Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIKIRAN PAUL K. FEYERABEND TENTANG ANARKIS EPISTEMOLOGI DAN IMPLIKASINYA PADA STUDI ISLAM Nehru Millat Ahmad; Lau Han Sein; Hisyam Naufan Maulana
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.114

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan implikasinya terhadap studi Islam. pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun prinsip anarkis epistemologi yang ditawarkan Feyerabend terdapat beberapa gagasan yang ia tawarkan, seperti anti metode dan kritik metode. Selain itu dalam gagasan Feyerabend terdapat prinsip apa saja boleh, teori pengembangbiakkan dan kontra induksi. Hasil dari hasil kontribusi pemikiran Feyerabend terhadap Studi Islam harus membiasakan diri melihat sebuah ide yang terkandung dalam setiap gagasan guna memperkaya ide atau pemikiran manusia dan berani menggagas serta membangitkan pemikiran teologis baru yang berkaitan dengan membebaskan belenggu pikiran dan mensejahterakan masyarakat. Dari hasil tersebut dirasa dalam studi tafsir al-Qur`an dapat berkembang seiring berjalannya zaman.
PEMIKIRAN PAUL K. FEYERABEND TENTANG ANARKIS EPISTEMOLOGI DAN IMPLIKASINYA PADA STUDI ISLAM Nehru Millat Ahmad; Lau Han Sein; Hisyam Naufan Maulana
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.114

Abstract

Tulisan ini akan membahas pemikiran anarkisme epistemologis Paul Karl Feyerabend. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak filosof kontemporer yang melancarkan kritik terhadap aliran positivisme yang begitu mendominasi cara berfikir orang modern. Tulisan ini akan berfokus pada anarkisme epistemologis Paul karl Feyerabend dan implikasinya terhadap studi Islam. pemikiran Paul Karl Fayerabend mengenai anarkisme epistemologis yang pada awalnya hanya untuk mengkritisi cara berfikir positivisme, namun juga dapat bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun prinsip anarkis epistemologi yang ditawarkan Feyerabend terdapat beberapa gagasan yang ia tawarkan, seperti anti metode dan kritik metode. Selain itu dalam gagasan Feyerabend terdapat prinsip apa saja boleh, teori pengembangbiakkan dan kontra induksi. Hasil dari hasil kontribusi pemikiran Feyerabend terhadap Studi Islam harus membiasakan diri melihat sebuah ide yang terkandung dalam setiap gagasan guna memperkaya ide atau pemikiran manusia dan berani menggagas serta membangitkan pemikiran teologis baru yang berkaitan dengan membebaskan belenggu pikiran dan mensejahterakan masyarakat. Dari hasil tersebut dirasa dalam studi tafsir al-Qur`an dapat berkembang seiring berjalannya zaman.
Pendekatan Kognitif Sosial Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Implikasinya di SD Alam Auliya Kendal (Perspektif Albert Bandura) Nehru Millat Ahmad; Hithna Rohadatul Aisyi; Hisyam Naufan Maulana
PERMAI: Jurnal Pendidikan dan Literasi Madrasah Ibtida'iyah Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/permai.v4i1.280

Abstract

Bandura's social cognitive approach suggests that behavior is an accumulation of past experiences in success or failure, social persuasion from the social environment, emotional state, and the experience of seeing models. This research explores the application of this approach in learning Islamic religious education at SD Alam Auliya Kendal, where teachers act as role models who motivate students. Through descriptive methods, data were obtained from literature and field observations, focusing on four modeling processes: attention, storage, behavior formation, and motivation. The results showed that the application of social cognitive theory can increase students' participation and understanding of religious teachings, as well as contribute to the formation of good character. The way teachers carry out religious education learning requires modeling or exemplification in the environment to stimulate students. In this study, the authors collected data by identifying thoughts or findings in books, papers, journals, articles related to the topic. Discussing by using descriptive methods to explain the main ideas related to the discussion problem. The application of Bandura's social cognitive theory to Islamic Religious Education learning is very appropriate. In Islam, the highest role model is the Prophet Muhammad SAW, a role model and role model for Muslims. Keywords: Social-Cognitive, Albert Bandura, PAI. Abstrak Pendekatan kognitif sosial Bandura mengemukakan bahwa perilaku merupakan akumulasi dari pengalaman masa lalu dalam keberhasilan atau kegagalan, persuasi sosial dari lingkungan sosial, keadaan emosional, dan pengalaman melihat model. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan pendekatan ini dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Alam Auliya Kendal, di mana guru berperan sebagai teladan yang memotivasi siswa. Melalui metode deskriptif, data diperoleh dari literatur dan observasi lapangan, dengan fokus pada empat proses pemodelan: perhatian, penyimpanan, pembentukan perilaku, dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori kognitif sosial dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang baik.Cara guru melaksanakan pembelajaran pendidikan agama memerlukan keteladanan atau keteladanan di lingkungan untuk merangsang siswa. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan mengidentifikasi pemikiran atau temuan dalam buku, makalah, jurnal, artikel yang terkait dengan topik. Berdiskusi dengan menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan gagasan pokok yang berkaitan dengan masalah pembahasan. Penerapan teori kognitif sosial dari Bandura ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat sesuai. Dalam Islam, suri tauladan tertinggi adalah Nabi Muhammad SAW, suri tauladan dan panutan bagi umat Islam. Kata Kunci: Kognitif-Sosial, Albert Bandura, PAI.