Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ethnophysics Edutainment: Exploring the Potential of Local Wisdom-Based Virtual Reality Media Development in Physics Education Mozza Pinkan Edelweiss; Yuhanes Hari Nugroho; Julianto Julianto; Nina Fajriyah Citra; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p40-48

Abstract

Physics education is often perceived as abstract and lacking context, leading to low interest and engagement among students. The integration of local wisdom and immersive technologies, such as Virtual Reality (VR), is seen as a promising approach to bridging this gap. This study aims to explore the needs of students in the development of VR-edutainment media based on ethnophysics as an alternative to traditional physics learning, which is more contextual, interactive, and meaningful. The study employs a quantitative descriptive approach using simple random sampling techniques with 30 high school students, comprising grades X and XI. The instrument was an online questionnaire comprising 20 statements grouped into four main aspects: interest in learning physics, integration of local wisdom, science literacy, and technology utilization. The collected data were analyzed using descriptive statistics to identify trends in student responses, supplemented by qualitative interpretations to enhance the understanding of the findings. The results showed that the majority of students responded positively to physics learning linked to local wisdom, while also showing high enthusiasm for the use of interactive technology. More than 80% of respondents stated that digital simulations helped them understand concepts and made learning more enjoyable; however, a small number of students still struggled to explain natural phenomena scientifically. These findings underscore the importance of learning media that integrates local culture with immersive technology, thereby enhancing the learning experience to be more contextual, meaningful, and aligned with the needs of the digital generation. In conclusion, this study successfully mapped the initial needs of students for the development of ethnophysics-based VR edutainment media. The development of ethnophysics-based VR-edutainment media holds significant potential to enhance science literacy while strengthening students’ connection to their cultural heritage, thereby fostering more meaningful and transformative learning experiences.
Pemetaan Tren Penelitian Permainan Lompat Tali sebagai Media Pembelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal: Analisis Bibliometrik Nayara Janatus Zahra; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Wirawan Fadly
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p74-87

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Permainan lompat tali tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki relevansi dengan konsep fisika, khususnya gerak vertikal ke atas. Namun, pemetaan perkembangan penelitian terkait topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren dan potensi permainan lompat tali dalam pembelajaran gerak vertikal ke atas melalui analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus pada 20 Oktober 2025 menggunakan kata kunci “Jump Rope” atau “Ethnophysics” dengan rentang tahun publikasi 1974–2024. Proses pencarian menghasilkan 176 artikel yang dianalisis menggunakan teknik co-authorship, keyword co-occurrence, dan co-citation. Visualisasi dan pemetaan jaringan pengetahuan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait permainan lompat tali dalam konteks pembelajaran sains masih relatif terbatas, namun menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pemetaan kata kunci dan klaster tematik mengindikasikan keterkaitan antara permainan tradisional, kearifan lokal, pendidikan berbasis budaya, serta konsep-konsep fisika yang relevan dengan gerak vertikal ke atas. Berdasarkan hasil bibliometrik, kajian mengenai permainan lompat tali menunjukkan tren peningkatan dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran gerak vertikal ke atas yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Temuan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran fisika berbasis etnosains serta mendukung integrasi permainan tradisional dalam kurikulum untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Analisis Permasalahan MGMP Fisika di Sidoarjo: Upaya Meningkatkan Profesionalisme Melalui Penelitian Utama Alan Deta; Alfi Nurlailiyah; Suliyanah Suliyanah; Habibi Habibi; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Nadi Suprapto; Setyo Admoko
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v2n2.p42-47

Abstract

Kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam profesionalisme guru. Namun, banyak guru, termasuk guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo, yang menghadapi kendala dalam memenuhi tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika Kabupaten Sidoarjo dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai kendala yang dihadapi oleh guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo dalam menyusun artikel ilmiah. Data diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik guna menemukan pola-pola permasalahan yang teridentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima kendala utama yang dihadapi oleh guru, yaitu keterbatasan waktu yang disebabkan oleh beban kerja harian yang tinggi, rendahnya keterampilan menulis artikel ilmiah, ketidaktahuan tentang platform publikasi ilmiah, tingginya biaya publikasi, serta minimnya dukungan dari institusi. Selain itu, banyak guru yang kesulitan dalam menyusun artikel yang sesuai dengan kaidah ilmiah, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya publikasi ilmiah dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah masih menjadi tantangan signifikan bagi guru MGMP Fisika di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering dilakukan, guru menghadapi kesulitan dalam mengubah hasil penelitian menjadi karya ilmiah yang terpublikasi. Sebagai solusi disarankan perlunya langkah strategis, seperti pelatihan intensif dalam penulisan ilmiah, pendampingan dalam proses publikasi, serta kebijakan institusi yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.
Potensi Pemanfaatan Bunga Mawar untuk Produksi Minyak Atsiri di Wilayah Sawahan Nganjuk Fitriana; Heny Aryani; Ananda Dwi Pratiwi; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Nurita Apridiana Lestari
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n1.p1-7

Abstract

Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu wilayah penghasil bunga mawar (Rosa indica L.). Bunga tersebut tidak hanya memiliki sisi keindahan namun juga memiliki segudang manfaat. Bunga mawar menghasilkan minyak yang dapat dijadikan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat di sektor kosmetik, farmasi, serta aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengolahan bunga mawar di Desa Ngliman menjadi produk bernilai tambah serta memberikan pendampingan kepada masyarakat. Dengan metode penelitian berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara, ditemukan bahwa kondisi tanah dan iklim mendukung untuk budidaya bunga mawar. Namun, para petani dihadapkan pada tantangan seperti minimnya pemahaman mengenai teknik budidaya yang efektif, keterbatasan akses terhadap teknologi penyulingan modern, serta strategi pemasaran hasil produksi yang belum optimal. Produksi minyak atsiri dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika didukung pelatihan, penyediaan alat modern, serta strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, pengembangan wisata edukasi berbasis budidaya bunga mawar berpotensi menarik wisatawan sekaligus mempromosikan produk local. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara petani, pemerintah, dan pelaku industri untuk mengatasi berbagai tantangan, mengoptimalkan potensi ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan keberhasilan optimalisasi potensi ini.