Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DITUMBUHKAN SEMANGAT CINTA TANAH AIR Windu Asmoro; Yummy Jumiati Marsa; Najwa Zahra; Fahma Amelia Harahap; Nazwa Salsabila; Zaki salatin amin Ginting; Ahmad Amanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i02.2296

Abstract

Traditional games are part of cultural heritage that play an important role in instilling national values, particularly the sense of patriotism. However, technological advancement and lifestyle changes have reduced young generations’ interest in traditional games. This study aims to foster patriotism through the implementation of traditional games in Dusun VIII, Timbang Lawan Village, Bahorok District, Langkat Regency. The method used was a participatory and educational approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. The activities were carried out through various traditional games involving active participation from the community, especially children and adolescents. The results show that traditional game activities can increase community participation and foster values such as cooperation, togetherness, and sportsmanship. Furthermore, the activity raises public awareness about the importance of preserving traditional games as part of cultural identity and as a medium for instilling patriotism.  
Penyelesaian pinjaman bermasalah dan strategi pengembangan pada koperasi simpan pinjam “bangun mandiri” Ripho Delzy Perkasa; Windu Asmoro; Noval Noval
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces428700

Abstract

Koperasi Simpan Pinjam “BANGUN MANDIRI” dalam mengembangkan usahanya telah membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Akan tetapi dalam pelaksanaan simpan pinjam di Koperasi Simpan Pinjam “BANGUN MANDIRI” tidak selamanya berjalan dengan lancar, ada juga pelaksanaan yang berjalan kurang lancar, dan pelaksanaan yang berjalan kurang lancar ini masuk dalam kategori pembiayaan bermasalah. Pembiayaan bermasalah dapat mengakibatkan kerugian bahkan kebangkrutan bagi koperasi. Oleh sebab itu, penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian pinjaman bermasalah dan strategi pengembangan pada koperasi simpan pinjam “bangun mandiri”. Jenis metode penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif, dengan teknik analisis kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini adalah (1) Staf Kasir, (2) Staf Kredit, (3) Staf Pembukuan, dan (4) Staf Tabungan Koperasi Simpan Pinjam “BANGUN MANDIRI” yang berlokasi di Jl. Sisingamangaraja No. 253 Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya Pinjaman Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam “BANGUN MANDIRI” yaitu: (1) Tingkat suku bunga pinjaman yang cenderung tinggi, (2) Banyaknya penunggakan pembayaran, (3) Kurangnya komitmen anggota, dan (4) Minimnya keahlian dalam pengelolaan koperasi. Alternatif penyelesaian pinjaman bermasalah yang dilakukan yaitu dengan cara: (1) Penjadwalan kembali (rescheduling), (2) Persyaratan kembali (reconditioning), (3) Penataan kembali (restructuring), dan (4) Penurunan suku bunga. Dan strategi yang dilakukan dalam pengembangan Koperasi Simpan Pinjam “BANGUN MANDIRI”, yaitu: (1) Meningkatkan promosi, (1) Mempermudah persyaratan pinjaman, (3) Pengembangan produk usaha simpan pinjam, (4) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya koperasi, dan (5) membuka cabang koperasi dibeberapa daerah.
Komensalisme Budaya dalam Tradisi Cawir Metua di Tengah Keberagaman Etnis: Studi Kasus Masyarakat Karo di Kabanjahe Erni Khairunisa; Windu Asmoro; Khay Ratu Nisa; Erni Khairunisa
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7652

Abstract

This study examines the Cawir Metua tradition as a medium of cultural commensalism, which represents interethnic interaction that reflects tolerance, mutual respect, and social cohesion without the need for assimilation. Cawir Metua continues to exist as a symbol of Karo community identity and has also developed into a shared space for the multicultural community in Kabanjahe to maintain social harmony. The purposes of this study are: (1) to identify the funeral ritual process of Cawir Metua in Kabanjahe District, Karo Regency; (2) to analyze the existence of the Cawir Metua tradition among multicultural communities; and (3) to describe the opportunities and challenges in preserving the tradition in the era of globalization. This research employed a qualitative method with descriptive analysis techniques proposed by Miles and Huberman, including observation, interviews, and documentation. The participants consisted of: (1) the Karo ethnic community (as the main informant), (2–3) additional Karo informants, (4–5) Javanese informants, (6–7) Batak informants, and (8–9) Minangkabau informants. The findings reveal that the procession includes several stages: (1) family preparation and deliberation (rerembukan), (2) notification of grief to relatives (penjuluken beras), (3) implementation of traditional rituals, (4) presentation of ulos (final ulos), (5) coffin closing (turang), followed by (6) the burial and thanksgiving ceremony (ngembahken kiniteken). The existence of this tradition within a multicultural society demonstrates a dynamic of harmonious cultural interaction. However, its preservation faces significant challenges in the fast and practical era of globalization. Therefore, collaboration among local communities, the government, academics, and younger generations is essential to safeguard this cultural heritage in an adaptive yet authentic manner.
Strategi Pembinaan Adab Siswa Kelas IX Oleh Guru Akidah Akhlak di MTS Al-Hidayah Patumbak Suci Dahlya Narpila; Windu Asmoro; Bagus Irvan Embriana; Nugraha Pratama Ramadhan
Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/cognoscere.249

Abstract

The aim of writing this article is to (1) Identify the moral condition of class IX students at MTS Al-Hidayah Patumbak, (2) Analyze the supporting and inhibiting factors for developing the morals of class IX students at MTS Al-Hidayah Patumbak, and (3) Describe the strategies of aqidah teachers morals in developing the manners of class IX students at MTS Al-Hidayah Patumbak. The type of research method used is qualitative research, with descriptive analysis techniques proposed by Miles and Huberman which include interviews, observation and documentation. The subjects of this research are (1) Madrasah Head Teacher, (2) Aqidah Akhlak Teacher, and (3) Counseling Guidance (BK) Teacher at MTS Al-Hidayah Patumbak located on Jl. Pelita No.75, Patumbak Village, Medan, North Sumatra. The results of this research indicate that the current moral condition of class IX MTS Al-Hidayah Patumbak students requires efforts to ensure maximum moral development of students. Supporting and inhibiting factors for developing the morals of class IX students at MTS Al-Hidayah Patumbak, include: Supporting Factors: (1) Increasing religious values, social values and exemplary, (2) The role of the madrasa head, (3) A good school environment, ( 4) Collaboration from all parties in the school, and (5) school policies to develop student morals. Inhibiting Factors: (1) Limited time to improve students' morals, (2) Living environment, (3) Low awareness of students regarding the importance of developing manners in schools, and (4) advances in the times such as the emergence of advanced technologies such as cellphones and so on. others that influence students' moral development. And the moral aqidah teacher's strategy in developing the manners of class IX students at MTS Al-Hidayah Patumbak, namely: (1) Implementing an example, (2) Giving warnings, (3) Giving punishment, and (4) Class conditioning. Abstrak Penulisan artikel ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi bagaimana kondisi akhlak siswa kelas IX di MTS Al-Hidayah Patumbak, (2) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlak siswa kelas IX di MTS Al-Hidayah Patumbak, dan (3) Mendeskripsikan strategi guru akidah akhlak dalam membina adab siswa kelas IX di MTS Al-Hidayah Patumbak. Jenis metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini adalah (1) Guru Kepala Madrasah, (2) Guru Akidah Akhlak, dan (3) Guru Bimbingan Konseling (BK) MTS Al-Hidayah Patumbak yang berlokasi di Jl. Pelita No.75, Patumbak Kampung, Medan, Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi akhlak siswa kelas IX MTS Al-Hidayah Patumbak saat ini memerlukan  perlu adanya upaya untuk menjamin pembinaan akhlak peserta didik secara maksimal. Faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlak siswa kelas IX di MTS Al-Hidayah Patumbak, meliputi: Faktor Pendukung: (1) Meningkatkan nilai keagamaan, nilai sosial, dan keteladanan, (2) Peran kepala madrasah, (3) Lingkungan sekolah yang baik, (4) Kolaborasi dari semua pihak di sekolah, dan (5) kebijakan sekolah untuk mengembangkan moral siswa. Faktor Penghambat: (1) Terbatasnya waktu untuk meningkatkan akhlak siswa, (2) Lingkungan tempat tinggal, (3) Rendahnya kesadran siswa akan pentingnya pembinaan adab di sekolah, dan (4)kemajuan zaman seperti munculnya teknologi-teknologi canggih seperti handphone dan lain-lain yang memengaruhi perkembangan moral siswa. Dan strategi guru akidah akhlak dalam membina adab siswa kelas IX di MTS Al-Hidayah Patumbak, yaitu: (1) Penerapan keteladanan, (2) Pemberian teguran, (3) Pemberian hukuman, dan (4) Pengkondisian kelas. Kata kunci: Strategi Guru, Pembinaan Adab, Akidah Akhlak