Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Strategi Digitalisasi Agroindustri Keripik Buah Dan Sayur Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Era Digital Yesi Mustika Ningsih; Shintok Nabila; Dwi Laila Maulida
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i1.6263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digitalisasi yang diterapkan oleh agroindustri keripik sayur dan buah dalam meningkatkan daya saing di era digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang difokuskan pada Agroindustri keripik buah dan sayur yaitu CV Kajeye Food yang berlokasi di Kota Malang, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan pemilik dan staf pemasaran, observasi partisipatif terhadap aktivitas digital harian, serta analisis dokumentasi dari platform e-commerce dan media sosial yang digunakan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digitalisasi yang dijalankan oleh CV Kajeye Food sebagai pelaku agroindustri keripik sayur dan buah berperan penting dalam meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar digital yang semakin kompetitif. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai alat promosi visual, serta pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data melalui fitur analitik yang tersedia.Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman strategi digital Agroindustri keripik dan buah dari sudut pandang pelaku usaha, serta memperluas literatur mengenai integrasi teknologi dengan nilai lokal dalam konteks agroindustri. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya dukungan kelembagaan untuk peningkatan kapasitas digital Agroindustri, serta pengembangan strategi yang kontekstual dan berkelanjutan.
The Effect of Selling Price, Production Costs, Land Area, and Credit Access on Horticultural Farmers' Income in East Java: Pengaruh Harga Jual, Biaya Produksi, Luas Lahan, dan Akses Kredit terhadap Pendapatan Petani Hortikultura di Jawa Timur Dwi Laila Maulida; Andrean Eka Hardana; Ajik Siswantoro
Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis Vol. 14 No. 1 (2026): Vol. 14 No. 1 (Januari - Juni 2026): Jurnal Ilmiah Manajemen AgribisnisĀ 
Publisher : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jimaemagri.v14i2.65

Abstract

This study aimed to analyze the socio-economic factors affecting the income of horticultural farmers in East Java. The independent variables included selling price, production costs, land area, and credit access. Data were collected from two horticultural centers, namely Wonomulyo Village (Malang Regency) and Ngadirejo Village (Pasuruan Regency), with 160 farmers selected purposively as respondents. Data were gathered through interviews using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results showed an adjusted R² value of 0.849, meaning that the four independent variables explained 84.9% of the dependent variable (income), while the remaining 15.1% was explained by other variables outside the model. Among the four variables, land area had a significant and positive effect on income. The regression coefficient for land area was 4.317, indicating that the larger the cultivated land, the higher the horticultural farming income in East Java. Thus, increasing farmers' income is largely determined by land area, in addition to selling price, production costs, and credit access, which also contribute simultaneously.
PENYULUHAN BUDIDAYA BAWANG MERAH DALAM POT (TASAPOT) UNTUK MENDUKUNG PANGAN RUMAH TANGGA PADA KELOMPOK TANI PODJOK PITOE SURABAYA Putri Tungga Dyah Ayu Sekar Wangi; Dwi Laila Maulida
Sinergi Aksi Nyata Cendekia Vol 2, No 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6131/sancaka.v2i2.301

Abstract

Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah budidaya bawang merah dalam pot (TASAPOT) melalui konsep urban farming. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Podjok Pitoe Surabaya mengenai teknik budidaya bawang merah pada lahan terbatas. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan mitra, penyuluhan, demonstrasi praktik, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 57,5% pada pre-test menjadi 86,6% pada post-test atau meningkat sebesar 50,6%. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi dengan persentase mencapai 93,6%. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga melalui penerapan budidaya bawang merah dalam pot.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN SEJAK DINI: PROGRAM BUDIDAYA CABAI POLYBAG BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING DI KPH PANCENG Yennyka Leilasariyanti; Putri Nurmalita Sari; Dwi Laila Maulida; Yesi Mustika Ningsih; Annisa Vira Widayanti; Akbar Hariputra
Sinergi Aksi Nyata Cendekia Vol 2, No 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6131/sancaka.v2i2.241

Abstract

Kemandirian pangan di tingkat rumah tangga merupakan fondasi ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Sebagai akademisi di bidang Agribisnis, program pengabdian ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan mengenai manajemen pemanfaatan lahan sempit melalui budidaya cabai dalam polybag. Mitra strategis dalam kegiatan ini adalah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)Panceng dan siswa SDN 322 Gresik sebagai agen perubahan usia dini. Metode yang digunakan adalah Participatory Technology Development (PTD) yang meliputi penyuluhan aspek agribisnis rumah tangga dan praktik teknis budidaya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 66% terhadap teknik budidaya dan pentingnya nilai ekonomis pekarangan. Sinergi antara akademisi, instansi kehutanan (KPH), dan institusi pendidikan terbukti mampu menciptakan model edukasi pertanian yang aplikatif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.