Zulmiyetri
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI MEDIA SMART BOOK PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas IV di SLB Negeri 1 Solok) Desi Gustia; Johandri Taufan; Zulmiyetri; Endang Sri Handayani
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.1748

Abstract

The ability to recognize letters is an important foundation in early reading skills. Children with mild intellectual disabilities often experience difficulties in recognizing letters, both in terms of shape and sound. This study aims to determine the use of Smart Book media in improving the ability to recognize letters in grade IV children with mild intellectual disabilities at SLB Negeri 1 Solok. This study used an experimental method with a Single Subject Research (SSR) approach with an A-B-A (Baseline-Intervention-Baseline) design implemented in 13 meeting sessions, consisting of phase A1 with 3 sessions, phase B with 7 sessions, and phase A2 with 3 sessions. The data collection technique was carried out through observation and tests using a checklist sheet while the data analysis technique in this study used visual graphic data analysis, by entering data into graphical form, then analyzed based on phases (A1, B, A2). The results showed that in the initial baseline phase (A1) the child's ability was at a stable level of 28%. After being given intervention using Smart Book media in phase (B), the child's ability increased gradually until it reached 100%. In the final baseline phase (A2), the ability remained stable at 100%. These results show that Smart Book media can improve the ability to recognize letters and increase children's interest and focus in learning. Kemampuan mengenal huruf merupakan dasar penting dalam keterampilan membaca permulaan. Anak dengan disabilitas intelektual ringan sering mengalami hambatan dalam mengenali huruf, baik dari segi bentuk maupun bunyinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Smart Book dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak disabilitas intelektual ringan kelas IV di SLB Negeri 1 Solok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A (Baseline–Intervensi–Baseline) yang dilaksanakan dalam 13 sesi pertemuan, terdiri dari fase A1 sebanyak 3 sesi, fase B sebanyak 7 sesi, dan fase A2 sebanyak 3 sesi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes menggunakan lembar checklist  sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data visual grafik, dengan cara memasukkan data ke dalam bentuk grafik, kemudian dianalisis berdasarkan fase (A1, B, A2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline awal (A1) kemampuan anak berada pada angka stabil 28%. Setelah diberikan intervensi menggunakan media Smart Book pada fase (B), kemampuan anak meningkat secara bertahap hingga mencapai 100%. Pada fase baseline akhir (A2), kemampuan tersebut tetap stabil di angka 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa media Smart Book dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf serta meningkatkan minat dan fokus belajar anak.
PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI SECIL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA DISABILITAS INTELEKTUAL Azizah; Elsa Efrina; Zulmiyetri; Safaruddin
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.1796

Abstract

Early reading is an important basic skill for students, including for students with mild intellectual disabilities. Students with mild intellectual disabilities often experience difficulties in combining syllables into whole words. This study aims to determine the effectiveness of using the Secil application media in improving early reading skills, especially reading simple two-syllable words with a CV-CVC pattern. This study uses a quantitative method with an experimental approach in the form of Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design, which consists of an initial baseline condition (A1), an intervention condition (B), and a final baseline condition (A2). Data analysis used is visual graphic analysis. The subjects of the study were fifth-grade students with mild intellectual disabilities at SLB Peduli Anak Bangsa Payakumbuh. The results showed that the observation of the initial baseline condition (A1) was carried out for three meetings with a percentage of 30%, 30%, 30%. The observation of the intervention condition (B) was carried out for seven meetings with a percentage of 70%, 80%, 90%, 90%, 90%, 90%. The final observation was based on baseline conditions (A2) with percentages of 100%, 100%, and 100%. It can be concluded that the use of the Secil application media can improve early reading skills, especially reading simple two-syllable words with a CV-VC pattern in students with mild intellectual disabilities. Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa, termasuk bagi siswa disabilitas intelektual ringan. Siswa disabilitas intelektual ringan sering mengalami hambatan dalam menggabungkan suku kata menjadi kata utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media aplikasi Secil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan khususnya membaca kata sederhana dua suku kata berpola KV-KV. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subjcet Research (SSR) dengan desain A-B-A, yang terdiri dari kondisi baseline awal (A1), kondisi intervensi (B), dan kondisi baseline akhir (A2). Analisis data yang digunakan yaitu analisis visual grafis. Subjek penelitian adalah siswa disabilitas intelektual ringan kelas V di SLB peduli Anak Bangsa Payakumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan kondisi baseline awal (A1) yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan persentase yaitu 30%, 30%, 30%. Pada pengamatan kondisi intervensi (B) dilakukan selama tujuh kali pertemuan dengan persentase 70%, 80%, 90%, 90%, 90%, 90%, 90%. Terakhir pengamatan pada kondisi baseline (A2) dengan persentase 100%, 100%, 100%. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media aplikasi Secil dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan khususnya membaca kata sederhana dua suku kata berpola KV-KV pada siswa disabilitas intelektual ringan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBELANJAKAN UANG MELALUI MEDIA BOARD GAME PADA MURID HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas VII SLB M Pauh IX Padang) Indah Purnama Tanjung; Mega Iswari; Zulmiyetri; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2185

