Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Model Matematika Deterministic Finite Automata (DFA) untuk Validasi Keamanan Alur Transaksi Finansial pada Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Perbankan Zulfahmi Indra; Christian Nicholas Sinaga; Lastri Putri Silaban; Jatmiko Althaf Aziz; Callysa Elistia; Azis Kurniadi; Zevan Irfandi Surbakti
KRESNA: Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Jurnal KRESNA Mei 2026
Publisher : DRPM Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kresna.v6i1.314

Abstract

Perkembangan layanan perbankan digital meningkatkan pentingnya keamanan pada sistem transaksi Automatic Teller Machine (ATM). Penelitian ini bertujuan merancang model matematika berbasis Deterministic Finite Automata (DFA) untuk memvalidasi urutan proses transaksi ATM serta mencegah terjadinya penyimpangan alur transaksi. Model yang diusulkan merepresentasikan setiap tahapan transaksi sebagai state dan setiap aksi pengguna sebagai transisi yang bersifat deterministik. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui studi literatur dan dokumentasi teknis, analisis kebutuhan menggunakan pendekatan 5W1H, pemodelan formal DFA, implementasi menggunakan bahasa pemrograman Python, serta pengujian logika melalui berbagai skenario transaksi. Model DFA dibangun menggunakan struktur 5-tuple dan dilengkapi dengan error state untuk menangani input yang tidak sesuai dengan aturan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu membedakan alur transaksi yang valid dan tidak valid secara efektif. Skenario transaksi normal berhasil diterima hingga mencapai final state, sedangkan percobaan bypass dan penyimpangan urutan transaksi berhasil ditolak melalui mekanisme trap state. Model yang dikembangkan memiliki keunggulan berupa kepastian logika, kemampuan validasi alur transaksi, dan efisiensi komputasi yang tinggi, meskipun masih memiliki keterbatasan pada aspek fleksibilitas dan validasi berbasis waktu.
Tantangan Bahasa Indonesia dalam Ekosistem Kecerdasan Buatan: Kajian Literatur Natasha Patricia Nainggolan; Jhon Gabriel Simarmata; Christian Nicholas Sinaga; Lastri Putri Silaban; Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.397

Abstract

ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan Bahasa Indonesia dalam era kecerdasan buatan melalui metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis dan disintesis untuk mengidentifikasi permasalahan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, yaitu keterbatasan dataset berkualitas, dominasi bahasa Inggris dalam pengembangan model AI, kesalahan tata bahasa, penggunaan bahasa gaul dan campur kode, serta bias algoritma yang menyebabkan kurangnya representasi budaya lokal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengembangan dataset lokal yang representatif, penguatan AI berbasis Bahasa Indonesia, peningkatan literasi digital, dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta pengembang teknologi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian dan pengembangan Bahasa Indonesia agar tetap relevan di era kecerdasan buatan. ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has influenced various aspects of life, including the use of the Indonesian language in digital communication. This study aims to examine the challenges faced by the Indonesian language in the era of artificial intelligence through a descriptive qualitative literature review approach. Data were collected from relevant scientific journals and articles, then analyzed and synthesized to identify major issues. The findings indicate that the Indonesian language faces several challenges, including limited high-quality datasets, the dominance of English in AI model development, grammatical inaccuracies, the widespread use of slang and code-mixing, and algorithmic bias that leads to inadequate representation of local cultures. To address these issues, it is necessary to develop representative local datasets, strengthen Indonesian-based AI systems, improve digital literacy, and foster collaboration among government institutions, academics, and technology developers. This study highlights the importance of preserving and developing the Indonesian language to maintain its relevance in the era of artificial intelligence.
Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Teman Belajar Berbasis Web untuk Kolaborasi Akademik Mahasiswa Bicanro Gebriyan Panjaitan; Lastri Putri Silaban; Azis Kurniadi; Debi Yandra Niska
Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2026): Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jit.v9i2.34746

Abstract

The advancement of web-based information technology has encouraged the transformation of collaborative learning processes in higher education environments. However, students still experience difficulties in finding suitable study partners due to the absence of a system capable of integrating learning preferences, available schedules, and academic needs in a structured manner. This study aims to design and develop a web-based study partner recommendation system to support students’ academic collaboration through the EduMate platform. The research method used in this study is Research and Development (R&D) with a software development approach using the Prototype method. The research stages include user requirements identification, system requirements analysis, system design, prototype development, system implementation, and system testing using the Black Box Testing method. The system was developed using Node.js and Express.js on the backend side, HTML, CSS, and JavaScript on the frontend side, and MySQL as the primary database. The system also implements Google OAuth authentication, a scoring matching algorithm, study schedule management, automatic notifications, as well as rating and review features. The results of the study indicate that the EduMate system was successfully implemented and is capable of supporting the process of finding study partners in a more effective and structured manner. Based on the Black Box Testing results, all main system features operated according to the specified requirements with a testing success rate of 100%. The system is also able to provide study partner recommendations based on profile compatibility, learning preferences, and user schedules, thereby improving the effectiveness of collaborative learning among students. Therefore, EduMate has the potential to serve as a digital solution in supporting the collaborative learning ecosystem in higher education institutions.
Penyelesaian Masalah NP-Complete pada Penjadwalan Menggunakan Algoritma Welch-Powell (Graph Coloring) Lastri Putri Silaban; Bicanro Gebriyan Panjaitan; Azis Kurniadi; Adidtya Perdana
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 3 No 12 (2026): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan mata kuliah merupakan permasalahan kompleks yang termasuk dalam kategori NP-hard karena melibatkan berbagai kendala seperti ketersediaan dosen, ruang, dan waktu. Proses penyusunan jadwal yang dilakukan secara manual sering kali menimbulkan konflik dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Welch-Powell dengan pendekatan graph coloring dalam menyelesaikan permasalahan penjadwalan mata kuliah secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah pemodelan graf konflik, di mana setiap mata kuliah direpresentasikan sebagai simpul dan hubungan konflik sebagai sisi yang menghubungkan simpul-simpul tersebut. Proses pewarnaan graf dilakukan untuk menentukan slot waktu yang berbeda bagi mata kuliah yang saling berkonflik. Data yang digunakan terdiri dari enam mata kuliah dengan atribut dosen, kelas, dan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Welch-Powell mampu menghasilkan penjadwalan yang tidak mengalami benturan dengan jumlah slot waktu yang efisien. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi sederhana dan efektif dalam menyusun jadwal perkuliahan secara optimal.