Poniman Poniman
Universitas Negeri Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Transformasi Digital dalam Manajemen Operasional All You Can Eat pada Hotel X di Solo M. A. Jaya Damanik; Bekti Nugrahadi; Aditiya Pratama Daryana; Deddy Ray Girsang; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel X is a three-star hotel located in the city center of Solo that offers an all-you-can-eat buffet service as its main dining attraction. This study aims to analyze the implementation of digital transformation in the operational management of the all-you-can-eat service at Hotel X Solo using a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with the general manager, food and beverage manager, head chef, and operational staff, participant observation for 14 days, and document analysis. The results show that Hotel X has implemented digital technologies including an integrated property management system, digital inventory management, an online feedback system, and a customer database. This implementation resulted in a 32% reduction in food waste, a 45% increase in inventory turnover, a 25% reduction in food preparation time, and an 18% increase in customer satisfaction. The main challenges faced include staff adaptation to new technology, internet connectivity issues, and budget constraints.
Analisis Hakikat dan Implementasi Demokrasi Pancasila di Indonesia: Studi Literatur Josua Christian Panggabean; Dzaki Roihansyah; Rizqan Tharmizi Surbakti; Mursal Sormin; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis hakikat dan implementasi Demokrasi Pancasila di Indonesia melalui pendekatan studi literatur sistematis. Dengan menggunakan sembilan jurnal akademik terpilih yang diterbitkan antara 2020 hingga 2025, artikel ini menerapkan metode sintesis kualitatif-komparatif untuk mengidentifikasi fondasi filosofis (hakikat) dan dimensi praktis (implementasi) Demokrasi Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa Demokrasi Pancasila berpijak secara konstitusional pada sila keempat--kedaulatan rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan--dan secara ontologis berbeda dari demokrasi liberal Barat dalam penekanannya pada musyawarah-mufakat, kolektivisme, dan kepemimpinan bermoral. Ketegangan implementasi yang teridentifikasi meliputi: pergeseran menuju model mayoritarian yang tidak konsisten dengan prinsip konsensus Pancasila, erosi nilai-nilai kolektif melalui mekanisme demokrasi liberal, ketidakcukupan kepemimpinan etis di bawah populisme elektoral, dan ketimpangan sosial-ekonomi yang persisten yang melemahkan sila kelima tentang keadilan sosial. Artikel ini berkontribusi pada tipologi terstruktur yang membedakan hakikat (normatif-filosofis) dari implementasi (empiris-institusional), mengungkapkan kesenjangan yang persisten antara cita-cita konstitusional dan realitas demokratis.
Peran Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia dalam Membentuk Kesadaran Kebangsaan Mahasiswa pada Era Modern: Studi pada Mahasiswa Universitas Negeri Medan Dion Elkana Napitupulu; Jeremy Joy Pasha Panggabean; Giovanno Dela Gratiano Situmeang; Simon Alexander Marbun; Daniel Fivesah A.Tambunan; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia yang mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di era modern, globalisasi dan perkembangan teknologi menjadi tantangan bagi mahasiswa dalam menjaga kesadaran kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia dalam membentuk kesadaran kebangsaan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami pentingnya Wawasan Nusantara dalam menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan, toleransi, dan cinta tanah air. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Wawasan Nusantara perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa mampu menjaga persatuan bangsa di era modern.
Bela Negara Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Nasional di Era Dinamika Global Nikodemus Chris Juanito; Jekson Simamora; Sapril Olifla Hutagalung; Andre Hasiholan Pasaribu; Rhyno Ramadhan; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan nasional merupakan kemampuan dan ketangguhan esensial yang harus dimiliki setiap bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya di tengah ancaman global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsepsi ketahanan nasional secara komprehensif, mencakup wujud, sifat, unsur pendukungnya, serta urgensi partisipasi warga negara. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketahanan nasional Indonesia tidak murni bertumpu pada kekuatan fisik militer, melainkan diwujudkan melalui pendekatan integratif "Asta Gatra", yang menggabungkan aspek alamiah (Tri Gatra) dan aspek sosial (Panca Gatra) secara seimbang. Untuk menopang konsepsi tersebut, upaya nyata yang dapat dilakukan adalah melalui aktualisasi bela negara. Bela negara bukan sekadar tindakan perlawanan militer, melainkan keterlibatan aktif warga negara dalam menjaga stabilitas multidimensi bangsa. Kesimpulannya, ketahanan nasional yang kuat senantiasa membutuhkan sinergi yang kolaboratif antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil yang dilandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Harmoni Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Mewujudkan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Demokratis Nayla Salsabila; Ezrani Simatupang; enny Rizky Brada Hutauruk; Putra Wahid; Arif Subarkah Perangin Angin; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua unsur mendasar yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya memiliki hubungan timbal balik yang harus dilaksanakan secara seimbang agar tercipta kehidupan masyarakat yang tertib, adil, dan demokratis. Di Indonesia, pengaturan mengenai hak dan kewajiban warga negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru yang memengaruhi pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut, seperti rendahnya kesadaran hukum, penyalahgunaan kebebasan berpendapat, serta menurunnya kepedulian terhadap kepentingan umum. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep hak dan kewajiban warga negara, landasan konstitusionalnya, serta pentingnya membangun harmoni di antara keduanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan nasional, dan mewujudkan tujuan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan hak dan kewajiban secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.