Abstract

The ability to spend money is a crucial functional skill for students with mild intellectual disabilities, supporting their independence in daily life. However, observations indicate that these students still struggle with spending money specifically up to a limit of Rp10,000 when dealing with item prices, calculating total costs, making payments, and handling change. This study aimed to improve the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities using a board game as an instructional medium. The study employed the Single-Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through observation and performance tests, then analyzed using within-condition and between-condition analyses. The results showed an improvement in money-spending skills after the subjects engaged in learning activities using the board game. The proficiency level was 33.3% during the initial baseline phase (A1), rose to 83.3% during the intervention phase (B), and remained at 83.3% during the final baseline phase (A2). These findings demonstrate that using a board game can enhance the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities by providing concrete, interactive learning experiences tailored to their learning characteristics.   Kemampuan membelanjakan uang merupakan salah satu keterampilan fungsional yang penting bagi murid hambatan intelektual ringan untuk mendukung kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan dalam membelanjakan uang maksimal Rp10.000 berdasarkan harga barang, sesuai total biaya, pembayaran, dan melalui uang kembalian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membelanjakan uang melalui media board game pada murid hambatan intelektual ringan. Peneltian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membelanjakan uang mengalami peningkatan setelah subjek memperoleh pembelajaran menggunakan media board game. Persentase kemampuan pada fase baselien (A1) sebesar 33,3%, kemudian meningkat selama fase intervensi (B) hingga mencapai 83,3% dan tetap bertahan pada fase baseline (A2) sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media board game dapat meningkatkan kemampuan membelanjakan uang pada murid hambatan intelektual ringan melalui pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PENJUMLAHAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN MOBIL HITUNG BAGI MURID DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Di Kelas IV SLB Bina Bangsa) Sara Bensu; Mega Iswari; Zulmiyetri; Yosa Yulia Nasri; Rila Muspita
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2201

Abstract

Addition is one of the foundational math skills students with mild intellectual disabilities need before moving on to more advanced concepts. At SLB Bina Bangsa Padang, a student was observed struggling with addition problems involving numbers 1–10, answering only four out of ten questions correctly. This study set out to find whether a counting-car board could raise the addition ability of a fourth-grade student with mild intellectual disabilities at SLB Bina Bangsa Padang. The researchers took a quantitative approach through a Single Subject Research (SSR) A–B design, with one fourth-grade student with a mild intellectual disability as the participant. Data came from addition-skill tests given at each session and were then read visually, both within and across conditions. During baseline, the student's score held steady at 40%. Once the intervention began, scores climbed step by step On average, the student's ability rose from 40% to 76%, confirming that the counting-car board helped strengthen addition skills in a student with mild intellectual disabilities. Kemampuan berhitung penjumlahan menjadi fondasi matematis yang wajib dikuasai murid disabilitas intelektual ringan sebelum melangkah ke konsep matematika lanjutan. Hasil observasi di SLB Bina Bangsa Padang memperlihatkan seorang murid belum bisa mengerjakan soal penjumlahan bilangan 1–10 dengan baik — dari 10 soal yang diberikan, hanya empat yang terjawab benar. Penelitian ini menguji apakah media papan mobil hitung mampu mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV SLB Bina Bangsa Padang. Peneliti memakai pendekatan kuantitatif melalui metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B. Subjeknya seorang murid kelas IV penyandang disabilitas intelektual ringan. Data diambil lewat tes kemampuan penjumlahan di setiap sesi pertemuan, lalu dibaca secara visual baik dalam satu kondisi maupun antar kondisi. Pada fase baseline, kemampuan subjek bertahan di angka 40%. Selama fase intervensi, angka ini naik bertahap. Rata-rata kemampuan subjek terangkat dari 40% menjadi 76%. Media papan mobil hitung terbukti efektif mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan.