Wildan Murtadho
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Pembelajaran PAI: Studi Fenomenologis Siti Aminah; Decky Saputra; Faizal Ahmad Akbar; Wildan Murtadho; Bambang Irawan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1100

Abstract

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai religius dengan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi P5 dalam pembelajaran PAI serta memahami pengalaman guru dan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif guru dan peserta didik dalam pelaksanaan P5. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dalam pembelajaran PAI mampu memperkuat internalisasi nilai religius, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian sosial peserta didik. Kegiatan projek yang terintegrasi dengan materi PAI juga meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan P5 masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap desain projek serta keterbatasan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru serta dukungan kelembagaan agar implementasi P5 dalam pembelajaran PAI dapat berjalan secara optimal.
Internalisasi Nilai Akhlakul Karimah melalui Pendidikan Agama Islam: Studi Pustaka Rafali Fitra Hanafia; Rafel Rahmansah; Yoga Adji Pangestu; Wildan Murtadho; Dalima Septiria
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.950

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah. Di tengah tantangan degradasi moral akibat globalisasi dan perkembangan teknologi digital, pendidikan tidak hanya dituntut mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, proses, serta tantangan internalisasi nilai akhlakul karimah melalui Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep, teori, dan temuan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan Pendidikan Agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlakul karimah melalui Pendidikan Agama Islam merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan, melibatkan tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Keberhasilan proses tersebut sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, strategi pembelajaran yang holistik, pembiasaan perilaku religius, serta dukungan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan secara kontekstual dan relevan agar mampu membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.