Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Manusia dalam Islam: Studi Literatur tentang Penciptaan, Eksistensi, dan Peran sebagai Hamba serta Khalifah di Bumi Shalsabilah Indah Ramadhani; Ulil Hidayah; Winda Sari Siregar; Muhammad Rifai Harahap
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dalam perspektif Islam dipandang sebagai makhluk multidimensional yang memiliki aspek biologis, intelektual, sosial, dan spiritual. Namun, kajian modern seringkali memahami manusia secara parsial sehingga menghasilkan pemahaman yang terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manusia dalam Al-Qur’an melalui berbagai istilah serta mengkaji keterkaitannya dengan ilmu pengetahuan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah dan literatur relevan. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manusia dalam Al-Qur’an tercermin melalui istilah al-basyar, al-insan, al-nas, dan bani Adam yang merepresentasikan dimensi berbeda namun saling melengkapi. Selain itu, tahapan penciptaan manusia dalam Al-Qur’an memiliki keterkaitan dengan ilmu embriologi modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara perspektif keislaman dan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan pemahaman manusia yang komprehensif dan seimbang.
Kajian Deskriptif Kualitatif Spektrum Atom Hidrogen dalam Kontribusi Pembentukan Model Atom Bohr Peronika Simamora; Zukhrufi nahla; Salsabila indah ramadani; Winda sari siregar; Shintia monauli sinurat; Ladestam Sitinjak; Deo Demonta Panggabean
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model atom Thomson dan Rutherford tidak mampu menjelaskan dua fakta empiris mendasar: kestabilan atom dan pancaran spektrum garis diskrit. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara deskriptif kualitatif bagaimana spektrum emisi atom hidrogen menjadi landasan empiris bagi pembentukan model atom Niels Bohr (1913). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan historis-konseptual; data berupa dokumen primer (makalah Balmer, Rydberg, Rutherford, dan Bohr) serta dokumen sekunder (buku teks dan artikel jurnal 2021–2026) dianalisis dengan analisis isi kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa (i) elektrodinamika klasik memprediksi keruntuhan atom Rutherford dalam orde  dan spektrum kontinu; (ii) regularitas deret Lyman, Balmer, Paschen, Brackett, dan Pfund terangkum dalam rumus Rydberg ; (iii) postulat Bohr tentang orbit stasioner, kuantisasi momentum sudut , dan frekuensi Bohr  menghasilkan  serta ; dan (iv) panjang gelombang teoretis lima garis Balmer dengan koreksi massa tereduksi bersesuaian dengan data eksperimen dalam selisih relatif kurang dari . Disimpulkan bahwa spektrum hidrogen berperan sebagai kunci empiris yang memaksa fisika memasukkan kuantisasi ke dalam struktur atom, meskipun model Bohr kemudian digantikan oleh mekanika kuantum.