Bambang Irawan
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TANTANGAN MORAL DALAM ERA AI BAGI PEMBELAJARAN PAI Nur Mutiah; Maya Ramadani; Dela Indah Saputri; Hengki Satrisno; Bambang Irawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9593

Abstract

The rapid growth of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to educational practices, including Islamic Religious Education (PAI). While AI offers opportunities for personalized learning, accelerated information access, and improved instructional efficiency, it also introduces serious moral and spiritual challenges for students. This study aims to analyze how AI influences students’ ethical behavior, spiritual formation, and learning integrity. Using a qualitative approach with a library research design, this study examines scholarly articles, books, and international reports published between 2020 and 2024, focusing on themes related to AI ethics, digital morality, and Islamic education. Content analysis was used to identify patterns concerning moral risks such as plagiarism, academic dishonesty, dependency on AI, and reduced critical thinking; as well as spiritual implications including superficial religiosity, declining contemplation, and weakened internalization of Islamic values. The findings reveal that AI reshapes students’ learning behaviors and spiritual habits, requiring Islamic education to adapt through ethical digital literacy, reflective learning, and the strengthening of Islamic moral values. This study concludes that AI should not be positioned merely as a threat, but as a tool that needs wise, ethical, and value-based guidance. Effective PAI learning in the AI era requires pedagogical adaptation, moral reinforcement, and a comprehensive strategy to preserve students’ integrity and spiritual awareness.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs BAHRIYATI QUR’ANIC BOARDING SCHOOL KOTA BENGKULU Rival Riyuki; Salsabila; Utami Artiningsih; Bambang Irawan; Adi Saputra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9788

Abstract

This study examines the learning problems of Islamic Religious Education (PAI) at MTs Bahriyati Qur’anic Boarding School in Bengkulu City. The research aims to identify the forms of obstacles encountered in the PAI learning process, analyze their influencing factors, and understand their implications for learning effectiveness. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving PAI teachers, boarding tutors, and students. The results show that PAI learning problems arise from three interconnected aspects: students’ varied initial abilities and learning fatigue, teachers’ limited use of innovative methods and digital media, and environmental challenges within the boarding system such as dense activity schedules and insufficient learning facilities. These findings indicate that improving PAI learning requires a holistic effort integrating pedagogical strengthening, better learning management, and enhanced technological support.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGKAL HOAKS DAN RADIKALISME DI KALANGAN REMAJA Dwi Rizki Rahmadani; Intan Najma Pratiwi; Yolanda Mardianti; Bambang Irawan; Asmara Yumarni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10529

Abstract

This study discusses the increasing vulnerability of adolescents to hoaxes and radical ideologies along with the rapid development of digital media. The study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in countering hoaxes and radicalism among adolescents. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with Islamic Religious Education teachers and secondary school students, classroom observations, and documentation studies including syllabi and lesson plans. The findings indicate that Islamic Religious Education plays an important role in shaping moderate religious attitudes, fostering critical thinking skills, and increasing students’ awareness in responding to religious information. Through the internalization of religious moderation values, the principle of tabayyun, and contextual learning approaches, students become more selective and responsible in receiving and disseminating information. Therefore, Islamic Religious Education has strategic potential as a means of preventing hoaxes and radicalism in the digital era.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Pembelajaran PAI: Studi Fenomenologis Siti Aminah; Decky Saputra; Faizal Ahmad Akbar; Wildan Murtadho; Bambang Irawan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1100

Abstract

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai religius dengan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi P5 dalam pembelajaran PAI serta memahami pengalaman guru dan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif guru dan peserta didik dalam pelaksanaan P5. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dalam pembelajaran PAI mampu memperkuat internalisasi nilai religius, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian sosial peserta didik. Kegiatan projek yang terintegrasi dengan materi PAI juga meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan P5 masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap desain projek serta keterbatasan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru serta dukungan kelembagaan agar implementasi P5 dalam pembelajaran PAI dapat berjalan secara optimal.
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka: Kajian Literatur Delva Sintia; Giyarsi Giyarsi; Bambang Irawan; Ranny Aulia Syafitri; Reli Lustari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.951

Abstract

Transformasi kebijakan pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka membawa implikasi signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan. Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi esensial yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif transformasi pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka, meliputi perubahan paradigma pembelajaran, pendekatan pembelajaran berbasis projek dan kontekstual, integrasi Profil Pelajar Pancasila, serta tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap sumber-sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen resmi pemerintah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019–2024. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran PAI yang lebih reflektif, kontekstual, dan bermakna, serta memperkuat peran PAI dalam pembentukan karakter religius dan moderat peserta didik. Namun demikian, implementasi transformasi ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait kesiapan guru, literasi digital, dan keterbatasan sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan agar transformasi pembelajaran PAI dapat berjalan secara optimal.
Penguatan Nilai-Nilai Islam melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital: Kajian Literatur Erpon Sukadi; Hengki Satrisno; Bambang Irawan; Eriko Raditio; Ravista Meizen Syaputra
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1011

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Transformasi ini menuntut adanya inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif penguatan nilai-nilai Islam melalui pembelajaran PAI berbasis digital berdasarkan kajian literatur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap buku referensi, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis digital memiliki potensi besar dalam memperkuat nilai akidah, ibadah, dan akhlak apabila dirancang secara sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pendidikan nilai. Pemanfaatan media digital mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperluas ruang refleksi keagamaan, serta mendukung pembentukan karakter Islami yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI harus tetap berada dalam koridor nilai dan etika Islam agar tidak menghilangkan substansi pendidikan keislaman. Oleh karena itu, pembelajaran PAI berbasis digital perlu dikembangkan secara bijaksana sebagai strategi penguatan nilai-nilai Islam di era digital.