Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMIZATION OF LQ45 INDEX STOCK PORTFOLIO ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE USING SINGLE INDEX MODEL Wily Andresen; Teddy Chandra; Evelyn Wijaya; Yusnita Octafilia Th. A. Y. I; Mimelientesa Irman
Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2026): Bilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/bilancia.v10i1.5823

Abstract

This research aims to identify and analyze the optimization of the LQ45 Index stock portfolio on the Indonesia Stock Exchange using the Single Index Model for the period 2013-2023. The population in this study consists of the 45 companies listed in the LQ45 Index. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 34 companies. The research began by collecting closing stock price data from January 1, 2013, to December 31, 2024, to determine the optimal portfolio. The analysis technique used is quantitative descriptive analysis through the Single Index Model approach. The results of this study indicate that the performance of the Single Index and Markowitz methods in forming optimal portfolio results in the same portfolio return. However, there is a difference in the variance and standard deviation values, with the Single Index method showing higher values compared to the Markowitz method. Furthermore, 31 out of the 34 sample stocks were included in the optimal portfolio, namely HRUM, BRPT, EMTK, TOWR, MEDC, AMRT, AKRA, INKP, ITMG, BBCA, ANTM, PTBA, ESSA, ADRO, BBNI, MAPI, ACES, CPIN, BMRI, KLBF, BBRI, GGRM, UNVR, BBTN, ICBP, EXCL, INCO, PGAS, INDF, UNTR, and TLKM. Based on the optimal portfolio, the expected return is 3.282%, with a risk of 0.267% from the investment in this portfolio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Optimalisasi Portofolio saham Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Single Index Model Pada Year 2013-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahan yang terdaftar pada Indeks Saham LQ45 sebanyak 45 perusahaan. Pemilihan sampel data dilakukan secara purposive sampling di dapat sebanyak 34 perusahaan. Yang telah di kumpulkan dimulai dengan mengumpulkan data harga saham penutupan periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2024 sampai mendapatkan portofolio optimal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan tahapan Single Index Model. Hasil Penelitian ini menunjukkan terlihat antara kinerja metode Single Indeks dan Markowitz dalam membentuk portofolio optimal menghasilkan return portofolio yang sama, hanya yang menunjukan perbedaan pada variance dan standar deviasi memiliki nilai yang berbeda antara metode tersebut, dengan nilai yang di tunjukan lebih tinggi pada metode Single Indeks dari pada metode Markowitz. Kemudian terdapat 31 saham dari 34 sampel penelitian yang termasuk portofolio optimal yaitu HRUM, BRPT, EMTK, TOWR, MEDC, AMRT, AKRA, INKP, ITMG, BBCA, ANTM, PTBA, ESSA, ADRO, BBNI, MAPI, ACES, CPIN, BMRI, KLBF, BBRI, GGRM, UNVR, BBTN, ICBP, EXCL, INCO, PGAS, INDF, UNTR, dan TLKM. Berdasarkan portofolio optimal yang terbentuk maka return ekspektasinya adalah sebesar 3.282%. Dan risiko yang harus dihadapi dari hasil investasi pada portofolio tersebut adalah sebesar 0.267%.
Penguatan Kapasitas Manajemen Peternak Kambing pada Era Digitalisasi di Kabupaten Kampar Harry Patuan Panjaitan; Anton Anton; Ahmad Zulkarnain Estu; Hidayat Syahputra; Amirudin M Amin; Ermina Rusilawati; Syukri Hadi; Pujiono Pujiono; Dominicus Josephus Swanto; Yuni Friska; Wilson Tang; Wily Andresen
JUDIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUDIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan kambing merupakan salah satu kegiatan ekonomi masyarakat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun pada praktiknya masih banyak dikelola secara tradisional dengan keterbatasan dalam aspek manajemen usaha dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak kambing di Kabupaten Kampar mengenai manajemen usaha peternakan kambing di era digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan yang mencakup materi manajemen usaha peternakan kambing, pencatatan keuangan sederhana, pemanfaatan teknologi digital, serta pengenalan penyusunan model bisnis menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peternak terhadap pentingnya pengelolaan usaha yang terencana, pencatatan keuangan yang sistematis, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung operasional dan pemasaran usaha. Selain itu, peternak memperoleh wawasan awal mengenai perencanaan model bisnis usaha peternakan kambing yang lebih terstruktur. Meskipun kegiatan ini belum dilengkapi dengan proses pendampingan, sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan telah memberikan dasar pengetahuan yang penting bagi peternak untuk mulai menerapkan manajemen usaha yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan usaha peternakan kambing yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing di Kabupaten Kampar.
Relevansi Ajaran Siddhartha Gautama tentang Pengelolaan Harta, Meningkatkan Literasi Keuangan Umat Muda Wily Andresen; Wilson Tang; Yuni Friska; Romeo Sangputra; Onny Setyawan
JUDIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUDIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relevance of Siddhartha Gautama's teachings on wealth management in improving the financial literacy of the younger generation, particularly at the Dharma Loka Temple in Pekanbaru. The research background is based on the gap between financial literacy and financial inclusion levels in Indonesia, as well as the importance of developing the younger generation to manage their finances wisely in the modern era. The method used was a Community Service activity through seminars, lectures, and practical training conducted face-to-face. The material presented covered basic financial management concepts, simple financial record-keeping, the use of digital technology, and financial management based on Buddhist teachings, particularly the Sigalovada Sutta, which emphasizes the wise distribution of wealth. The results of the activity showed an increase in participants' understanding, awareness, and a change in mindset regarding the importance of planned financial management. Participants also began to understand the importance of distinguishing between needs and wants and showed interest in utilizing digital technology for financial management. Overall, this activity made a positive contribution as an initial step in improving the financial literacy of the younger generation based on Buddhist values. Keywords: financial literacy, wealth management, Buddhism, young generation, community service