Dita Lestari
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SENI TARI MENJADI CARA MEMPERBAIKI SUASANA HATI ANAK Ruren Purihatul Azqia; Diya; Mutiara Pusparani Dwi Putri; Dita Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.4821

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan jalan utama dan awal dalam menempuh pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pengelolaan suasana hati pada anak sejak dini sangat diperlukan karena, ketika anak menumpuk permasalahan dalam dirinya maka akan menyebabkan dampak tidak baik, dan dampaknya tidak hanya pada individu. Karakteristik anak  yang juga terlihat dari hati yang polos dan sikap yang cendrung berubah sesuai dengan usianya dalam kurun waktu yang sangat cepat. Hal tersebut, perlu menjadi perhatian bagi semua orangtua serta pendidik yang memberikan andil terbesar dalam menyukseskan tumbuh kembang mereka.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran dari seni tari dalam memperbaiki suasana hati anak usia dini di RA baitus sholihin Almustofa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data pokok bersumber dari hasil wawancara dan observasi. Seni tari tidak dilaksanakan setiap hari melainkan dijadwalkan selama seminggu 1 kali dan dilaksanakan pada hari jumat. Seni tari di Paud kahtaini berhasil mengembalikan semangat dan kejenuhan anak ketika melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat konsentrasi dan fokus anak lebih lama dan mereka terlihat lebih ceria dibandingkan dengan sebelum mereka mengikuti kegiatan seni tari.
KAJIAN LITERATUR TENTANG PENERAPAN PRINSIP NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN EMOSIONAL DI PAUD HARAPAN BANGSA Dita Lestari; Shinta Lapi Sari; Alwin Yunsa Nurhasanah; Femi Imelia Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i2.6306

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai hasil penelitian serta teori terkait penerapan prinsip neurosains dalam pembelajaran anak usia dini. Kajian ini menekankan bagaimana konsep neurosains dapat digunakan sebagai dasar dalam mengoptimalkan perkembangan kognitif dan emosional anak melalui praktik pembelajaran yang selaras dengan cara kerja otak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, dengan menelaah 50 sumber ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2025. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, evaluasi kritis, dan sintesis tematik terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip neurosains dalam pembelajaran anak usia dini berkontribusi positif terhadap penguatan fungsi kognitif, pengendalian emosi, dan peningkatan motivasi belajar anak. Pembelajaran yang berorientasi pada cara kerja otak, lingkungan emosional yang aman, dan stimulasi multisensori terbukti efektif dalam membentuk fondasi perkembangan anak secara holistik. Kajian ini diharapkan menjadi referensi konseptual bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis neurosains di lembaga PAUD di Indonesia.
Strategi Guru Dalam Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Oirgami Ditinjaun Dari Aktivasi Lobus Pariental Melati Safitri; Mhonalisa Amanda; Dwi Kurniati; Berliana Kusuma Dewi; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan origami dengan meninjau aktivasi lobus parietal sebagai pusat integrasi sensorimotor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelompok B dan dua puluh anak usia 5–6 tahun di TK IT AL-QISWAH Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama, yaitu pembiasaan motorik, pembelajaran berbasis pengalaman konkret, dan diferensiasi kesulitan lipatan. Strategi tersebut terbukti meningkatkan koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, serta ketepatan gerakan anak. Aktivitas origami menstimulasi kerja simultan antara sistem visual, taktil, dan motorik yang berpusat pada lobus parietal, sehingga mendukung perkembangan persepsi spasial dan kontrol gerak halus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman guru tentang konsep neuroedukasi agar kegiatan pembelajaran di PAUD tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga menguatkan fungsi neurologis anak
Peran Neurosains Dalam Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini Egi Widia Zafitri; Pia Tamara; Hajar Anjani; Desta Audea; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran neurosains dalam mendukung perkembangan otak anak usia dini melalui kajian sistematis terhadap lima puluh artikel ilmiah nasional dan internasional. Kajian dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara stimulasi multisensori, interaksi sosial, lingkungan emosional, serta pengalaman bermain terhadap proses pembentukan sinaps, perkembangan fungsi eksekutif, dan kemampuan bahasa pada anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan tahapan seleksi artikel, pengkodean tematik, dan sintesis data berdasarkan kesamaan pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi dini yang kaya pengalaman sensorik dan interaksi responsif terbukti memperkuat konektivitas neural dan meningkatkan kemampuan kognitif serta regulasi emosi. Sebaliknya, paparan stres kronis berdampak negatif pada perkembangan area otak yang mengatur memori dan kontrol diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip neurosains dalam kurikulum dan praktik pembelajaran PAUD merupakan kebutuhan penting agar dukungan perkembangan anak berlangsung optimal. Temuan penelitian memberikan rekomendasi bagi pendidik dan lembaga PAUD untuk merancang lingkungan belajar yang aman, kaya bahasa, dan berbasis bermain