pregnant women facing childbirth: at the Godean II Community Health Center. Putri Reiniyah Hasan Hasan; Diah Nur Annisa; Sarwinanti Sarwinanti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 12 (2026): March Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i12.2758

Abstract

Background: The third trimester of pregnancy is a phase of preparation for childbirth that is often accompanied by anxiety in pregnant women. Physical and psychological changes that occur can affect the mental readiness of mothers. Spousal support is an important factor in reducing anxiety levels prior to childbirth. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between husband support and anxiety in pregnant women in the third trimester in facing childbirth. Method: This study used a quantitative research design with a descriptive correlational approach and a cross-sectional time frame. Results: Analysis of the data using Spearman's rank correlation coefficient yielded a correlation coefficient of -610 with a significance of 0.000. Because the p-value was ≤0.05, Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a significant relationship between spousal support and the anxiety of pregnant women in their third trimester in facing childbirth. Conclusion: Spousal support affects the anxiety of pregnant women in their third trimester facing childbirth.
Hubungan perilaku pemakaian pembalut dengan kejadian fluor albus santriwati Maharani, Charlie Fatria Izha; Handayani, Dwi Sri; Sarwinanti, Sarwinanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2620

Abstract

Background: The prevalence of vaginal discharge (fluor albus) in adolescent girls remains high and is a reproductive health issue that requires attention. Preliminary studies indicate a tendency for sanitary napkin use to be inconsistent with hygiene principles during menstruation, which is accompanied by the appearance of symptoms of vaginal discharge (fluor albus). Purpose: To determine the relationship between sanitary napkin use and the incidence of vaginal discharge (fluor albus) in female students. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 85 female students. A questionnaire was used to measure sanitary napkin use and the incidence of vaginal discharge (fluor albus). Data were analyzed bivariately using the Fisher's Exact test and contingency coefficient. Results: The study showed that the majority of respondents (43 respondents) used sanitary napkins correctly. Furthermore, 57 respondents (67.1%) experienced physiological vaginal discharge. Fisher's exact test showed a significant relationship between sanitary napkin usage behavior and the occurrence of fluor albus in female students, with a p-value of 0.000. The contingency coefficient test showed a moderate relationship between the two variables, with an r-value of 0.528 and a positive correlation. Conclusion: Improper sanitary napkin usage behavior is directly related to an increased incidence of fluor albus.   Keywords: Female Adolecent Student; Fluor Albus; Sanitary Pad usage.   Pendahuluan: Kejadian fluor albus pada remaja putri masih menunjukkan prevalensi yang tinggi dan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian. Studi pendahuluan menunjukkan adanya kecenderungan perilaku pemakaian pembalut yang tidak sesuai dengan prinsip kebersihan selama menstruasi, yang disertai dengan munculnya gejala fluor albus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemakaian pembalut dengan kejadian fluor albus pada santriwati. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 santriwati. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku pemakaian pembalut serta kejadian fluor albus. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dan koefiesien kontingensi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memakai pembalut dengan cara yang benar, yaitu sebanyak 43 orang (50.6%). Selain itu, sebanyak 57 responden (67.1%) mengalami kejadian fluor albus fisiologis. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkah laku penggunaan pembalut dengan terjadinya fluor albus pada santriwati dengan nilai p-value = 0.000. Hasil uji koefisien kontingensi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tergolong sedang, dengan nilai r sebesar 0.528 dan arah hubungan positif. Simpulan: Perilaku pemakaian pembalut yang tidak tepat berhubungan langsung dengan peningkatan kejadian fluor albus.   Kata Kunci : Fluor Albus; Pemakaian Pembalut; Santriwati.