Tomy Lovendo
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memaknai Ulang Istimewa: Membangun Kelas dalam Pendidikan Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta Indra Rahayu Ningsih; Tomy Lovendo
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.391

Abstract

D. I. Yogyakarta dianggap sebagai wilayah ideal dalam akses pendidikan. Namun, realitanya ada benturan kualitas pendidikan dan akses pendidikan yang belum merata. Ketidakmerataan akses pendidikan dilihat melalui Pemikiran Bourdieu dalam aspek habitus, modal, dan medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan sekolah di pendidikan menengah atas di D.I Yogyakarta dan bagaimana kerangka teori Bourdieu melihat fenomena akses pendidikan menengah atas di D.I Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data sekunder yaitu data BPS, DAPODIK, data Kemenag yang kemudian disinkronkan dengan peraturan Pemerintah Provinsi D. I. Yogayakarta. Temuan dari penelitian ini antara lain 1) dominasi sekolah swasta di pendidikan menengah atas, 2) kebijakan zonasi (domisili) memberikan akses pada naiknya jumlah sekolah swasta, 3) perbedaan pembiayaan pada sekolah swasta menjadi langkah awal terciptanya eksklusifitas pada pendidikan menengah atas D.I. Yogyakarta. Analisis pada ketiga temuan mengarah pada kondisi pendidikan menengah atas menunjukkan adanya lapisan-lapisan yang dipengaruhi oleh habitus, modal, dan medan dari peserta didik. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwa, sistem pendidikan yang berkembang semakin mengarah pada lebarnya kesenjangan yang dialami oleh peserta didik dengan latar belakang sosial yang berbeda.
Analisis Modul Ajar Sosiologi SMA Kurikulum Merdeka Dwi Agustina; Poerwanti Hadi Pratiwi; Datu Jatmiko; Nur Hidayah; Tomy Lovendo
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.413

Abstract

Mata pelajaran Sosiologi telah diajarkan di jenjang SMA sejak diberlakukannya Kurikulum 1984 hingga Kurikulum Merdeka saat ini. Meskipun demikian, guru Sosiologi masih menghadapi berbagai hambatan, salah satunya dalam perancangan modul ajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesesuaian modul ajar Sosiologi berbasis Kurikulum Merdeka dengan pencapaian kompetensi pembelajaran di SMA. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis dokumen terhadap 23 modul ajar karya mahasiswa PPG Prajabatan pada Fase E dan F. Dokumen di analisis dengan bantuan software atlas-ti dan diinterpretasikan menggunakan teori konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kognitif HOTS memiliki proporsi lebih tinggi (52,6%) dibandingkan LOTS (47,4%). Pada LOTS, tingkat yang paling dominan adalah C2 memahami (46,06%), sedangkan pada HOTS, tingkat tertinggi adalah C6 menciptakan (36,06%). Keberagaman kata kerja operasional yang digunakan merefleksikan tuntutan pembelajaran abad ke-21, di mana peserta didik tidak hanya mengingat, memahami, dan menerapkan, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi atas permasalahan berbasis situasi nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar yang disusun telah berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan selaras dengan capaian kompetensi pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam merancang modul ajar yang mendukung HOTS sebagai tuntutan pembelajaran abad ke-21.