Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEKUATAN KOLABORASI MAHASISWA DAN MASYARAKAT DALAM PENGUATAN BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN KOTA Jahroni Jahroni; Panji Prima Rosuli; Didit Darmawan; Samsul Arifin; Arif Rachman Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i02.2249

Abstract

This community service activity aims to foster a spirit of mutual cooperation, strengthen collaboration between higher education institutions and government agencies, and increase environmental awareness among students and the community. In addition, the program is intended to create a cleaner and better-maintained Afvoer Kemambang area. The methods used include a participatory approach through Participatory Action Research (PAR), field actions such as waste clean-up activities, community education, and activity documentation. The results show positive impacts, including improved environmental cleanliness, increased public awareness in maintaining drainage systems, and the strengthening of students’ social values and environmental responsib ility. Furthermore, a constructive partnership was established between Universitas Sunan Giri Surabaya and the Environmental Agency (DLH) of East Java. This activity demonstrates that multi-stakeholder synergy through collaboration and environmental education is effective in enhancing community participation and addressing urban environmental cleanliness issues.
HAMBATAN ADMINISTRATIF DAN OPERASIONAL DARI ADOPSI TEKNOLOGI CETAK 3D PADA SEKTOR UMKM Didit Darmawan; Ahmad Rafi Faisal Izyan; Panji Prima Rosuli; Mochamad Saleh; Syaiful Anwar
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2421

Abstract

Manufaktur aditif atau pencetakan 3D menawarkan peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam produksi skala kecil dan kustomisasi massal. Namun, tingkat adopsi di kalangan UKM di negara-negara berkembang masih rendah. Studi literatur kualitatif ini mengkaji hambatan administratif dan operasional yang membatasi penerapan teknologi pencetakan 3D oleh UKM. Hambatan administratif meliputi ketidakhadiran standar produk, prosedur impor yang rumit untuk mesin dan bahan baku, serta perlindungan hak kekayaan intelektual yang lemah untuk file desain digital. Hambatan operasional mencakup kekurangan tenaga kerja terampil, pasokan bahan baku yang sulit, biaya pemeliharaan yang tinggi, ketidakcocokan kapasitas produksi, pengetahuan yang terbatas tentang optimasi desain, dan akses yang terbatas ke platform e-commerce. Kendala keuangan dan ketimpangan geografis semakin memperparah masalah-masalah ini. Model kebijakan yang berhasil dari Jerman dan Singapura memberikan pelajaran untuk perancangan intervensi. Pendekatan terkoordinasi antar kementerian diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang saling terkait ini.