Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberian Literasi Asuransi Kepada Mahasiswa : InsurTech - Revolusi Perkembangan, Mekanisme dan Peluang Karir di Era Digital Alvernia Kurniartha; Wahyuari Wahyuari
IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management Vol. 11 No. 1 (2026): IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management Volume 11
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/ijeem.v11i1.66465

Abstract

The insurance industry plays an important role in supporting national economic stability and growth, including supporting the banking sector through investment synergies, risk management, and product cooperation. However, public understanding of the insurance industry is still low compared to the banking sector. Data from the 2025 National Financial Literacy and Inclusion Survey (SNLIK) conducted by the OJK and BPS shows the insurance literacy index is 45.45% and insurance inclusion index is 28.50%. There is a gap, with the insurance literacy index 16.95% higher than the insurance inclusion index. However, the insurance literacy index remains below 50%. Therefore, regulators (OJK), insurance industry players, insurance associations, and Civitas Academica need to continue efforts to provide insurance literacy to the public to increase the insurance inclusion index. Furthermore, developing innovations, such as adopting and optimizing the use of technology in insurance operations and marketing, can also trigger the increasing of insurance inclusion in this digital era. Technological advances have created many new breakthroughs in the insurance business, named as Insurance Technology (Insurtech). Along with the development of Insurtech, new kind of jobs are emerging that require future human resources of digital insurance. For this reasons, lecturers at Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) of Trisakti conducted the activity of Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) by holding a digital insurance literacy and career preparation program for students. This activity aims to increase understanding of insurance (particularly digital insurance), promote insurance awareness, support the sustainable growth of the digital insurance industry, and provide students with information on how to prepare for work in digital insurance. Keywords: SNLIK 2025, Insurance Literacy, Insurance Inclusion, Insurtech, Digital Insurance.
Implementasi The Celestial Management Pada Perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia Alvernia Kurniartha; Syahrial Sidik; Wahyuari Wahyuari
IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management Vol. 11 No. 1 (2026): IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management Volume 11
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/ijeem.v11i1.66490

Abstract

Implementasi POJK No. 11 Tahun 2023 yang mewajibkan pemisahan unit usaha syariah (spin-off) telah memaksa entitas untuk berdiri mandiri sebagai perusahaan full-fledged, termasuk industri Asuransi Syariah. Berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), transisi ini menuntut kesiapan modal dan penguatan tata kelola yang jauh lebih kokoh dibandingkan saat masih berbentuk unit usaha. Namun, industri ini dihadapkan pada tantangan berat berupa krisis kepercayaan publik akibat kasus gagal bayar pada beberapa perusahaan asuransi besar yang disebabkan oleh kesalahan kelola investasi dan lemahnya pengawasan etika internal. Kepatuhan syariah secara formal saja tidak cukup, diperlukan integrasi nilai-nilai etik yang mendalam untuk menjamin keberlanjutan bisnis. The Celestial Management (TCM) atau Manajemen Langit menawarkan paradigma manajemen berbasis spiritualitas yang mengintegrasikan pilar 3W: Worship, Wealth, dan Warfare dan masing-masing nilai utama yang diturunkannya adalah Zero Base, Iman, Konsisten, Result Oriented (ZIKR); Power, Information, Knowledge, Reward (PIKR) dan Militan, Intelek, Kompetitif, Regeneratif (MIKR) sebagai indikator yang dapat menjadi parameter yang tepat dalam mengukur praktek spiritual manajemen dan sebagai landasan operasional perusahaan. Hal tersebutlah yang melatar-belakangi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah : untuk mengetahui apakah TCM sudah diimplementasikan dalam manajemen Perusahaan Asuransi Syariah full-fledged di Indonesia? dan untuk mengetahui bagaimana profil implementasi pilar ZIKR, PIKR, dan MIKR pada perusahaan asuransi syariah full-fledged di Indonesia dan disparitas penerapan nilai-nilai tersebut mempengaruhi kualitas tata kelola di tengah tantangan krisis kepercayaan industri asuransi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Responden adalah karyawan dari 8 (delapan) sampel Perusahaan Asuransi Syariah Jiwa dan Umum (full-fledged), dengan total 100 responden mengisi kuisioner yang didesign menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor dari pengukuran 3 indikator TCM adalah 92,79%, yang artinya bahwa Perusahaan sudah sepenuhnya mengimplementasi-kan konsep TCM. Sedangkan implementasi indikator PIKR (Wealth) memiliki rata-rata skor terendah (89,20%) dibandingkan 2 variabel lainnya, terutama 1 (satu) Perusahaan yang skor PIKR-nya masih 70.0%. Ini menunjukkan bahwa aspek spiritualitas dalam konteks "distribusi kemakmuran" masih perlu diperkuat lagi. Selain itu, 2 dari 8 sampel Perusahaan (25%) memiliki skor di bawah 90%, diharapkan untuk melakukan evaluasi pada implemensistem Reward Distribution dan Information Sharing (bagian dari PIKR) agar selaras dengan prinsip manajemen langit.
Analisis Konten Promosi Produk Asuransi yang Memberi Kesan Positif Terhadap Pelanggan Alvernia Kurniartha; Achmad Sudiyar Dalimunthe; Rukaesih Achmad Maolani; May Rista Situmorang
IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management Vol. 11 No. 1 (2026): IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management Volume 11
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/ijeem.v11i1.66504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten promosi produk asuransi yang berkontribusi terhadap pembentukan kesan positif pelanggan. Relatif rendahnya tingkat literasi dan penetrasi asuransi di Indonesia menunjukkan perlunya strategi komunikasi promosi yang efektif, transparan, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 100 responden di wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten promosi yang bersifat informatif, edukatif, transparan, menekankan manfaat produk, menonjolkan kemudahan proses klaim, didukung tampilan visual yang menarik, serta disertai social proof berpengaruh signifikan terhadap pembentukan kesan positif pelanggan. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi promosi yang berorientasi pada pembangunan kepercayaan dalam industri asuransi serta memberikan kontribusi empiris bagi perusahaan asuransi dalam merancang strategi promosi yang lebih efektif guna meningkatkan kepercayaan pelanggan dan persepsi publik terhadap produk asuransi.