Fitriana
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Pemanfaatan Bunga Mawar untuk Produksi Minyak Atsiri di Wilayah Sawahan Nganjuk Fitriana; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Nurita Apridiana Lestari
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n1.p1-7

Abstract

Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu wilayah penghasil bunga mawar (Rosa indica L.). Bunga tersebut tidak hanya memiliki sisi keindahan namun juga memiliki segudang manfaat. Bunga mawar menghasilkan minyak yang dapat dijadikan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat di sektor kosmetik, farmasi, serta aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengolahan bunga mawar di Desa Ngliman menjadi produk bernilai tambah serta memberikan pendampingan kepada masyarakat. Dengan metode penelitian berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara, ditemukan bahwa kondisi tanah dan iklim mendukung untuk budidaya bunga mawar. Namun, para petani dihadapkan pada tantangan seperti minimnya pemahaman mengenai teknik budidaya yang efektif, keterbatasan akses terhadap teknologi penyulingan modern, serta strategi pemasaran hasil produksi yang belum optimal. Produksi minyak atsiri dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika didukung pelatihan, penyediaan alat modern, serta strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, pengembangan wisata edukasi berbasis budidaya bunga mawar berpotensi menarik wisatawan sekaligus mempromosikan produk local. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara petani, pemerintah, dan pelaku industri untuk mengatasi berbagai tantangan, mengoptimalkan potensi ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan keberhasilan optimalisasi potensi ini.